Yudi Latif: Revolusi Mental Harus Berbasiskan Pancasila

Yudi Latif: Revolusi Mental Harus Berbasiskan Pancasila
Yudi Latif ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / JAS Jumat, 4 Desember 2015 | 06:45 WIB

Jakarta – Pengamat sosial Yudi Latif mengungkapkan bahwa revolusi mental yang didengung-dengungkan oleh pemerintahan Jokowi-JK harus berbasiskan Pancasila. Menurut Yudi, revolusi mental ini menjadi salah satu unsur dalam Revolusi Pancasila.

Hal ini disampaikan oleh Yudi saat acara bedah bukunya Revolusi Pancasila yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Lembaga Administrasi Negara (LAN) di Ruang Serba guna STIA LAN, Jalan Penjompongan, Jakarta Pusat, Kamis (3/12).

Dalam bedah buku ini, hadir sebagai pembedah adalah Guru Besar UI Thamrin Amal Tamagola dan dosen STIA LAN Asropi. Acara ini dihadir juga oleh Ketua STIA LAN Makhdun Priyatno, para dosen STIA LAN, pejabat struktural LAN, dan pejabat fungsional lainnya di lingkungan LAN serta mahasiswa STIA LAN baik dari program studi sarjana maupun magister.

“Kalau kita berbicara tentang Revolusi Mental, maka harus berdasarkan Pancasila. Revolusi Mental merupakan salah satu unsur dari Revolusi Pancasila. Revolusi Mental ini diorientasikan agar mental Pancasila bisa menjiwai dan mendorong perubahan di bidang material dan politik yang sejalan dengan idealitas Pancasila,” jelas Yudi saat memaparkan materi bukunya.

Yudi menjelaskan Revolusi Pancasila menghendaki adanya perubahan mendasar secara akseleratif, yang melibatkan revolusi material (sila kelima), mental kultural (sila ke-1,2,3) dan politikal (sila keempat). Revolusi (basis) material, katanya diarahkan untuk menciptakan perekonomian merdeka yang berkeadilan dan berkemakmuran, berlandaskan usaha tolong-menolong (gotong royong) dan penguasaan negara atas cabang-cabang produksi yang penting yang menguasai hajat hidup orang banyak.

“Revolusi (superstruktural) mental-kultural diarahkan untuk menciptakan masyarakat religius yang berprikemanusiaan, yang egaliter mandiri, amanah dan terbebas dari berhala materialisme-hedonisme, serta sanggup menjalin persatuan dengan semangat pelayanan,” terangnya

Sementara revolusi (agensi) politikal, lanjutnya diarahkan untuk menciptakan agen perubahan dalam bentuk integrasi kekuatan nasional melalui demokrasi permusyawaratan yang berorientasi persatuan (negara kekeluargaan) dan keadilan (negara kesejahteraan).

“Revolusi politik ini bisa diwujudkan dengan pemerintahan negara yang melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan perdamaian dan keadilan,” tandasnya.

Tekait gerakan revolusi mental, kata Yudi tidak hanya berhenti pada perubahan pola pikir dan kejiwaan saja, tetapi juga pada kebiasaan dan karakter yang menyatu antara pikiran, sikap dan tindakan sebagai suatu integritas. Dasar dan haluan revolusi mental ini, jelas Yudi adalah nilai Pancasila, terutama sila ke-1, 2, dan 3.

“Dalam ketiga sila tersebut dinyatakan bahwa setiap manusia diciptakan oleh cinta kasih Sang Maha Pencipta, sehingga semua manusia sederajat yang melahirkan semangat mental egalitarianisme. Setiap pribadi dimuliakan oleh Sang Pencipta dengan bawaan hak asasi yang tidak bisa dirampas, hak milik, kehormatan-kemerdekaan dengan kedudukan yang sama di hadapan hukum,” terang dia.

Lebih lanjut, Yudi mengatakan bahwa fokus revolusi mental Pancasila adalah mentalitas kemandirian, mentalitas gotong royong dan mentalitas pelayanan. Ketiga disebut tricita revolusi mental.

“Kemandirian, gotong royong, dan pelayanan harus menjadi landasan ideologi kerja bagi penyusunan platform dengan segala turunan program dan kebijakannya di semua lini dan sektor pemerintahan. Ketiganya dapat memberikan framework yang memudahkan perumusan prioritas pembangunan, pencanangan, program kerja, serta pilihan kebijakan yang diperlukan,” pungkas Yudi.

Buku Revolusi Pancasila karya Yudi Latif ini diterbitkan pada Juni 2015 oleh penerbit Mizan. Dalam buku setebal 208 halaman ini, Yudi mengulas secara detail tentang sejumlah topik terkait Revolusi, Pancasila, dan Revolusi Pancasila. Pada bagian Revolusi Pancasila dijelaskan sifat revolusi Pancasila, tujuan sampai program-program revolusi Pancasila.