Pemekaran Daerah Harus Demi Kepentingan NKRI
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.144 (-1.14)   |   COMPOSITE 6258.75 (-10.28)   |   DBX 1361.34 (-0.65)   |   I-GRADE 179.18 (-0.62)   |   IDX30 502.509 (-1.33)   |   IDX80 134.874 (0.02)   |   IDXBUMN20 393.542 (-2.05)   |   IDXESGL 138.721 (0.08)   |   IDXG30 140.869 (-0.28)   |   IDXHIDIV20 444.908 (-0.07)   |   IDXQ30 144.657 (-0.05)   |   IDXSMC-COM 296.3 (0.74)   |   IDXSMC-LIQ 351.212 (3.56)   |   IDXV30 132.413 (1.76)   |   INFOBANK15 1051.36 (-9.47)   |   Investor33 433.839 (-1.51)   |   ISSI 179.41 (0.06)   |   JII 608.801 (0.64)   |   JII70 214.954 (0.38)   |   KOMPAS100 1205.85 (-1.58)   |   LQ45 941.363 (-1.13)   |   MBX 1692.14 (-3.13)   |   MNC36 321.868 (-1.1)   |   PEFINDO25 321.871 (0)   |   SMInfra18 304.318 (3.57)   |   SRI-KEHATI 368.746 (-1.3)   |  

Pemekaran Daerah Harus Demi Kepentingan NKRI

Sabtu, 21 November 2015 | 18:43 WIB
Oleh : Carlos KY Paath / WBP

Bogor – Pemekaran daerah seharusnya bertujuan semata-mata untuk kepentingan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI). Pemekaran diharapkan tidak untuk kepentingan sebuah kelompok.

Demikian dikemukakan Direktur Penataan Daerah, Otonomi Khusus dan DPOD Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Teguh Setyabudi.

Hal itu disampaikan Teguh saat diskusi bertajuk “Implementasi UU 23/2014 dalam Kebijakan Desain Besar Penataan Daerah (Desertada)” dalam rangka Lokakarya Pers Wartawan Pokja Kemdagri di Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/11) malam.

Dia menyatakan, suatu daerah dapat dimekarkan berdasarkan kepentingan strategis nasional. Misalnya, apabila terdapat usulan dari kementerian/lembaga. “Sampaikan ke Menko Polhukam, Mendagri, Menkumham lalu ke Presiden. Artinya tidak atas penilaian kementerian itu semata. Banyak daerah ke Kemdagri minta tolong daerahnya ditetapkan sebagai daerah pemekaran kepentingan strategis nasional,” ujarnya.

Dia menuturkan, beberapa daerah juga meminta agar dijadikan daerah otonomi khusus (otsus). Saat ini, otsus hanya diberikan kepada lima daerah yaitu Aceh, DKI Jakarta, DIY, Papua dan Papua Barat. “Sekarang muncul wacana beberapa provinsi minta otsus, contoh Kalimantan Timur, ada Kepulauan Riau, ada Bali, ada Tidore juga minta. Alasannya macam-macam,” tuturnya.

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Satgas Netralitas Terus Pantau ASN Tak Netral

Meski begitu, satgas tidak dapat menjatuhkan sanksi bagi ASN.

NASIONAL | 21 November 2015

Pulau Jawa dan Bali Tidak Mungkin Jadi 14 Provinsi

Jawa Barat berpeluang dimekarkan satu provinsi lagi, termasuk Jawa Tengah.

NASIONAL | 21 November 2015

2016, Pemkot Cimahi Revitalisasi Pengelolaan Sampah Organik

Volume sampah di Kota Cimahi setiap harinya mencapai 1.400 meter kubik.

NASIONAL | 21 November 2015

Paku Alam IX Mangkat

Paku Alam IX diangkat menjadi wakil gubernur Yogyakarta pada 2003.

NASIONAL | 21 November 2015

Jokowi Tegaskan India sebagai Mitra Maritim ASEAN

Kerja sama ASEAN-India di bidang maritim akan memberikan kontribusi terhadap keamanan kawasan.

NASIONAL | 21 November 2015

PDIP Yakini Dimas-Babai Bisa Ubah Wajah Kota Depok

Peluang bagi Dimas-Babai untuk memenangkan Pilkada Kota Depok sangatlah besar.

NASIONAL | 21 November 2015

Megawati Hadiri Kampanye Bakal Calon Gubernur Jambi

Megawati sendiri tidak melakukan orasi.

NASIONAL | 21 November 2015

Kanwil BRI Manado Gelar Operasi Bibir Sumbing

Kegiatan baksos ini merupakan kepedulian BRI kepada masyarakat yang kurang beruntung.

NASIONAL | 21 November 2015

BPBD Kupang Pasang Rambu Antisipasi Bahaya Tsunami

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang memasang rambu bahaya tsunami, sebagai peringatan dini bagi warga untuk menghindari diri.

NASIONAL | 21 November 2015

Ternate Kembali Diguncang Gempa

Wilayah ini 11 kali diguncang gempa sejak Kamis (19/11) lalu dengan kekuatan berbeda-beda.

NASIONAL | 21 November 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS