Biaya Reekspor Harus Ditanggung Negara Pengirim
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Biaya Reekspor Harus Ditanggung Negara Pengirim

Sabtu, 11 Februari 2012 | 09:45 WIB
Oleh : B1

Pemerintah Sudah Surati Inggris, Belanda, dan Sekertariat Konvensi Basel di Genewa, Swiss soal kiriman limbah B3 Januari lalu.

Kementerian Lingkungan Hidup sudah mengirimkan pemberitahuan kepada pemerintah Belanda dan Inggris terkait kiriman potongan besi bekas [scrap metal], yang berisi limbah bahan berbahaya dan beracun, yang ditemukan pada akhir bulan Januari lalu, di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Bea cukai menemukan potongan besi yang terkontaminasi oleh limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) sebanyak 113 kontainer, yang dikirimkan dalam lima kali pengiriman.

Kontainer yang ditujukan untuk PT HHS tersebut berasal dari pelabuhan Felixstowe di Inggris dan pelabuhan Rotterdam di Belanda.

"Kita baru kirimkan fax kepada Belanda, Inggris, dan Genewa, pada tanggal 9 Februari kemarin. Namun, kami sudah berkorespondensi secara non-formal kepada Inggris dan Belanda. Untuk surat resminya baru dikirimkan," kata Upik Sitti Aslia Kamil, Kepala Bidang Notifikasi dan Rekomendasi Limbah Lintas Batas, Kementerian Lingkungan Hidup, di Jakarta, Jumat (10/2).

KLH juga mengirimkan fax kepada sekretariat Konvensi Basel di Genewa, Swiss.

Indonesia, Inggris, dan Belanda, telah meratifikasi Konvensi Basel yang mengatur perdagangan limbah antar negara sejak tahun 1992.

Indonesia juga telah meratifikasi Basel Ban Amendment yang melarang sama sekali ekspor limbah B3 dari negara maju ke negara berkembang.

KLH mengirimkan fax ditujukan kepada Matt Williamson dari Environment Agency di Inggris, Huib van Westen yang merupakan Senior Inspector Intelligence and Investigation Service Hazardous Substance and Products dari Human Environment and Transport Inspectorate di Belanda, serta Secretariat Basel Convention International Environment House.

"Dalam surat, kita sampaikan penemuan kita, ada juga lampiran informasi tentang nama kapal, nama kontainer, dan berapa yang sudah dibuka. Kita juga minta untuk re-ekspor tetapi meminta dilakukan setelah legal matter selesai dilaksanakan. Kita mintakan agar pengiriman kembali limbah tersebut ditanggung oleh negara pengirim," kata Upik.

KLH belum menerima balasan.

Menurut Konvensi Basel, ia menyatakan bahwa jangka waktu re-export hingga 30 hari, namun tidak berarti lewat dari tersebut, akan ditolak oleh negara pengirim. "Permendag (peraturan menteri perdagangan) menyatakan 90 hari. Kalau Konvensi Basel dalam waktu 30 hari, artinya dalam jangka waktu sekian bisa dikirimkan. Tetapi, bukan berarti lebih dari waktu itu, mereka tidak terima. Mereka harus terima jika terbukti kesalahan berada di mereka," kata Upik.

Sayangnya, tidak ada sanksi keras dari Konvensi Basel untuk negara pengirim.

"Sanksinya paling malu [karena mengimpor limbah B3]. Kita ada pertemuan tiap dua tahun sekali, dan pasti akan diumumkan kejadian-kejadian tersebut. Mereka [Inggris dan Belanda] nanti juga akan ditanya kenapa bisa terjadi," kata Upik.

Hingga saat ini, kementerian lingkungan hidup beserta bea cukai masih menyidik kandungan limbah B3 dari 113 kontainer tersebut.

KLH dan Bea Cukai sudah mengambil sample dari tanah dan aspal yang ditemukan bersama potongan besi, plastik, dan kemasan lainnya, dari lima dari 20 kontainer yang sudah dibuka.

Sisanya, 93 kontainer lainnya, sedang mengalami proses penyidikan, mulai dari Kamis (9/2) hingga Jumat (10/2).


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

46 Kontainer Lagi Diduga Limbah B3

Dikirim lewat Surabaya.

NASIONAL | 11 Februari 2012

Media Populerkan Bahasa Gaul

bahasa gaul merupakan sarana komunikasi di kalangan remaja untuk menyampaikan hal-hal yang dianggap tertutup bagi kelompok atau pihak lain.

NASIONAL | 11 Februari 2012

MPR-DPR Tanam Pohon Harmoni NKRI

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan berterima kasih kepada para tokoh lintas agama yang telah mendukung program penanaman pohon.

NASIONAL | 11 Februari 2012

Boediono Berkantor Dekat SBY Tengah Tahun Ini

Saat ini kantor di bekas gedung DPA itu sedang pada tahap finalisasi.

NASIONAL | 11 Februari 2012

KPK Akan Ambil Sikap Soal Pertemuan Nazaruddin dan Nasir

"Intinya kita akan ambil sikap ya terkait pertemuàn itu, tapi saat ini kita masih Rapim-kan dengan yang lain."

NASIONAL | 10 Februari 2012

Kejagung Akan lelang Asset BLBI

"Yang dilelang berupa tanah dan bangunan. Semua hasil lelang akan masuk ke kas negara."

NASIONAL | 10 Februari 2012

Anggota Komisi III kesal pada Nasir

“Kedepan harus diatur agar kunjungan anggota komisi III DPR betul-betul untuk kepentingan tugas pengawasan dan bukan untuk kepentingan pribadi anggota. Jangan sampai gara-gara noda setitik rusak susu sebelanga,” kata Martin.

NASIONAL | 10 Februari 2012

Malam ini, KPK Gelar Perkara Century

Terutama terkait 13 temuan penting BPK.

NASIONAL | 10 Februari 2012

Kader Demokrat yang Banyak Bicara Dipanggil Komisi Pengawas

Salah satu kader yang dipanggil adalah Ruhut Sitompul, sementara lainnya, Silalahi tak mau mengatakan.

NASIONAL | 10 Februari 2012

Penyidik KPK 10 Jam Geledah Ruang Banggar

Mereka membawa empat kardus coklat, satu kardus putih, dan dua tas hitam.

NASIONAL | 10 Februari 2012


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS