Bangun Infrastruktur, Kempupera Gandeng 15 Perguruan Tinggi
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.662 (-0.19)   |   COMPOSITE 6338.51 (20.69)   |   DBX 1329.17 (13.03)   |   I-GRADE 184.48 (-0.19)   |   IDX30 515.715 (0.41)   |   IDX80 138.838 (-0.03)   |   IDXBUMN20 409.612 (-1.08)   |   IDXESGL 142.422 (-0.38)   |   IDXG30 145.816 (-0.74)   |   IDXHIDIV20 454.583 (0.64)   |   IDXQ30 147.765 (0.09)   |   IDXSMC-COM 298.595 (-0.51)   |   IDXSMC-LIQ 365.651 (-2.93)   |   IDXV30 136.758 (-0.11)   |   INFOBANK15 1078.32 (-6.36)   |   Investor33 444.53 (0.07)   |   ISSI 183.756 (1.09)   |   JII 631.17 (2.63)   |   JII70 223.177 (0.26)   |   KOMPAS100 1240.03 (1.04)   |   LQ45 967.718 (-0.06)   |   MBX 1724.61 (3.72)   |   MNC36 328.799 (0.24)   |   PEFINDO25 328.487 (-1.79)   |   SMInfra18 313.342 (1.77)   |   SRI-KEHATI 378.358 (-0.22)   |  

Bangun Infrastruktur, Kempupera Gandeng 15 Perguruan Tinggi

Senin, 21 Maret 2016 | 18:14 WIB
Oleh : Imam Muzakir / JAS

Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) menandatangani nota kesepahaman dengan 15 perguruan tinggi (PT) dalam rangka mengembangkan infrastruktur di Indonesia.

“Kerja sama yang telah dilakukan dengan perguruan tinggi mitra meliputi penyelenggaraan pendidikan kedinasan, bidang penelitian dan pengabdian masyarakat yang dapat dilaksanakan di seluruh unit kerja di lingkungan Kementerian PUPR (Kempupera),” kata Menpupera, Basuki Hadimuljono, di sela acara MoU dengan 15 perguruan tinggi, di kantornya, Jakarta, Senin (21/3).

Basuki menjelaskan kerja sama dalam bidang pendidikan tersebut penting karena saat ini pemerintahan Presdiden Joko Widodo (Jokowi) sedang melaksanakan pembangunan infrastruktur di Indonesia lebih cepat lagi. Sehingga bisa berdaya saing dengan negara lain. Karena itu perlu ada tenaga yang mempunyai keahlian khusus yang mengarah kepada profesionalisme untuk medukung kompetensi pada ilmu terapan.

Sementara untuk imu terapan perlu disinergikan dengan kegiatan penelitian yang dilakukan oleh internal unit kerja dengan Kempupera dan juga dari dunia akademik. Sehingga menghasilkan penelitian yang lebih bermanfaat bagi pembangunan infrastruktur.

Basuki mengatakan, Kempupera tidak bisa bekerja sendirian tetapi juga butuh pemangku kepentingan (stakeholder) lain untuk membangun infrastruktur Indonesia ke depan dalam hal ini adalah dengan perguruan tinggi. Kerja sama ini diharapkan bisa mencetak SDM (sumber daya manusia) yang andal dan berahlak baik.

“Jadi saya dapat pelajaran dan ilmu baru, yang dilatih dan dikembangkan itu tidak hanya SDM-nya tetapi manusianya itu sendiri agar memiliki jiwa profesional dan juga berakhlakul karimah,” ujarnya.

Menurut Basuki, ada dua hal yang menjadi fokus Pemerintahan Jokowi saat ini yaitu deregulasi dan pembangunan infrastruktur. Dengan deregulasi, semua proses perizinan dibenahi dan dipersingkat agar iklim investasi di Indonesia lebih menarik.

“Saya baru tahu bahwa saat ada ada sekitar 42 ribu regulasi dan ditargetkan bisa dikurangi sampai 50 persen agar proses perizinan ini lebih mudah dan singkat. Seperti proses perizinan hanya butuh waktu tiga hari saja,” kata Basuki.

Sementara pembangun infrastruktur dimaksudkan supaya daya saing Indonesia lebih kuat lagi, sehingga bisa menarik investor masuk ke negara ini.

Basuki kemudian mencontohkan pembangunan infrastruktur di Tiongkok. Menurutnya, saat ini negara yang dipimpin Presiden Xi Jinping tersebut memiliki 60 ribu kilometer jalan tol dan setiap tahun mampu membangun jalan sekitar 4.000 kilometer.

Sedangkan Indonesia sejak pertama kali bangun jalan tol Jagorawi sampai saat ini baru menncapai 840 kilometer dan sangat jauh tertinggal oleh negara lain. “Makanya kami menargetkan pembangunan jalan tol 1.000 kilometer dalam kurun waktu lima tahun agar bisa berdaya saing,” jelasnya.

Ke-15 perguruan tinggi yang menjalin kerja sama dengan Kempupera yakni Universitas Syiah Kuala, Universitas Andalas, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Padjajaran, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Sebelas Maret, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanuddin, Universitas Cendrawasih, Institut Teknologi Sepuluh November, Politeknik Negeri Kupang, Politeknik Negeri Bandung, dan Sekolah Tinggi Teknologi Sapta Taruna.

Sumber: Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Etnis Uighur Manfaatkan Jaringan Teroris Indonesia untuk Berlatih Militer

Kelompok Uighur sebetulnya adalah kelompok separatis yang ingin merdeka di Tiongkok

NASIONAL | 21 Maret 2016

Wapres Serahkan Kasus Pencurian Ikan ke Menteri Kelautan dan Perikanan

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menyerahkan sepenuhnya perihal kasus pencurian ikan oleh kapal penangkap ikan Tiongkok kepada Menteri Susi

NASIONAL | 21 Maret 2016

Disebut Bakal Direkrut Gerindra di Pilkada DKI 2017, Buwas: Saya Bekerja di BNN

Buwas mengatakan, tetap berkonsentrasi penuh menjalankan tugasnya di BNN.

NASIONAL | 21 Maret 2016

Temui Wapres, Bishop Lapor Pembentukan Konjen di Makassar

Bishop ke Indonesia bukan hanya ke Jakarta tetapi juga untuk meresmikan kantor Konjen Australia di Makassar, Selasa (22/3) besok.

NASIONAL | 21 Maret 2016

Jokowi Doakan Arwah Para Korban Kecelakaan Heli di Poso

Saat kejadian, heli sedang melakukan operasi pengejaran kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso alias Abu Wardah.

NASIONAL | 21 Maret 2016

Agar Tak Bermasalah Lagi, KPK Kaji Kelanjutan Proyek Hambalang

"KPK hari ini akan membahas soal pemanfaatan aset negara tersebut agar tidak terjadi kerugian dua kali," Komisioner KPK, Laode M Syarif.

NASIONAL | 21 Maret 2016

BNN Sita Rumah dan Mobil Mewah Milik Sindikat Narkoba

BNN mengamankan sabu seberat 11 kg, 4.000 butir ekstasi, 3 unit rumah mewah, empat unit mobil, sertifikat tanah dan kilang padi

NASIONAL | 21 Maret 2016

Wapres Terima Menlu Australia

Julie tiba pukul 13.30 WIB, di kantor Wapres, Jakarta.

NASIONAL | 21 Maret 2016

Tak Ada Sanksi, LHKPN Dinilai Belum Optimal

Mereka yang melanggar tidak dikenakan sanksi.

NASIONAL | 21 Maret 2016

Setara Institute Skeptis Pemerintah Bisa Selesaikan Kasus Pelanggaran HAM Berat

Hingga kini langkah-langkah yudisial tidak pernah dilakukan sehingga kemungkinan penyelesaiannya di luar jalur penegakan hukum

NASIONAL | 21 Maret 2016


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS