Skandal Bank Banten, KPK Periksa Puluhan Anggota Banggar di DPRD Banten

Skandal Bank Banten, KPK Periksa Puluhan Anggota Banggar di DPRD Banten
Ilustrasi ( Foto: Beritasatu.com/Danung Arifin )
Laurens Dami / WBP Rabu, 17 Februari 2016 | 19:36 WIB

Serang- Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap puluhan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Banten terkait kasus suap pembentukan Bank Banten, di Gedung Serba Guna (GSG) DPRD Banten, Rabu (17/2). Pemeriksaan kali ini berbeda dengan sebelumnya di mana anggota DPRD dipanggil ke gedung KPK di Jakarta. Penyidik justru mendatangi gedung DPRD Banten untuk memeriksa puluhan anggota Banggar.

Berdasarkan pantuan di gedung DPRD Banten, penyidik KPK menggunakan GSG DPRD Banten untuk memeriksa puluhan anggota Banggar. Pemeriksaan dimulai pukul 11.00 WIB. Tampak sejumlah anggota Banggar DPRD Banten yang diperiksa yakni Fitron Nur Ikhsan, Adde Rosi Khoerunnisa, Eli Mulyadi, Budi Prajogo, Abdul Ghani, Suparman, dan Faisal, Zaini. “Melengkapi berkas saja, tapi tadi pertanyaannya tertulis, saya disuruh mengisi. Pertanyaannya nyaris sama dengan yang ditanyakan di gedung KPK sebelumnya,” ujar Fitron setelah keluar dari ruang pemeriksaan.

Pemeriksaan kali ini masih berkaitan dengan upaya melengkapi berkas kasus suap pembentukan Bank Banten untuk tersangka mantan Wakil Ketua DPRD Banten SM Hartono dan Ketua Harian Banggar FL Tri Satriya Santosa.

Berdasarkan data yang dimiliki SP, Ketua Banggar saat ini adalah Asep Rahmatullah, yang juga menjabat Ketua DPRD. Sementara Ketua Harian Banggar adalah FL Tri Satrya Santosa, yang saat ini sedang ditahan KPK karena terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) bersama SM Hartono dan mantan Dirut PT Banten Global Development (BGD) Ricky Tampinongkol.

Para wakil ketua Banggar yakni SM Hartono yang sekarang sudah digantikan oleh Adde Rossi Khaerunnisa, Ali Zamroni, Hj Nur’aeni, dan Hj Muflikhah adalah juga wakil ketua DPRD. Sedangkan jabatan sekretaris Banggar dipegang Sekretaris Dewan (Sekwan) yang berstatus bukan anggota DPRD. Jumlah seluruh anggota Banggar sebanyak 39 orang plus Sekwan selaku sekretaris Banggar yang berstatus bukan anggota.

Puluhan anggota Banggar DPRD Banten itu antara lain Asep Rahmatullah, Ali Zamroni, Muflikhah, Ade Rossi Chaerunnisa, Nur'aeni. Selanjutnya anggota Ananta Wahana, Eri Suhaeri, Muhlis, Rt Ella Wurella, Harun Al Rasyid, Suparman, A Jaini, M Kuswandi, Fitron Nur Ikhsan, Sopwan, Zaid El Habib, Heri Handoko, Yoyon Sujana, Imanudin Sudirman, Ishak Sidik, Tubagus Luay Suphani, Ahmad Fauzi, Hadi Safari, M Sayuti, Budi Prajogo, Muhamad Bonie Mufidjar, Miftahudin, Thoni Fathono Muhkson, Rahmat Abdul Gani, Eli Mulyadi, Gunaral Supriyadi, Ali Nurdin A. Gani dan Halawani.

Untuk diketahui, sebelumnya, Selasa (16/2) penyidik KPK melakukan penggeledahan di Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Banten. Para penyidik membawa berkas/dokumen saat keluar ruang Sekretariat DPRD Provinsi Banten. Salah satu penyidik terlihat membawa berkas dalam koper dorong. Penyidik lain hanya membawa tas punggung.

 

Sumber: Suara Pembaruan