Panglima: Tidak Ada Kata Damai Bagi Prajurit Arogan

Panglima: Tidak Ada Kata Damai Bagi Prajurit Arogan
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo membuka Rapat Pimpinan (Rapim) TNI untuk tahun anggaran 2016 di Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (16/12). ( Foto: Suara Pembaruan / Puspen TNI )
Robertus Wardi / HA Senin, 18 Januari 2016 | 22:47 WIB

Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan tidak ada kata damai bagi anak buahnya yang berperilaku arogan dan sewenang-wenang, menyusul sejumlah berita tentang tindak kekerasan yang dilakukan para oknum TNI belakangan ini.

Gatot mengatakan, Senin (18/1), jika terbukti bersalah dan bertindak arogan, prajurit akan ditindak sesuai hukum berlaku dan juga akan dipecat dari kesatuannya.

"Saya ingin garisbawahi bahwa TNI tidak mengenal kata damai bagi prajurit arogan. Komandan Satuan tidak akan pernah melindungi prajurit yang melanggar aturan dan hukum," kata Gatot di Markas Besar TNI di Cilangkap, Jakarta.

Sebagaimana diketahui, pekan lalu, ada prajurit Marinir yang memukul anak kecil hingga babak belur. Kemudian ada anggota Paspamers yang diduga melakukan pemukulan terhadap Camat Tanah Abang.

Gatot menjelaskan dihadapkan pada perkembangan globalisasi dengan kemajuan teknologi, informasi dan komunikasi, TNI harus menghadapi suatu realitas berupa revolusi budaya yang tidak mengenal batas ruang dan waktu.

Menyikapi fenomena tersebut maka perisai dan benteng tangguhnya adalah disiplin yang mencerminkan etika dan moral keprajuritan, kata Gatot.

"TNI berhasil melewati tahun 2015 dengan sarat prestasi dan kinerja optimal. Berbagai pengabdian TNI terkait dengan tugas penegakan kedaulatan negara dan keutuhan wilayah serta misi kemanusiaan dapat dilaksanakan dengan prestasi membanggakan," tuturnya.

Dia menyampaikan beberapa arahan kepada segenap prajurit dan PNS TNI. Pertama, meningkatkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan itulah TNI, baik secara perorangan maupun institusi akan selalu mendapat berkah kekuatan, perlindungan dan kemudahan dalam menjalankan amanah tugas pengabdian.

Kedua, meningkatkan disiplin dengan selalu menjunjung tinggi dan mentaati norma, aturan dan hukum yang berlaku serta menjaga dedikasi dengan terus bekerja, bekerja dan bekerja disertai dengan loyalitas tegak lurus kepada pimpinan.

Ketiga, mengikuti dan mencermati perkembangan situasi perkembangan situasi wilayah masing-masing terutama perkembangan ancaman teroris pasca serangan di sekitar Jalan Thamrin Jakarta dengan selalu meningkatkan deteksi dan cegah dini.

Keempat, memelihara dan meningkatkan hubungan yang harmonis dan kerja sama dengan sesama instansi, menjaga dan memelihara kepedulian dan kebersamaan dengan rakyat, agar TNI selalu dicintai rakyat.

Kelima, menjaga dan mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja TNI dengan dilandasi tekad untuk selalu berbuat terbaik, berani, tulus dan ikhlas, pungkas Gatot.

Sumber: Suara Pembaruan