Pencalonan Basuki Sebagai Deparpolisasi Dianggap Terlalu Dini

Pencalonan Basuki Sebagai Deparpolisasi Dianggap Terlalu Dini
Pengunjung mengisi formulir dukungan kepada Basuki Tjahaja Purnama melalui booth Teman Ahok di pusat perbelanjaan Kuningan City, Jakarta. ( Foto: Antara/Puspa Perwitasari )
Yustinus Paat / YUD Sabtu, 12 Maret 2016 | 17:50 WIB

Jakarta - Belakangan ini, perbincangan terkait deparpolisasi semakin hangat dibicarakan sebagai respon atas pencalonan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok melalui jalur perseorangan atau independen. "Teman Ahok" mendorong Ahok memilih jalur independen secepat mungkin agar syarat pencalonan bisa dipenuhi dengan pengumpulan KTP.

Menanggapi wacana deparpolisasi, Pengamat Politik dari Populi Center Tommy Legowo memilai terlalu dini menyebutkan langkah Ahok melalui  jalur independen sebagai bentuk deparpolisasi. Menurut Tommy, apa yang terjadi sebenarnya kekhawatiran "Teman Ahok" atas pencalonannya dan ketakutan teman parpol atas langkah politik Ahok.

"Deparpolisasi ungkapan terlalu dini merespon pencalonan Ahok melalui jalur independen. Deparpolisasi yang menjadi pembicaraan pekan ini hanya bentuk kepanikan teman dari partai politik, ya kaget saja dengan move politik Ahok," kata Tommy di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (12/3).

Deparpolisasi, menurut Tommy merupakan upaya atau proses sengaja atau tidak sengaja untuk menihilkan peran partai politik. Deparpolisasi, kata dia menjadi perhatian serius karena partai politik merupakan pilar demokrasi.

"Pada zaman pak Harto (era Orde Baru) dulu ada deparpolisaasi dalam pengertian penyederhaann parpol atau usaha untuk mengurangi atau bahkan meniadakan partai politik. Pada saat itu, muncul isu deparpolisasi karena jalan untuk pemilu demokratis melalui parpol," ungkap dia.

Sekarang isu deparpolisasi muncul kembali dengan pencalonan Ahok melalui jalur independen. Menurut Tommy, adanya calon independen seolah-olah menjadi saingan calon kepala daerah dari parpol.

"Sebenarnya dalam realitas Ahok maju melalui jalur independen, terlalu dini dikatakan deparpolisasi. Baik jalur independen dan jalur parpol atau gabungan parpol sama-sama dilindungi undang-undang sebagai bentuk kesamarataan setiap warga negara berpartisipasi dalam kehidupan politik," jelas Tommy.

Sumber: BeritaSatu.com