Ini Jawaban Bima Arya Terkait Peresmian Kantor HTI

Ini Jawaban Bima Arya Terkait Peresmian Kantor HTI
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto ( Foto: Beritasatu.com/Vento Saudale )
Vento Saudale / FER Kamis, 11 Februari 2016 | 18:49 WIB

Bogor - Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, memberikan respon terkait banyaknya kritikan yang mempertanyakan kehadiran dirinya pada peresmian kantor Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) awal Februari lalu. Bima menilai, keberadaaanya di acara tersebut sebagai ajang silaturahmi.

Bima Arya berpadangan perbedaan keyakinan, agama, cara pandang, politik tidak boleh menjadi hambatan untuk menjalin silaturahmi. Ia puj berpendapat jika kehadirannya sebagai pemimpin harus mengayomi dan merawat silaturahmi.

"Saya berbeda pendapat dengan kawan-kawan HTI, termasuk soal khalafah serta cara pandang terhadap agama dan negara. Saya banyak tidak sependapat dengan konsep manifesto khilafah hizbut tahrir," kilahnya, Kamis (11/2).

Bima menyebut, Pancasila sebagai dasar negara sudah final, harga mati, dan pendiriannya tidak akan berubah sampai kapan pun. Bima menegaskan, dirinya tidak setuju dengan kelompok-kelompok yang mencoba memecahkan Negara Kesatuan Repubrik Indonesia (NKRI).

"Justru saya melihat ada persamaan semangat HTI dalam program memberantas korupsi, kemiskinan, pengangguran, HIV AIDS, kriminalitas, dan banyak lainnya. Saya mengajak HTI untuk fokus pada program penyelesaian yang dihadapi rakyat. Pada aspek ideologi sudah selesai Pancasila dan NKRI harga mati," papar Bima.

Menurutnya, pekerjaan rumah pemerintah kota Bogor untuk meringankan beban masyarakat belum tuntas dikerjakan. Perbedaan adalah keniscayaan. Namun, kata dia, kebersamaan harus diperjuangkan. Bima mengakui, masih harus terus belajar dari pendiri bangsa ini untuk mengelola perbedaan, dan mengedepankan kebersamaan, karena pemerintah tidak bisa sendiri menyelesaikan banyak persoalan.

"Saya berterima kasih atas kritik dan koreksi yang disampaikan oleh masyarakat. Ini bagian dari proses dialektika menuju Indonesia yang lebih maju," tambahnya.

Sumber: BeritaSatu.com