ICW: Sepanjang Tahun 2015, Korupsi Terbanyak di Sektor Keuangan Daerah

ICW: Sepanjang Tahun 2015, Korupsi Terbanyak di Sektor Keuangan Daerah
Ilustrasi ( Foto: Beritasatu.com )
Yustinus Paat / FMB Rabu, 24 Februari 2016 | 18:45 WIB

Jakarta – Indonesia Corruption Watch (ICW) mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2015, kasus korupsi terbanyak dan sudah masuk tahap penyidikan terjadi di sektor keuangan daerah. Berdasarkan temuan ICW, kasus korupsi di sektor keuangan daerah terjadi sebanyak 105 kasus dan menimbulkan kerugian Negara sebesar Rp 385,5 miliar.

“Berdasarkan pemantauan kami sepanjang tahun 2015 terhadap kasus korupsi yang masuk tahap penyidikan sebanyak 550 kasus dengan total kerugian negara sebesar Rp 3,1 triliun. Korupsi paling banyak di sektor keuangan daerah sebanyak 105 kasus dengan kerugian negara Rp 385,5 miliar,” ujar anggota Divisi Investigasi ICW, Wana Alamsyah di Hotel Akmani, Jakarta Pusat, Rabu (24/2).

Sementara sektor lain yang terbanyak juga, kata Wana terjadi di sektor pendidikan dengan 71 kasus yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp. 185 miliar; sektor transportasi dengan 54 kasus yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp. 199 miliar; sektor sosial kemasyarakatan dengan 50 kasus yang mengakibatkan kerugian Negara sebesar Rp. 639,8 miliar; dan sektor kesehatan dengan 41 kasus yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp. 143,3 miliar.

“Sektor pelayanan publik pada tahun 2015 menjadi sektor yang paling rentan untuk dikorupsi. Hal ini terbukti ketika korupsi terjadi di sektor pendidikan, transportasi dan kesehatan masuk dalam kategori 5 terbanyak,” ungkap Wana.

Lebih lanjut, Wana mengatakan tidak heran jika aktor yang paling banyak ditindak pada tahun 2015 adalah pejabat atau pegawai pemda atau kementerian sebanyak 379 orang. Sementara aktor yang paling banyak setelah pegawai pemda adalah direktur, komisaris, konsultan dan pegawai swasta sebanyak 195 orang.

Sumber: BeritaSatu.com