Gara-gara Kabut Asap, 58 Penerbangan dari dan ke Pekanbaru Dibatalkan

Gara-gara Kabut Asap, 58 Penerbangan dari dan ke Pekanbaru Dibatalkan
Ilustrasi penerbangan terganggu kabut asap. ( Foto: Ist / Ist )
Senin, 26 Oktober 2015 | 13:11 WIB

Pekanbaru - Otoritas Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau menyatakan sebanyak 58 jadwal penerbangan pada Senin (26/10) dipastikan batal akibat kabut asap kebakaran lahan dan hutan.

"Hingga siang ini sudah 58 penerbangan yang membatalkan penerbangan dari total 76 jadwal penerbangan," kata Airport Duty Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru, Ongah Hasnan di Pekanbaru, Senin (26/10).

Ia menjelaskan seluruh jadwal penerbangan yang membatalkan penerbangan merupakan kebijakan yang diterapkan maskapai sejak Minggu lalu (25/10).

Selain itu, terdapat juga sejumlah maskapai seperti Garuda Indonesia, Sriwijaya dan Susi Air yang memastikan menghentikan seluruh aktivitas dari dan ke Bandara SSK II Pekanbaru hingga akhir Oktober mendatang.

Lebih lanjut, Hasnan mengatakan maskapai yang beroprerasi pada Senin ini adalah Citilink, Lion Air, Batik Air, Silk Air dan Malindo Air.

"Namun tidak seluruh jadwal penerbangan dilakukan oleh masakapai tersebut karena beberapa rute telah dibatalkan sejak kemarin. Untuk hari ini ada 18 jadwal penerbangan," jelasnya.

Ia menjelaskan jarak pandang akibat asap pekat yang menyelimuti Kota Pekanbaru membuat jarak pandang di landasan pacu Bandara sepanjang 2.400 meter dan lebar 45 meter pada pukul 12.00 WIB masih berkisar 700 meter.

Otoritas Bandara SSK II Pekanbaru sebelumnya menyerahkan sepenuhnya kepada masing-masing maskapai untuk terbang atau tidak di tengah kabut asap pekat menyelimuti wilayah Pekanbaru.

Kepala Divisi Pelayanan dan Operasional Bandara Internasional SSK II, Hasturman Yunus mengatakan pembatalan suatu rute penerbangan baik domestik mapun internasional tergantung kebijakan dari masing-masing maskapai yang menerbangi.

Lazimnya, kata dia, maskapai membatalkan suatu rute terbang karena visibility atau jarak pandang di bandara tujuan teranggu karena berada di bawah 1.000 meter sesuai standar minimal pendaratan pesawat.

Kalau kabut asap pekat terjadi, maka wilayah bandara tertutup kabut. Akibatnya, pilot pesawat tidak bisa melihat secara visual dari udara dimana letak landasan pacu berada.

"Setiap hari, kami punya jadwal 70 penerbangan. Tapi beberapa rute terbang dibatalkan dan itu kebijakan maskapai masing-masing. Seperti Garuda layani Pekanbaru-Jakarta tiap hari tujuh penerbangan, saat ini dikurangi jadi empat penerbangan," katanya.

Pada waktu normal tidak kurang dari 66 sampai 78 kali pesawat terbang melakukan aktivitas mendarat atau lepas landas melalui Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II dengan jumlah penumpang mencapai 8.000 orang.

Aktivitas penerbangan tersebut dilakukan oleh 11 maskapai baik rute domestik dan internasional seperti Lion Air, Garuda Indonesia, Batik Air, Indonesia AirAsia, Citilink, Susi Air, Silk Air, AirAsia, Firefly, Sriwijaya Air dan Malindo Air. 

Sumber: Antara