Polri Minta Kasus Terduga Teroris Tewas Tak Dibesar-besarkan
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Polri Minta Kasus Terduga Teroris Tewas Tak Dibesar-besarkan

Jumat, 1 April 2016 | 14:41 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / FMB

Jakarta - Kendati kejanggalan di balik tewasnya terduga teroris bernama Siyono alias Sriyono (34) menarik perhatian PP Muhammadiyah, namun itu tidak membuat Mabes Polri bergegas untuk menelisik kasus ini lebih cepat lagi.

Irwasum Polri Komjen Dwi Priyatno mengatakan jika prinsipnya kalau memang ada hal yang diduga menyimpang maka Propam yang berada dibawa Irwasum akan turun untuk melaksanakan pemeriksaan.

"Sampai sejauh ini kita belum selesai pemeriksaan dan ini masih berlangsung namun laporan awal sudah diketahui. Sebetulnya SOP-nya sudah diterapkan karena yang kita hadapi teroris," kata Dwi di Mabes Polri Jumat (1/4).

Sehingga, jika seorang teroris melawan petugas tentu, Dwi melanjutkan, polisi akan melakukan tindakan seimbang. Hal ini pun sudah diatur dalam KUHP khususnya Pasal 49 yaitu perbuatan “pembelaan darurat” atau “pembelaan terpaksa” (noodweer).

Bunyinya, ayat (1) Tidak dipidana, barang siapa melakukan perbuatan pembelaan terpaksa untuk diri sendiri maupun untuk orang lain, kehormatan kesusilaan atau harta benda sendiri maupun orang lain, karena ada serangan atau ancaman serangan yang sangat dekat pada saat itu yang melawan hukum.

Menurut pasal ini, orang yang melakukan pembelaan darurat tidak dapat dihukum. Pasal ini mengatur alasan pembenar karena perbuatan pembelaan darurat bukan perbuatan melawan hukum.

Soal mengapa Siyono tidak diborgol dan bisa melawan polisi, Dwi mengatakan sebenarnya pelaku sempat diborgol. Tapi waktu hendak menunjukan lokasi mau tidak mau borgol itu harus dilepas.

"Ibarat masa orang mau makan harus diborgol? Kan tidak," urainya.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu juga membela diri saat polisi dikritik karena melakukan penggeledahan kasus terorisme di sebuah TK yang membuat anak-anak trauma.

Menurutnya penggeledahan dan penyitaan bisa di lakukan dimana saja sepanjang ada izin dari pengadilan. Jadi di mana saja polisi melakukan penggeledahan maka itu sesuai dengan ketentuan hukum

"Kita melihatnya itu penanganan teroris secara garis besar supaya negara bisa aman. Kalau ada penyimpangan, mari kita sama-sama betulkan. Hal yang masih menyimpang tak perlu dibesarkan," imbuhnya.

Adalah Suratmi, istri almarhum Siyono, yang membawa kasus ini ke PP Muhammadiyah supaya diusut. Suratmi juga mengaku jika dia sempat diberi dua gepok uang oleh polisi saat berada di Jakarta untuk menjemput jenazah suaminya.

Menurut Suratmi uang yang dibungkus koran dan diikat lakban berwarna coklat itu diberikan seseorang yang diduga salah satu anggota Polwan. Dia tidak pernah membongkar bungkusan itu.

Menindaklanjuti itu organisasi berlambang matahari bersinar itu berencana untuk membongkar makam untuk mengotopsi jenazah Siyono.

Seperti diberitakan warga Dukuh Brengkungan, Desa Pogung, Kabupaten Klaten, Jawa Tangah ini tewas sesaat setelah dia ditangkap oleh penyidik Densus 88/Antiteror Mabes Polri.

Pelaku tewas akibat benturan dan pergumulan pada saat terjadi perkelahian dengan anggota karena yang bersangkutan menyerang petugas pada saat akan dibawa kembali setelah pencarian senjata api yang tidak membuahkan hasil.

Perkelahian itu terjadi di dalam mobil di daerah Tawangsari, Klaten. Siyono yang semula kooperatif mulai berulah. Dia berupaya menyerang petugas yang mengawalnya dan saat itulah sempat terjadi pergumulan.

Satu lawan satu karena di dalam mobil hanya ada tiga orang dimana seorang penyidik mendampingi Siyono dan seorang lagi menyetir mobil. Di mana kemudian Siyono berhasil dilumpuhkan dalam keadaan lemas dan pingsan.

Saat itu anggota lalai tidak memborgol dengan alasan itu upaya secara persuasif untuk mendapatkan keterangan dari pelaku. Meskipun tentu tidak biasanya Densus hanya memberikan pengawalan seorang diri.

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PNS Berijazah SMA Dipensiunkan, Pemkot Kupang Resah

“Saya berharap rencana tersebut tidak diberlakukan, karena akan berdampak buruk pada pelayanan masyarakat,” kata Wali Kota Kupang Jonas Salean.

NASIONAL | 1 April 2016

2 Pria Diamankan di Napu Bukan Kelompok Santoso

Dari hasil pemeriksaan, keduanya datang ke Napu karena ingin menambang emas.

NASIONAL | 1 April 2016

Presiden Akan Hadiri Muktamar PPP

Jokowi akan membuka Muktamar Islah dari dua kubu yang berseteru selama lebih dari satu tahun terakhir.

NASIONAL | 1 April 2016

Uang Suap Petinggi PT Brantas Abipraya Ditujukan kepada Kajati DKI

Komisioner KPK, Laode M Syarif tak membantah adanya indikasi aliran uang suap mengarah pada Sudung dan Tomo

NASIONAL | 1 April 2016

Fadli Zon: Gerindra Dukung Tindakan KPK

Terkait kabar penangkapan Mohamad Sanusi oleh KPK.

NASIONAL | 1 April 2016

Bawa Senpi Rakitan, Seorang Pria diamankan di Bandara Sentani

Barang bukti yang diamankan 1 senpi rakitan, 1 handphone Samsung, 2 handphone Nokia, 1 handphone Advan , 2 handphone Evercross dan 20-an peluru

NASIONAL | 1 April 2016

Menteri Susi Bantah Gantikan Rizal Ramli

Susi menyatakan masalah reshuffle kabinet bukan urusan menteri tetapi hak prerogatif Presiden Joko Widodo.

NASIONAL | 1 April 2016

3 Orang Jadi Tersangka, OTT KPK Terkait Aspidsus dan Kajati DKI

Pemberian tersebut diduga untuk menghentikan penyelidikan atau penyidikan tindak pidana korupsi pada PT BA.

NASIONAL | 1 April 2016

KPK Masih Periksa Para Pihak yang Terjaring Hasil 2 OTT

KPK masih memeriksa secara intensif para pihak yang diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Kamis (31/3).

NASIONAL | 1 April 2016

Terkait OTT, Kapuspenkum Kejagung Sambangi KPK

Kapuspenkum Kejagung Amir Yanto mendatangi Gedung KPK, Jakarta, terkait OTT Tim Satgas KPK.

NASIONAL | 1 April 2016


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS