Reshuffle Jilid II Harus Berdasarkan Penilaian Tim Independen
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Reshuffle Jilid II Harus Berdasarkan Penilaian Tim Independen

Jumat, 8 April 2016 | 14:02 WIB
Oleh : Yustinus Paat / FMB

Jakarta - Pengamat politik dari IndoStrategi Pangi Syarwi Chaniago mendesak Presiden Joko Widodo untuk melakukan reshuffle jilid II berdasarkan kinerja kerja para menteri. Penilaian dan evaluasi kinerja kabinet ini harus dilakukan oleh tim yang fokus dan independen memantau kinerja kementerian.

"Misalnya dari segi target yang tercapai dan serapan anggaran. Jadi basisnya adalah kinerja. Kan ada juga menteri yang ritual pencitraannya bagus di media, belum tentu kinerja bagus. Ada menteri yang tak begitu muncul dan tampil ke media namun capaian program dan kinerjanya justru bagus," ujar Pangi di Jakarta, Jumat (8/4).

keberadaan tim independen yang menilai kinerja kementerian, kata dia sangat penting sehingga tidak ada lagi kementerian atau parpol yang menilai kinerja kementerian lainnya. Hal ini juga, menurutnya akan mencegah pendiktean Presiden Jokowi dan intervensi parpol terkait reshuffle.

"Di era SBY dulu ada tim penilai yakni UKP4. Dia bekerja independen dan profesional dan hasil kerja tim tersebut direkomendasikan ke presiden sebagai pertimbangan bagi presiden melakukan reshuffle," tandas dia.

Pangi menilai reshuffle di era Jokowi-JK cenderung meraba-raba dan indikatornya juga belum jelas. Agenda reshuffle, ujar dia tampak lebih pada persoalan suka atau tidak suka, memperbanyak alokasi kursi untuk partai dengan mengurangi porsi menteri dari profesional.

"Harus kembali presiden membuktikan perkataannya dulu yakni koalisi tanpa syarat dan tidak bagi bagi kekuasaan. Semangat reshuffle yakni memperbaiki kinerja kementerian agar pemerintahan bisa berlari kencang, bukan dalam kerangka membuka keran bagaimana memperbanyak kursi parpol," terang dia.

Pangi mengaku wajar jika ada kompromi dengan parpol terutama parpol pendukung pemerintah dalam melakukan reshuffle kabinet. Namun, dia berharap agar parpol memberikab sosok kader terbaik dan mumpuni di pos kementerian yang ditugasi.

"Tentu, hasil reshuffle tahap pertama belum begitu mengembirakan dan belum sesuai kehendak publik. Maka ini momentum presiden untuk mengembalikan menteri dari partai yang menterinya tidak bagus dan meminta kembali ke partai untuk segera memberikan kader yang bagus dan punya kapasitas mengisi pos kementerian," pungkas Pangi.

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bupati Purwakarta Siapkan Sanksi bagi Anak Durhaka

Sanksi berupa pencabutan subsidi pendidikan dan kesehatan bagi anak yang menelantarkan orangtuanya

NASIONAL | 8 April 2016

Gamari Sutrisno Akan Gugat Keputusan Pemecatan dari PKS

Gamari membantah telah melakukan pelangaran disiplin organisasi partai maupun melawan kebijakan partai

NASIONAL | 8 April 2016

Gamari Dipecat dari PKS atas Dugaan Pelanggaran Syariah

Di kesempatan pertama telah diperingatkan. Setelah itu terjadi pelanggaran disiplin partai kedua.

NASIONAL | 8 April 2016

Usut Suap Raperda Reklamasi, KPK Periksa Sekretaris DPRD DKI

Keterangan Yuliadi akan digunakan untuk melengkapi berkas perkara Presdir PT Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja.

NASIONAL | 8 April 2016

Selain Fahri Hamzah, PKS Juga Pecat Gamari Sutrisno

Sehingga dalam beberapa hari ke depan dua anggota DPR itu akan di PAW.

NASIONAL | 8 April 2016

Kapal Pembangkit Listrik Atasi Krisis di Sulut

Dalam pengoperasiannya, jenis kapal ini hanya akan berlabuh di pinggir pantai dan mensuplai energi listrik kepada masyarakat, sehingga sangat efisien.

NASIONAL | 8 April 2016

Pelebaran Jalan di Kota Manado Telan Rp 43 Miliar

Pelebaran Ring Road I dapat mengurangi kemacetan terutama pada jam-jam sibuk.

NASIONAL | 8 April 2016

Pemprov Sulut Tingkatkan Anggaran di Tiga Sektor

Pemprov Sulut akan memangkas sekitar Rp 200 miliar dari anggaran pekerjaan umum atau infrastruktur.

NASIONAL | 8 April 2016

700 Km di Tour de Flores Penuh Tantangan Unik

Saat ini tim TdF sedang memantau persiapan pemantapan akhir di setiap daerah yang menjadi etape Tour de Flores.

NASIONAL | 8 April 2016

Masih Ada Pandangan Masyarakat Dayak Primitif

Untuk menghilangkan persepsi itu, kata Corlenis, segenap masyarakat etnik Dayak harus ikut mau terlibat dalam semua aspek pembangunan.

NASIONAL | 7 April 2016


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS