Bengkulu Peringkat Pertama Angka Kemiskinan Tertinggi Se-Sumatera

Bengkulu Peringkat Pertama Angka Kemiskinan Tertinggi Se-Sumatera
Potret kemiskinan di Indonesia ( Foto: Beritasatu.com / Danung Arifin )
Usmin / LES Selasa, 5 Januari 2016 | 14:20 WIB

Bengkulu- Hingga akhir Desember 2015 lalu, jumlah warga miskin di Provinsi Bengkulu, mencapai diatas 300.000 jiwa. Mereka tersebar di 10 kabupaten dan kota di daerah ini.

"Angka kemiskinan di Provinsi Bengkulu, sampai sekarang masih tinggi sebesar 17 persen atau setara jiwa 300.000 jiwa lebih dari jumlah penduduk 1,7 jiwa," kata Kepala Bidang Statistik, Badan Pusat Statistik (BPS) Bengkulu, Timbul P Silitonga, di Bengkulu, Selasa (5/1).

Ia mengatakan, angka kemiskinan di Bengkulu, dalam lima tahun terakhir tidak beranjak turun dari 300.000 jiwa lebih tersebut. Bahkan, pada September 2015 lalu, angka kemiskinan di daerah ini sempat mencapai 18,15 persen.

Namun, angka tersebut kemudian turun dan sekarang tetap berada pada angka 17 persen. "Jadi, dalam lima tahun ini, Pemprov Bengkulu tidak mampu mengurangi orang miskin di daerah ini," ujarnya.

Dengan angka kemiskinan yang besar tersebut, maka Provinsi Bengkulu, saat ini menempati rangking pertama angka kemiskinan tertinggi di wilayah Sumatera.

Timbul mengatakan, ada beberapa faktor penyebab masih tingginya angka kemiskinan di Bengkulu, antara lain harga butuhan pokok di daerah ini tidak sebanding dengan pendapatan masyarakat, seperti beras, cabai merah, daging ayam ras, telur ayam ras, dan mie, serta rokok.

Sedangkan komoditi bukan makanan, di antaranya biaya perumahan, bensin, listrik, dan pendidikan dan kesehatan. Dengan tinginya harga komoditas tersebut, maka daya beli masyarakat menjadi rendah.

Hal ini terjadi karena penghasilan mereka tidak sebanding dengan harga bahan pangan yang berlaku di Bengkulu. Karena itu, sepanjang harga bahan pangan tidak sebanding dengan penghasilan masyarakat, maka angka kemiskinan di Bengkulu tetap tinggi.

Selain itu, dampak harga sawit dan karet yang terus merosot di Bengkulu, sejak dua tahun terakhir juga memberikan andil besar dalam meningkatnya jumlah warga miskin di daerah ini.

Sebab, sejak harga karet dan sawit anjlok, maka pendapatan masyarakat petani durun drastis, sehingga daya beli terhadap barang kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya menjadi turun.

Sementara itu, Plt Sekda Provinsi Bengkulu, Sumardi mengatakan, untuk menekan angka kemiskinan di daerah ini, pada tahun 2016 Pemprov setempat akan melaksanakan sejumlah program terkait langsung dengan masyarakat.

Selain itu, Pemprov Bengkulu terus memperkuat pembangunan di sektor pertanian, khususnya tanaman padi dengan memperbaiki infrastruktur pertanian di daerah ini.

Dengan demikian, intensitas kegiatan penanaman padi di berbagai kabupaten dan kota di Bengkulu meningkat, sehingga hasik panen padi ke depan dapat meningkat secara signifikan.

"Jika petani dapat melaksanakan panen dua kali setahun dengan lancar, maka pendapatan mereka akan meningkat. Kalau pendapatan meningkat maka mereka tidak masuk lagi dalam kategori warga miskin," ujarnya.

Sumber: Suara Pembaruan