Bencana Longsor Ancam Pemukiman di Kali Code
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Bencana Longsor Ancam Pemukiman di Kali Code

Jumat, 8 April 2016 | 09:05 WIB
Oleh : Fuska Sani Evani / AO

Yogyakarta - Pemerintah Kota Yogyakarta, DIY, diharapkan segera merespons ancaman bahaya longsor di sepanjang Kali Code dan Winongo yang membelah Kota Yogyakarta. Jika tidak segera diantisipasi, ribuan warga akan terdampak langsung.

Berdasarkan hasil survei tim Mitigasi Bencana Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), sepanjang Kali Code dan Winongo memiliki tingkat rentan longsor yang tinggi. Hal itu disebabkan sebagian besar tebing sungai memiliki lereng curam dan tersusun oleh endapan yang belum terkompaksi secara baik.

Salah satu anggota peneliti FT UGM, Dr Wahyu Wilopo mengatakan, gerusan dari aliran air sungai juga mengikis bagian kaki tebing sehingga mengurangi kestabilan lereng. Itu ditambah pemukiman yang berada di atas tebing yang menambah beban lereng.

"Besarnya risiko ancaman longsor di sepanjang Kali Code dan Winongo ini juga dipicu saluran pembuangan limbah rumah tangga dari warga yang tidak sesuai atau dibuang langsung ke dalam tanah atau ke lereng. Ini memicu erosi tebing,” katanya, Kamis (7/4).

Menurut Wahyu, idealnya jarak pemukiman dari tebing adalah sama dengan ketinggian tebing, sehingga bisa menjaga kestabilan lereng dalam jangka panjang. “Daerah yang memiliki risiko longsor meliputi daerah Pogung-Sendowo-Blimbingsari-Gondolayu-Kotabaru dan Sungai Winongo meliputi daerah Tegalrejo sampai Bugisan,” katanya.

Untuk mencegah terjadinya longsoran berikutnya di daerah-daerah lain maka perlu dilakukan tindakan mitigasi. Antara lain, dengan pembuatan perkuatan lereng baik di kaki tebing maupun tebing dengan bronjong pada kaki tebing sungai, yang berfungsi untuk mengurangi erosi sungai dan sebagai penahan tebing.

Talud dengan perbandingan kemiringan 1:1 dengan teras minimal dua meter serta ketinggian maksimum 5 meter harus dilengkapi saluran drainase dengan jarak antarlubang maksimal dua meter dengan diameter minimal dua inci.

Dikatakan, penataan penggunaan lahan di atas tebing sangat penting untuk mengurangi risiko longsor. Kegiatan pembangunan rumah, tambah Wahyu, tidak boleh berada di ujung atas tebing dan harus dihindari bangunan bertingkat untuk mengurangi beban tebing.

“Perlu juga dilakukan penguatan pengetahuan masyarakat yang hidup di sepanjang sungai tentang bencana longsor, antara lain pengetahuan tanda-tanda terjadinya longsor. Seperti, bangunan yang retak, pohon miring, munculnya mata air tiba-tiba pada waktu hujan di kaki lereng, dan penggembungan lereng,” ujarnya.

Sementara itu, menurut perkiraan BMKG, April ini merupakan puncak turunnya hujan di wilayah Yogyakarta. Oleh karena itu, masyarakat perlu mewaspadainya, terutama warga Yogyakarta yang tinggal di daerah sepanjang sungai, karena berpotensi terjadi banjir atau longsor di sepanjang tebing sungai.

Seperti diketahui, pada 12 Maret lalu, di wilayah bantaran Sungai Winongo maupun Kali Code terjadi banjir secara tiba-tiba. Longsor tebing kali terjadi di wilayah Jogoyudan, Gowongan, Jetis, Yogyakarta, atau tepatnya berada di sisi barat dinding Kali Code atau 30 meter sebelah selatan Jembatan Gondolayu.

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

DPW PKS Jatim Dukung Putusan DPP Pecat Fahri

“Sikap kami sebagai pimpinan di wilayah, apa yang diputuskan Dewan Pimpinan Pusat PKS, pasti kami amankan dan kami laksanakan sebagaimana mestinya.”

NASIONAL | 8 April 2016

Dibahas Tergesa, Revisi UU Pilkada Tidak Sempurna

UU dibuat untuk menjamin keadilan, bukan untuk memelihara ketimpangan.

NASIONAL | 8 April 2016

Fungsi Pengawasan DPR Belum Maksimal

Rekomendasi Pansus Pelindo II resmi muncul dari DPR dan sudah disampaikan ke Presiden. Tetapi, presiden tidak mengindahkan.

NASIONAL | 8 April 2016

Bocah SD di Tuban Tewas Ditabrak Toyota Fortuner Asal Jakarta

Magribi yang sedang menyeberang jalan dari arah kanan ke kiri jalan, dihantam Toyota Fortuner yang menyalip mobil lain dari kiri

NASIONAL | 8 April 2016

Tarif Angkutan Kota di Bengkulu Turun Rp 1.000

Tarif penumpang umum dari Rp 4.000 menjadi Rp 3.000/orang

NASIONAL | 8 April 2016

Tiga Sipir Rutan Bengkulu Selatan Positif Konsumsi Narkoba

Ada 3 sipir Rutan Bengkulu Selatan positif mengkonsumsi narkoba jenis ganja dan sabu setelah mereka menjalani tes urine

NASIONAL | 8 April 2016

Polda Jambi Gagalkan Penyelundupan 750 Karung Pakaian Bekas

Kapal motor (KM) Dijaya yang membawa ratusan bal pakaian bekas asal Singapura berhasil diamankan di perairan Kualatungkal, Kabupaten Tanjungjabung Barat.

NASIONAL | 8 April 2016

Presiden Pastikan Hadir di Muktamar PPP

Presiden mengharapkan muktamar ini menjadi bagian dari islah.

NASIONAL | 8 April 2016

Jumat, Jokowi Kumpulkan Seluruh Kepala Daerah di Istana

Para kepala daerah yang dipanggil Presiden terdiri atas gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati, dan wali kota/wakil wali kota.

NASIONAL | 8 April 2016

Skandal Panama Papers, BNN Telusuri Keterkaitan Aliran Dana Narkoba WNI

BNN terus menelusuri kemungkinan adanya aliran dana hasil narkoba kepada perusahaan dan WNI yang disebutkan dalam dokumen Panama Papers.

NASIONAL | 8 April 2016


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS