Pelacuran yang Dibongkar Bareskrim Bermodus Jebakan Utang

Pelacuran yang Dibongkar Bareskrim Bermodus Jebakan Utang
Ilustrasi. ( Foto: ist )
Farouk Arnaz / WBP Rabu, 17 Februari 2016 | 18:10 WIB

Jakarta- Kasus sindikasi perdagangan orang dengan modus pelacuran yang dibongkar Bareskrim Polri menggunakan modus jeratan utang.

"Dikasih pinjam uang Rp 50 -75 juta. Setelah terjerat utang, mereka dipaksa jual diri. Tiga bulan (melacur) baru dianggap lunas utangnya," kata Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Umum (Tipidum) Bareskrim Polri, Kombes Umar Fana di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (17/2).

Umar mengatakan, modus tersebut menimpa A, seorang anak asal Gorontalo yang dilaporkan hilang oleh orang tuanya. Kasus yang menimpa A, kemudian menjadi jalan masuk untuk mengungkap kasus ini. "Dia ditawari Rp 1,5 juta untuk mau berangkat ke Jakarta kerja d restotan. A ini ibunya janda. Tapi ternyata dia dipekerjakan melayani (laki-laki) di spa plus. Sekali melayani dibayar Rp 500 dan dapatnya Rp 200," imbuh Umar.

Seperti diberitakan, dalam kasus ini polisi berhasil membekuk JC dan AS alias U di sebuah hotel di Jakarta Barat pada Jumat (12/2) lalu. Mereka juga melakukan tindak pidana eksploitasi seksual terhadap empat korban berinisial SR, JW, BL, dan RN. "Total ada 12 korbannya. Kini mereka kami titipkan ke panti sosial. AS itu berperan merekrut dan J yang memberikan uang sekaligus pemilik hotel," sambungnya.

Sumber: BeritaSatu.com