Partai Baru Harus Sodorkan Gagasan Baru

Partai Baru Harus Sodorkan Gagasan Baru
Logo Beritasatu.com ( Foto: Dok Beritasatu.com )
Yeremia Sukoyo / PCN Jumat, 27 Mei 2016 | 10:20 WIB

Jakarta- Menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang, sejumlah partai pendatang baru mulai bermunculan. Sedikitnya ada enam partai baru yang telah mendaftarkan diri ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham).

Pengamat Politik Universitas Gajah Mada (UGM) Arie Sujito menilai, partai baru yang berniat mengikuti proses demokrasi di Indonesia harus bisa menawarkan gagasan, ide, maupun komitmen baru kepada masyarakat.

Jika tidak, maka pembentukan partai baru akan sulit diterima oleh masyarakat yang sudah jenuh dengan tindak-tanduk partai yang lama. Dengan demikian, partai baru akan sulit berkembang karena tidak diterima masyarakat.

"Kalau partai baru menyodorkan gagasan, ide, maupun komitmen baru, bisa saja partai baru ini diterima oleh masyarakat. Kalau tidak, jangan harap bisa diterima," Kata Arie, Jumat (27/5).

Menurutnya, selama ini partai yang baru bermunculan cenderung meniru pola dan cara partai yang lama dalam berdemokrasi. Masyarakat belum disodorkan dengan pola baru yang benar-benar bekerja demi kepentingan bangsa dan negara, bukan sekadar politik pragmatis semata.

"Kalau tidak bisa menyodorkan pola yang baru, akan sangat mudah ditebak masyarakat karena biasanya parpol baru cenderung meniru pola partai lama," ucap Arie.

Namun, dosen Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik UGM tersebut mengapresiasi munculnya partai politik baru di Indonesia. Tentunya, masyarakat juga berharap adanya partai yang bisa berjuang demi kepentingan rakyat banyak, bukan semata-mata mengejar kekuasaan.

"Dari sisi tatanan demokrasi, partai politik memang harus terus hidup. Harapan terbesar rakyat terletak seberapa hal baru dan track record orang-orang di dalamnya," ucap Arie.

Sumber: Suara Pembaruan