Aceh Timur Dilanda Banjir, Ribuan Warga Mengungsi

Aceh Timur Dilanda Banjir, Ribuan Warga Mengungsi
Warga menerobos jalan yang tergenang banjir luapan sungai di Desa Seulimum, Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Rabu, 27 Januari 2016. ( Foto: ANTARA FOTO/Ampelsa )
M Kiblat Said / CAH Selasa, 9 Februari 2016 | 08:58 WIB

Banda Aceh - Sebanyak tujuh di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh sejak, Senin (8/2) kemarin hingga pagi ini masih terendam air dengan ketinggian bervariasi. Banjir ini memaksa ribuan penduduk mengungsi ketempat yang lebih tinggi, apalagi ada kawasan yang ketinggian air mencapai dua meter.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, Syahrizal Fauzi kepada SP, Selasa (9/2) mengatakan, dari 11 kecamatan di Aceh Timur saat ini sebanyak tujuh Kecamatan terendam banjir dengan ketinggian air antara satu hingga dua meter.

Lokasi terparah banjir saat ini adalah Kecamatan Ranto Peureulak, Pante Bidari dengan ketinggian air 1-2 meter, sedangkan lima kecamatan lain terendam adalah Kecamatan Julok, Darul Fallah, Nurussalam, Banda Alam, dan Idi Tunong.

Banjir terjadi karena meluapnya sungai Krueng Peureulak dan Arakaundo. Akibat banjir besar itu sebanyak 1.197 kepala Keluarga di Kecamatan Ranto Peurulak dan Pante Bidadari diungsikan ketempat lebih tinggi, karena banjir disana mencapai dua meter.

Banjir yang melada sebagian wilayah Aceh Timur selain merendam ribuan rumah, juga telah merusak sejumlah insfrastruktur, seperti jalan, jembatan, tanggul, dan lahan pertanian, dengan total kerugian belum bisa di prediksi.

Menyusul banjir di Aceh Timur Kadis Sosial Aceh Al Hudri menyalurkan bantuan kepada pengungsi, terutama pada kecamatan yang parah dilanda banjir, bantuan masa panik itu diterima pengungsi kemarin sore.

Lukman Guru SMU Peurulak menyebutkan saat ini sejumlah kecamatan di Aceh Timur dilanda banjir. Genangan air bisa bertambah karena pagi ini daerah tersebut masih dilanda hujan deras. Sejumlah warga was-was karena tingginya curah hujan.

"Banjir juga melanda Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe yang mengakibatkan sejumlah desa di daerah itu terendam banjir dengan ketinggian bervariasi antara 50 sampai 100 sentimeter,"  kata Camat Edi Yandra.

Sementara itu Badan Meterologi Klimatologi Giofisika (BMKG) Kota Lhokseumawe mengingatkan kepada masyarakat untuk waspada angin kencang dan hujan deras yang terjadi di kawasan tersebut dua hari ke depan. "Hujan dengan intensitas sedang dan deras akan terus terjadi di Lhokseumawe dan Aceh Utara serta angin kencang disertai petir juga terjadi, maka warga harus hati-hati dan waspada," ujar Khairenda Muiz selaku tim perkiraan BMKG Lhokseumawe,.

Hujan diperkirakan akan terjadi pada malam dini hari sampai siang dan angin kencang dan ombak besa di laut juga terjadi, sehingga nelayan disarankan tidak melaut.

Sumber: Suara Pembaruan