Kontras Tantang Jokowi Ungkap Kasus yang Melibatkan Pendukungnya
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 478 (-2)   |   COMPOSITE 5970 (-24)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1399 (0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-1)   |   IDX30 472 (-2)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1238 (-9)   |   IDXBUMN20 362 (-2)   |   IDXCYCLIC 737 (-3)   |   IDXENERGY 740 (3)   |   IDXESGL 129 (-0)   |   IDXFINANCE 1333 (-6)   |   IDXG30 133 (-0)   |   IDXHEALTH 1280 (3)   |   IDXHIDIV20 418 (-2)   |   IDXINDUST 960 (-5)   |   IDXINFRA 873 (-4)   |   IDXMESBUMN 103 (-0)   |   IDXNONCYC 731 (-1)   |   IDXPROPERT 875 (-2)   |   IDXQ30 135 (-0)   |   IDXSMC-COM 281 (-0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (-1)   |   IDXTECHNO 3345 (-54)   |   IDXTRANS 1045 (-3)   |   IDXV30 126 (-0)   |   INFOBANK15 959 (-5)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 407 (-1)   |   ISSI 175 (-0)   |   JII 573 (-2)   |   JII70 204 (-1)   |   KOMPAS100 1132 (-6)   |   LQ45 888 (-4)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1591 (-7)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 302 (-1)   |   PEFINDO25 291 (0)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 341 (-1)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kontras Tantang Jokowi Ungkap Kasus yang Melibatkan Pendukungnya

Senin, 11 Januari 2016 | 23:26 WIB
Oleh : Robertus Wardi / WBP

Jakarta- Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi)
seorang sarkastik. Pasalnya, Jokowi memuji diri sendiri atas tindakan beraninya, tetapi membunuh orang lain.

“Sarkas! Menyebutkan diri sebagai pemberani, kok untuk ambil nyawa orang,” kata Koordinator Kontras, Haris Azhar di Jakarta, Senin (11/1).

Sebelumnya, pada Rakernas PDIP pada Minggu (10/1), Jokowi menegaskan dirinya tidak bisa diintervensi siapapun dalam menjalankan pemerintahannya. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut dirinya adalah seseorang yang pemberani dalam segala hal, salah satunya mengeksekusi mati para terpidana narkoba.

Haris menantang Jokowi untuk membuktikan keberaniannya dengan mengusut kasus-kasus yang melibatkan pendukungnya selama Pilpres 2015. “Berani tidak Jokowi mendorong agar pengadilan bisa mengadili Hendropriyono karena kasus Talangsari 1987? Berani tidak periksa Megawati untuk kasus BLBI? Usut kasus darurat militer di Aceh berani tidak? Kalau Jokowi terima tantangan ini, barulah pantas menyebut dirinya sebagai Presiden yang tidak bisa diintervensi dan pemberani,” tuturnya.

Menurutnya, materi yang disampaikan Jokowi dalam Rakernas PDIP 2015 justru banyak yang tidak nyambung. Sudah tidak ada yang bisa dijual, lalu kasus hukum mati yang dijual. “Awalnya berbicara tentang keberanian dalam persoalan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Kok indikatornya soal hukuman mati, kan aneh. Persoalan MEA itu tentang persaingan sumber daya manusia (SDM), usaha dan ekonomi. Kemudian menyinggung hukuman mati. Pernyataan yang sangat ngawur itu. Malah eksekusi mati yang pelaksanaannya terkesan digembar gemborkan Jaksa Agung telah berperan mencoreng nama baik bangsa Indonesia di mata Internasional,” tegasnya.

Haris menyarankan Jokowi lebih mendengarkan para ahli sebelum menyampaikan presentasi dalam sebuah forum nasional agar tidak memalukan. Hukuman mati, bukanlah sebuah prestasi membanggakan bagi seorang presiden dalam menjalankan pemerintahannya. “Hukuman mati bukan tolak ukur prestasi atau keberanian seorang presiden ataupun jaksa agung sebagai eksekutor. Banyak-banyak mendengar para ahli lah. Biar tahu pengetahuan dari setiap isu," tegasnya.

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Daripada Bicara Kekuasaan, PDIP Pilih Konsentrasi Sukseskan Pemerintahan Jokowi-JK

PDIP menegaskan akan lebih fokus memastikan keberhasilan program-program Nawa Cita pemerintahan Jokowi-JK.

NASIONAL | 12 Januari 2016

PAN: Reshuffle Wewenang Presiden

Ketua DPP PAN Teguh Juwarno juga menegaskan bahwa pihaknya sangat menghormati hak prerogatif Presiden Jokowi terkait kabinet.

NASIONAL | 12 Januari 2016

Usut Kasus Dewie Limpo, KPK Periksa Politikus Gerindra

Bambang diduga mengetahui banyak hal mengenai proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hydro (PLTMH) yang diusulkan Dewie.

NASIONAL | 12 Januari 2016

Teroris di Bandung, Densus Tangkap Tersangka Keempat

Setelah menangkap tiga orang yang ditangkap di Jakarta Utara dan Ciwidey, Densus menangkap seorang lagi.

NASIONAL | 12 Januari 2016

Kasus Kematian Mirna, Polisi Periksa 10 Saksi

Polisi terus bekerja menyelidiki kasus kematian Wayan Mirna Salimin (28) sesaat setelah dia meneguk kopi yang dicurigai mengandung racun sianida.

NASIONAL | 12 Januari 2016

KPK Kembali Periksa Eks Direktur Keuangan Pelindo II

Dian akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RJ Lino.

NASIONAL | 12 Januari 2016

Risma Tidak Mau Bicara Spekulasi Cagub DKI

Risma mengaku berutang banyak kepada warga Surabaya dan harus menghargai warga yang memilihnya di Pilkada Surabaya.

NASIONAL | 12 Januari 2016

Tiga Asosiasi DPRD Dukung Program yang Dihasilkan Rakernas PDIP

Tiga asosiasi DPRD seluruh Indonesia mendukung program yang dihasilkan oleh Rakernas PDIP.

NASIONAL | 12 Januari 2016

Anggota DPD Dukung Pengaktifan Kembali GBHN

Senator asal Lampung Anang Prihantoro mendukung diaktifkannya kembali Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) sebagaimana yang diusulkan PDIP di Rakernas I.

NASIONAL | 12 Januari 2016

Klasifikasi SIM C, Mabes Polri: Itu Baru Wacana

"Sampai saat ini masih dibahas secara internal, jadi wacana SIM C, C1, C2 itu masih jauh sekali," kata Irjen Anton Charliyan

NASIONAL | 12 Januari 2016


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS