Bupati Purwakarta Siapkan Sanksi bagi Anak Durhaka
Logo BeritaSatu

Bupati Purwakarta Siapkan Sanksi bagi Anak Durhaka

Jumat, 8 April 2016 | 13:57 WIB
Oleh : Fana Suparman / FMB

Purwakarta - Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi geram terhadap banyaknya orangtua yang dilantarkan anak-anaknya. Untuk itu, Dedi menyiapkan sanksi tegas bagi warga yang menjadi anak durhaka dengan menelantarkan orangtua mereka.

Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (8/4), Dedi menegaskan sanksi berupa pencabutan subsidi pendidikan dan kesehatan tersebut akan dijatuhkan kepada siapapun warga Purwakarta yang kedapatan telah menelantarkan orangtuanya. Sanksi ini diberikan agar masyarakat Purwakarta dapat memberikan perhatian kepada orang tuanya apalagi saat menginjak usia senja.

"Hal seperti ini tidak bisa dibiarkan, maka kami berikan sanksi pencabutan subsidi pendidikan dan kesehatannya," tegas Dedi.

Dedi mengaku kerap mendapat aduan dari warga mengenai orangtua yang ditelantarkan anaknya. Bahkan, Dedi mendapat laporan adanya seorang anak yang menelantarkan setelah menjual tanah milik orangtuanya.

"Saya sering bingung, kok tega ada anak yang meninggalkan orangtua sendiri. Saya dapat laporan lagi ada anak yang menjual tanah orang tuanya, lalu orang tuanya ditelantarkan begitu saja," ungkapnya.

Di sisi lain, Dedi menyatakan, pihaknya akan memberikan penghargaan bagi warga yang tanpa pamrih merawat kaum papa. Tak tanggung, Pemkab Purwakarta akan memberikan insentif sebesar Rp1,5 juta per bulan kepada warganya yang mau merawat orangtua yang telah ditelantarkan oleh anak-anaknya

"Contohnya seperti di daerah Cipinang, Cibatu, Purwakarta, ada Abah Kadim yang sehari-hari diurus segala kebutuhannya oleh Ibu Itoh, padahal Ibu Utoh tidak ada hubungan kerabat dengan Abah Kadim," kata Dedi.

Dikatakan Dedi, sanksi dan penghargaan ini merupakan cermin kehadiran negara dalam kehidupan warga negara yang mengalami kesulitan dalam hidupnya. Menurutnya, bukan tidak mungkin keberadaan negara tidak diakui oleh warga negaranya jika membiarkan kasus-kasus penelantaran orangtua ini terus berlanjut.

"Jika negara tidak hadir dalam kasus-kasus seperti ini, maka saya khawatir suatu saat negara ini tidak diakui keberadaannya oleh warganya sendiri," katanya.

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Gamari Sutrisno Akan Gugat Keputusan Pemecatan dari PKS

Gamari membantah telah melakukan pelangaran disiplin organisasi partai maupun melawan kebijakan partai

NASIONAL | 8 April 2016

Gamari Dipecat dari PKS atas Dugaan Pelanggaran Syariah

Di kesempatan pertama telah diperingatkan. Setelah itu terjadi pelanggaran disiplin partai kedua.

NASIONAL | 8 April 2016

Usut Suap Raperda Reklamasi, KPK Periksa Sekretaris DPRD DKI

Keterangan Yuliadi akan digunakan untuk melengkapi berkas perkara Presdir PT Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja.

NASIONAL | 8 April 2016

Selain Fahri Hamzah, PKS Juga Pecat Gamari Sutrisno

Sehingga dalam beberapa hari ke depan dua anggota DPR itu akan di PAW.

NASIONAL | 8 April 2016

Kapal Pembangkit Listrik Atasi Krisis di Sulut

Dalam pengoperasiannya, jenis kapal ini hanya akan berlabuh di pinggir pantai dan mensuplai energi listrik kepada masyarakat, sehingga sangat efisien.

NASIONAL | 8 April 2016

Pelebaran Jalan di Kota Manado Telan Rp 43 Miliar

Pelebaran Ring Road I dapat mengurangi kemacetan terutama pada jam-jam sibuk.

NASIONAL | 8 April 2016

Pemprov Sulut Tingkatkan Anggaran di Tiga Sektor

Pemprov Sulut akan memangkas sekitar Rp 200 miliar dari anggaran pekerjaan umum atau infrastruktur.

NASIONAL | 8 April 2016

700 Km di Tour de Flores Penuh Tantangan Unik

Saat ini tim TdF sedang memantau persiapan pemantapan akhir di setiap daerah yang menjadi etape Tour de Flores.

NASIONAL | 8 April 2016

Masih Ada Pandangan Masyarakat Dayak Primitif

Untuk menghilangkan persepsi itu, kata Corlenis, segenap masyarakat etnik Dayak harus ikut mau terlibat dalam semua aspek pembangunan.

NASIONAL | 7 April 2016

Nama Sunny Sering Disebut dalam Pemeriksaan di KPK

Sunny Tanuwidjaja dan Richard Halim Kusuma dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan.

NASIONAL | 8 April 2016


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS