Setahun Kepemimpinan Presiden Jokowi, Indonesia Banyak Perubahan Positif
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 478 (-2)   |   COMPOSITE 5970 (-24)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1399 (0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-1)   |   IDX30 472 (-2)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1238 (-9)   |   IDXBUMN20 362 (-2)   |   IDXCYCLIC 737 (-3)   |   IDXENERGY 740 (3)   |   IDXESGL 129 (-0)   |   IDXFINANCE 1333 (-6)   |   IDXG30 133 (-0)   |   IDXHEALTH 1280 (3)   |   IDXHIDIV20 418 (-2)   |   IDXINDUST 960 (-5)   |   IDXINFRA 873 (-4)   |   IDXMESBUMN 103 (-0)   |   IDXNONCYC 731 (-1)   |   IDXPROPERT 875 (-2)   |   IDXQ30 135 (-0)   |   IDXSMC-COM 281 (-0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (-1)   |   IDXTECHNO 3345 (-54)   |   IDXTRANS 1045 (-3)   |   IDXV30 126 (-0)   |   INFOBANK15 959 (-5)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 407 (-1)   |   ISSI 175 (-0)   |   JII 573 (-2)   |   JII70 204 (-1)   |   KOMPAS100 1132 (-6)   |   LQ45 888 (-4)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1591 (-7)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 302 (-1)   |   PEFINDO25 291 (0)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 341 (-1)   |   TRADE 872 (0)   |  

Setahun Kepemimpinan Presiden Jokowi, Indonesia Banyak Perubahan Positif

Minggu, 29 November 2015 | 08:19 WIB
Oleh : Carlos Roy Fajarta / FMB

Jakarta - Sudah setahun pemerintahan Presiden RI Joko Widodo berjalan, meski perlambatan ekonomi global dan turunnya harga komoditas ekspor yang melanda negeri ini, namun lebih banyak perubahan positif terutama dalam aspek pembangunan infrastruktur serta kebijakan ekonomi jangka panjang.

Hal tersebut terungkap dalam ‎acara diskusi yang diadakan oleh lembaga Markplus Center Public Services, Sabtu (28/11) di Tower A Eighty Eight, Kota Kas‎ablanka, Jakarta Selatan yang dihadiri oleh beberapa panelis yang mengenal secara dekat dengan mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Direktur Utama Perum Perhutani‎, Mustoha Iskandar, contohnya, ia mengatakan semenjak kepemimpinan Jokowi pada tahun 2014 lalu, Indonesia banyak mengalami pembenahan dalam hal investasi dan daya saing.

"Saat ini kita masuk dalam posisi 16 besar negara dengan ekonomi paling berkembang di dunia, dan pada tahun 2030 Indonesia bisa masuk tujuh negara dengan ekonomi terbesar di dunia bila pemerintah terus mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Mustoha.

Ia juga mengungkapkan bahwa rencana pemerintah untuk masuk dalam Trans Pacific Partnership (TPP) pada 2016 merupakan langkah maju dalam menarik ekonomi Indonesia bisa lebih maju dan tidak ditinggalkan oleh investor.

‎Dampak positif lainnya juga diungkapkan oleh Direktur Utama PT Garuda Indonesia yang juga menjabat sebagai Ketua Indonesia Marketeers Association (IMA) periode 2015 – 2017, Arif Wibowo.

Ia melihat Indonesia sejak dipegang oleh Presiden Jokowi jauh lebih kompetitif dan mampu berdaya saing dibandingkan negara-negara berkembang lainnya, hal ini terlihat dari Global Competitiveness Index yang meloncat dari posisi 74 ke posisi 20.

‎"Bahkan beliau sangat mendukung industri pariwisata dalam negeri dengan membebaskan Visa bagi 90 negara, dan keputusan ini merupakan salah satu terobosan untuk semakin mengenalkan keindahan wisata dalam negeri pada turis mancanegara," kata Arif.

Hal positif lainnya juga terlihat dari upaya pemerintah dalam menumbuhkan usaha kecil menengah, dengan menyusutkan prosentasi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari angka 22 persen menjadi 12 persen, dan akan diperkecil lagi menjadi 9 persen pada tahun-tahun mendatang.

Namun Arif meminta pemerintahan melalui Kementrian Perhubungan RI untuk meningkatkan fasilitas infrastruktur di 230 bandar udara yang ada di Indonesia, pasalnya 70 persen dari total jumlah bandar‎ udara itu masih mengandalkan visual landing.

"Dampaknya rotasi pesawat menjadi pendek sehingga membebankan maskapai penerbangan yang mengantri untuk lepas landas atau mendarat‎, dan di sebagian besar lokasi pariwisata unggulan belum bisa dilandasi oleh pesawat tipe 737 dan 720," tambahnya.

Sedangkan, Vice President Director PT Toyota Astra Motor‎, Suparno Djasmin, memuji keputusan berani Jokowi yang menghentikan lebih dari Rp 200 triliun subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tidak tepat sasaran dan membelenggu Indonesia selama ini.

"Pak Jokowi ini punya keberanian seorang leader, beliau berani melakukan yang benar, dia fokus pada infrastruktur dan swasembada pangan, sehingga buying power masyarakat lambat laut meningkat," kata Djasmin.

Ia juga menilai banyak proyek-proyek infrastruktur yang mangkrak di era sebelum Jokowi sudah dilanjutkan kembali sehingga ekonomi domestik berkembang‎, dan berbagai implementasi kebijakan di daerah sangat terasa.

"Dari kacamata seorang marketing, sosok Jokowi tidak hanya menimbulkan persepsi masyarakat saja, tapi value of goverment benar terasa langsung oleh masyarakat, berbagai pembangunan infrastruktur nanti akan sangat terasa pada tahun 2017 dan 2018‎," lanjutnya.

Selain itu panelis lainnya, Managing Director Siloam Hospitals Group, Dr. Anang Prayudi, mengungkapkan dua hal fundamental yang disentuh oleh Presiden Jokowi saat terpilih dalam Pemilu Presiden 2014 lalu adalah pendidikan dan kesehatan.

‎"Kalau kita bicara kesehatan, tantangannya sangat luar biasa, industri kesehatan di South East Asia sifatnya fast growing meski penetrasinya rendah‎, padahal pertumbuhan penduduk di Indonesia sangat tinggi, jadi kebutuhan akan layanan kesehatan juga akan terus meningkat," kata Anang.

Ia berharap agar pemerintah pusat mempermudah izin bagi pihak private sector (swasta) untuk membangun Rumah Sakit di daerah, yang saat ini untuk membuka RS harus memenuhi 102 peraturan ‎prasyarat.

"Masih harus ada sinkronisasi antara peraturan pemerintah pusat dengan pemerintah daerah," ungkap Anang.

Pertemuan diskusi tersebut juga menghadirkan Menteri Dalam Negeri RI‎, Tjahjo Kumolo sebagai keynote speaker. Dalam sambutannya, Tjahjo menilai pemerintahan Jokowi sudah dalam track yang benar meski banyak hal yang harus diperbaiki.

"‎Syarat utama pembangunan Indonesia ada tiga hal, yakni pemerataan pembangunan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat, sehingga hasilnya kehidupan rakyat jauh lebih sejahtera‎," kata Tjahjo.

Ia mengungkapkan pemerintah baru mulai berjalan sebenarnya yakni pada akhir Februari 2015 saat APBN disahkan DPR, sehingga pada bulan Maret proyek jalan dan April pembangunan infrastruktur mulai berjalan.

"Untungnya keterlambatan pengesahan anggaran itu dibantu dengan kebijakan penghilangan subsidi BBM‎, jadi beban ekonomi Indonesia lebih ringan," katanya.

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kepala BNNP Papua Pimpin Operasi, 4 Orang Ditangkap

Operasi ini dilakukan di seputaran Kota Jayapura.

NASIONAL | 29 November 2015

Calon Tunggal Pilkada Tasikmalaya Tetap Ikut Debat

Mereka menghadapi panelis dari kelompok akademisi setempat.

NASIONAL | 29 November 2015

Di Bangka Tengah, Upah Melipat Kertas Suara Rp 200/Lembar

Karena pesertanya hanya dua pasangan sehingga pekerjaan melipat lebih mudah.

NASIONAL | 29 November 2015

Gempa Pandeglang Terasa Hingga Sukabumi

Gempa bumi berpusat di Pandeglang, Banten pada lokasi 7.32 LS,105.81 dengan kedalaman 75 km.

NASIONAL | 28 November 2015

Gempa 5,6 SR Guncang Banten

Gempa terjadi pada pukul 21.47 WIB, pusat gempa berada 77 kilometer sebelah tenggara Pandeglang.

NASIONAL | 28 November 2015

16 Kecamatan di Lebak Rawan Banjir

"Semua daerah rawan banjir itu terjadi akibat meluapnya sejumlah sungai."

NASIONAL | 28 November 2015

Mahasiswa Desak Pemerintah Nasionalisasi Aset Freeport

UU nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal Asing dianggap terlalu condong ke prinsip negara kapital.

NASIONAL | 28 November 2015

KPK Siap Usut Kasus Pilkada Buton

Perkara ini seharusnya menjadi fokus para penyidik di lembaga antirasuah.

NASIONAL | 28 November 2015

Menko Polhukam Diminta Tegur Habib Rizieq

"Perilaku pimpinan Front Pembela Islam (FPI) tersebut kami nilai bisa menimbulkan potensi perpecahan antar anak bangsa."

NASIONAL | 28 November 2015

Kampanye Pilkada Karawang Diwarnai Aksi Bagi-bagi Uang

Massa yang berada di dekat panggung saling berebut uang pecahan Rp50.0000 dan Rp100.000 yang dilempar oleh beberapa tim kampanye.

NASIONAL | 28 November 2015


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS