Sembunyikan Dana Sitaan, Bupati Seruyan Jadi Tersangka‎
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Sembunyikan Dana Sitaan, Bupati Seruyan Jadi Tersangka‎

Jumat, 25 Maret 2016 | 04:47 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / HA

Jakarta - Bupati Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng), Sudarsono ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian terkait kasus sisa pembayaran pembangunan Pelabuhan Laut Teluk Sigintung Kebupaten Seruyan tahun 2007-2010 senilai Rp 34,75 miiar.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Agus Andrianto, mengatakan Sudarsono sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 14 Maret 2016 lalu.

"Sudah jadi tersangka‎ kasus dugaan pidana penyembunyian barang sitaan, sebagaimana diatur dalam Pasal 231 KUHP dan Pasal 372 KUHP," kata Agus, Kamis (24/3).

Atas statusnya tersebut, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri akan segera memanggil Bupati Sudarsono terkait dugaan tindak pidana menghilangkan/merusak dan menyembunyikan barang sitaan.

Namun demikian, untuk bisa memanggil Sudarsono sebagai tersangka, pihaknya harus menjalani mekanisme yakni mengantongi izin dari Kementerian Dalam Negeri (‎Mendagri).

Sebelumnya, pemanggilan Bupati Seruyan dilakukan sebagai tindak lanjut dari upaya penyidikan atas laporan Direktur Utama Swa Karya, Tjiu Miming Aprilyanto bernomor laporan LP/1106/IX/2015/ Bareskrim tertanggal 21 September 2015.

Dalam surat laporan pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) bernomor B/200/III/2016/ Dittipidum tertanggal 15 Maret 2016, selain Bupati Seruyan, penyidik Bareskrim juga akan meminta keterangan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Seruyan, Taruna Jaya serta Mantan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika, Picianto.

Kuasa Hukum Swa Karya, A Ruzeli, menjelaskan, pelaporan terhadap Bupati Seruyan berawal dari sengketa perdata dengan PT Swa Karya selaku penggugat atas sisa pembayaran pembangunan Pelabuhan Laut Teluk Sigintung Kebupaten Seruyan.

Berdasarkan perkara perdata Nomor 53/Pdt.G/2012/PN.Spt, kasus itu sendiri sudah diputus oleh Pengadilan Negeri (PN) Sampit pada 3 Mei 2013 silam.

Keputusannya menyatakan, secara sah tergugat mempunyai kewajiban sisa pembayaran pekerjaan proyek pembangunan Pelabuhan Laut Teluk Sigintung sebesar Rp34,7 milyar. Atas putusan tersebut, terhitung sejak 1 Juli 2013, permohonan eksekusi telah memiliki kekuatan hukum tetap.

"Sejak saat itu oleh PN Sampit telah dilakukan teguran untuk mentaati putusan. Namun, hingga kini tidak ditaati oleh para termohon," kata Ruzeli.

Kemudian, dalam pertemuan tindak lanjut di PN Sampit pada 20 Mei 2014, pihak tergugat menyatakan bahwa dana pembayaran kewajiban sudah dianggarkan dan tersedia dalam APBD Seruyan 2014.

Selanjutnya pada 26 September 2014, pihak termohon menyampaikan kepada PN Sampit bahwa sisa kewajiban pembayaran kepada PT Swa Karya sudah tersedia dalam DIPA Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Seruyan pada rekening kas daerah di Bank Pembangunan Kalteng Cabang Kuala Pembuang.

Namun, dengan berbagai alasan yang tidak jelas dan tidak berdasar hukum, pihak pimpinan cabang Bank Pembangunan Kalteng Cabang Kuala Pembuang malah juga tidak bersedia memindahkan atau menyerahkan uang sitaan ke rekening PN Sampit.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

IT Del Berkontribusi Mencetak Talenta Baru Percepatan Transformasi Digital

Indonesia hingga 2030 bakal membutuhkan setidaknya sembilan juta talenta digital atau sekitar 600 ribu talenta per tahun.

NASIONAL | 25 September 2021

Elnusa Petrofin Tuntaskan Rangkaian CSR Hibah Head Truck

Hibah head truck bertujuan sebagai sarana belajar mahasiswa teknik untuk menjalankan praktikum yang mendukung teori.

NASIONAL | 25 September 2021

Sekjen LPOI Ingatkan Bahaya Fanatisme Ekstrem Agama

Sekjen LPOI Denny Sanusi mengingatkan bahaya fanatisme ekstrem agama yang dapat memecah belah masyarakat.

NASIONAL | 25 September 2021


Mimbar Masjid Raya Makassar Dibakar, Pelaku Terekam CCTV

Polrestabes Makassar tengah mengejar pelaku pembakar mimbar di Masjid Raya Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (25/9/2021) dini hari.

NASIONAL | 25 September 2021

Azis Syamsuddin Jadi Tersangka, Golkar Kaji Secara Mendalam

Partai menugaskan Bakuham Golkar untuk mencermati perkembangan dan mengkaji perkara ini.

NASIONAL | 25 September 2021

Aksi Teror KKB, Warga Dievakuasi dari Kiwirok ke Oksibil

Masih ada beberapa warga yang akan dievakuasi dari Kiwirok.

NASIONAL | 25 September 2021

Waspada, 23 Wilayah Akan Alami Cuaca Ekstrem

Suhu udara pada hari ini di Tanah Air berkisar mulai dari 20 derajat hingga 35 derajat Celsius dengan kelembaban udara 50-100%.

NASIONAL | 25 September 2021

Azis Syamsuddin Diduga Suap Eks Penyidik KPK Rp 3,1 M untuk Amankan Kasusnya

Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin diduga menyuap mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju untuk mengurus kasus dugaan korupsi yang menyeret namanya.

NASIONAL | 25 September 2021

Jadi Tersangka Suap dan Ditahan KPK, Azis Syamsuddin Pilih Bungkam

Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin memilih bungkam setelah menjadi tersangka dan ditahan KPK. Azis menjadi tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara.

NASIONAL | 25 September 2021


TAG POPULER

# Kivlan Zen


# Pilpres 2024


# Covid-19


# Azis Syamsuddin


# Kereta Jarak Jauh



TERKINI
Elnusa Petrofin Tuntaskan Rangkaian CSR Hibah Head Truck

Elnusa Petrofin Tuntaskan Rangkaian CSR Hibah Head Truck

NASIONAL | 1 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings