Kasus Kemenakertrans Potensial Berlanjut

Kasus Kemenakertrans Potensial Berlanjut
Juru Bicara KPK, Johan Budi SP (Foto: Antara)
Senin, 12 Maret 2012 | 22:47 WIB
Nama Muhaimin disebut berkali-kali di sidang, vonis, dan tuntutan.

Kasus dugaan suap pencairan dana percepatan pembangunan infrastruktur daerah transmigrasi (DPPIDT) APBNP 2011 tidak berhenti pada tiga orang yang kini tengah menjalani proses hukum.

Hal tersebut dikatakan oleh Juru Bicara KPK, Johan Budi SP ketika dihubungi hari ini. "Kasus ini belum berhenti," kata Johan.

Namun, Johan belum bisa memastikan apakah sudah ada penyelidikan perkara baru dalam kasus ini. "Saya belum tahu itu. Nanti saya tanya penyidik," kata Johan.

Soal nama Muhaimin disebut berkali-kali di Pengadilan Tipikor Jakarta serta disebut dalam tuntutan dan vonis bersama-sama melakukan korupsi dengan tiga terdakwa kasus Kemenakertrans lainnya, yakni , yaitu Dharnawati, I Nyoman Suisnaya, dan Dadong  Irbarelawan.

Hanya saja, Johan menegaskan, hal itu belum pasti akan dijadikan sebagai alat alat bukti untuk pengembangan kasus kemenakertrans. "Apakah data itu bisa digunakan, saya belum tahu. Itu penyidik yang tahu," katanya.

Hari ini, nama Muhaimin kembali muncul dalam surat tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK dalam kasus DPPIDT dengan terdakwa Dadong Irbarelawan. Berdasarkan analisis yuridis dan fakta di persidangan, uang sebesar Rp1,5 miliar dari Kuasa Direksi PT Alam Jaya Papua, Dharnawati, sesungguhnya ditujukan untuk keperluan Muhaimin.