Kasus Kematian Siyono, Tujuh Anggota Densus Diperiksa
Logo BeritaSatu

Kasus Kematian Siyono, Tujuh Anggota Densus Diperiksa

Jumat, 8 April 2016 | 15:23 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / WBP

Jakarta-Kasus kematian terduga teroris bernama Siyono yang memantik perhatian PP Muhammadiyah masih bergulir. Ada tujuh orang saksi yang diperiksa dalam kasus ini karena mereka melihat dan mendengar peristiwa tersebut.

"Khusus Densus ada tujuh orang yang saya periksa. Termasuk dua anggota yang (saat kejadian) mengawal dan menyupir. Anggota Kasatwil di Jateng saya periksa juga," kata Kadiv Propam Polri Irjen M. Iriawan, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (8/4).

Jenderal yang akrab disapa Iwan Bule ini melanjutkan, ada kesalahan prosedur karena pelaku tidak diborgol. "Mereka tidak memborgol karena merasa sudah dekat (dengan lokasi penyimpanan senjata)," tegas Iwan.

Dia mengatakan, propam akan melakukan sidang kode etik dan profesi. "Mereka tidak profesional," kata dia.

Seperti diberitakan Siyono, warga Dukuh Brengkungan, Desa Pogung, Kabupaten Klaten, Jawa Tangah ini tewas sesaat setelah ditangkap Densus 88/Antiteror Mabes Polri. Pelaku tewas akibat benturan dan perkelahian dengan anggota karena yang bersangkutan menyerang petugas. Insiden terjadi saat pelaku dibawa kembali setelah pencarian senjata api yang tidak membuahkan hasil.

Perkelahian itu terjadi di dalam mobil di daerah Tawangsari, Klaten. Siyono yang semula kooperatif mulai berulah. Dia berupaya menyerang petugas yang mengawalnya. Saat itulah terjadi pergumulan satu lawan satu, karena di dalam mobil hanya ada tiga orang. Penyidik mendampingi Siyono dan seorang lagi menyetir mobil. Saat itu anggota lalai tidak memborgol dengan alasan hal itu dilakukan sebagai upaya persuasif untuk mendapatkan keterangan pelaku.

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Bareskrim Dalami Dugaan Kasus Penghinaan Ahok oleh Yusron

Yusron dilaporkan terkait kicauannya di twitter.

NASIONAL | 8 April 2016

Periksa 3 Tersangka Kasus Brantas Abipraya, Kejagung Datangi KPK

Dari enam jaksa yang datang ke KPK sekitar pukul 13.45 WIB, terlihat Inspektur ll Jamwas, Babul Khoir Harahap.

NASIONAL | 8 April 2016

Imigrasi Sebut Aguan Masih di Indonesia

Aguan terakhir terpantau melintas masuk dari luar negeri ke Indonesia pada Maret 2016 melalui Jakarta.

NASIONAL | 8 April 2016

Kasus Teten Masduki, Polisi Periksa Empat Saksi

Ada laporan dari seseorang terkait dengan penggunaan lambang negara dan Bapak Teten sebagai terlapor.

NASIONAL | 8 April 2016

Perkuat Pengawasan, KKP Tambah 4 Kapal ORCA

Susi Pudjiastuti mengatakan peluncuran empat buah kapal itu sebagai wujud komitmen pemerintah untuk serius dalam menangani penangkapan ikan ilegal.

NASIONAL | 8 April 2016

Reshuffle Jilid II Harus Berdasarkan Penilaian Tim Independen

Penilaian dan evaluasi kinerja kabinet ini harus dilakukan oleh tim yang fokus dan independen memantau kinerja kementerian.

NASIONAL | 8 April 2016

Bupati Purwakarta Siapkan Sanksi bagi Anak Durhaka

Sanksi berupa pencabutan subsidi pendidikan dan kesehatan bagi anak yang menelantarkan orangtuanya

NASIONAL | 8 April 2016

Gamari Sutrisno Akan Gugat Keputusan Pemecatan dari PKS

Gamari membantah telah melakukan pelangaran disiplin organisasi partai maupun melawan kebijakan partai

NASIONAL | 8 April 2016

Gamari Dipecat dari PKS atas Dugaan Pelanggaran Syariah

Di kesempatan pertama telah diperingatkan. Setelah itu terjadi pelanggaran disiplin partai kedua.

NASIONAL | 8 April 2016

Usut Suap Raperda Reklamasi, KPK Periksa Sekretaris DPRD DKI

Keterangan Yuliadi akan digunakan untuk melengkapi berkas perkara Presdir PT Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja.

NASIONAL | 8 April 2016


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS