Teroris di Bekasi Pecahan Kelompok Jamaah Kalifah Daulah Nusantara

Teroris di Bekasi Pecahan Kelompok Jamaah Kalifah Daulah Nusantara
Ilustrasi teroris ( Foto: Antara / Antara )
Farouk Arnaz / JAS Kamis, 24 Desember 2015 | 10:44 WIB

Jakarta - Detasemen Khusus 88/Mabes Polri kembali menangkap dua orang terduga teroris di dua tempat berbeda di Bekasi, Jawa Barat Rabu (23/12).

"Kedua orang itu pecahan kelompok yang mengatasnamakan dirinya Jamaah Kalifah Daulah Nusantara. Terpengaruh ISIS namun berbeda dengan kelompok yang kami tangkap sebelumnya," kata seorang sumber di lingkungan Mabes Polri saat dihubungi Kamis (24/12).

Kedua orang itu, menurut sumber tersebut, bernama Abu Muzab dan Ali. Keduanya ditangkap di kawasan Medan Satria, Bekasi.

"Di antara mereka sendiri ada yang bertentangan. Ada yang sudah berniat ngebom, ada yang masih mengatakan ini saatnya melakukan persiapan dulu. Bersama mereka kami sita bahan dan cara membuat bom," lanjut sumber tersebut.

Sebelum menangkap dua orang ini, pada pekan lalu, Densus juga menangkap sembilan terduga teroris di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Mereka yang ditangkap di Jatim adalah Joko Ardiyanto alias Ardiyanto alias Luluk alias Asmaro yang ditangkap di Perum Kotabaru, Driyorejo, Gresik.

Lalu M Khairul Anam alias Muhamad alias Karto alias Bravo alias Amin, lalu Teguh Prambanan, dan Imran dibekuk di Mojokerto. Mereka berempat adalah jaringan Jamaah Islamiah yang membuat senjata rakitan di Klaten, Jawa Tengah.

Lalu jaringan di Jateng dan Jabar adalah jaringan Abu Jundi. Mereka ditangkap terkait plot teror pengeboman Syiah.

Mereka adalah Riswandi alias Iwan alias Zaid dan Yudinon Syahputra alias Kholid yang ditangkap di Majenang serta Zaenal dan Asep Urip di Tasikmalaya, dan Abu Jundi alias Abdul Karim di Sukoharjo.

Kelompok ini berniat mengebom pada pengikut syiah di Pekalongan, Bandung, dan Pekanbaru. Dana pembuatan bom itu didapat dari seorang TKI di Hongkong berinisial TA sejumlah Rp 8 juta yang merupakan istri dari Zaenal.

Sumber: BeritaSatu.com