Grace Natalie: PSI Didirikan Bukan untuk Sosok Tertentu

Grace Natalie: PSI Didirikan Bukan untuk Sosok Tertentu
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie ( Foto: Istimewa )
Markus Junianto Sihaloho / PCN Jumat, 27 Mei 2016 | 10:26 WIB

Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tidak didirikan untuk satu keluarga atau tokoh tertentu. Karenanya, calon presiden yang diusung oleh partai itu nantinya akan ditentukan oleh masyarakat melalui proses survei berkualitas yang dilakukan.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PSI, Grace Natalie, di Jakarta, Jumat (27/5).

Dijelaskannya, saat ini citra parpol buruk dan kadung membuat publik jadi kecewa. Namun, kenyataan itu harus dihadapi dan dicarikan solusi. Sebab bagaimana pun kecewanya masyarakat, tetap saja keberadaan partai politik di negara demokrasi sangat penting.

Dalam konteks itulah, kata Grace, PSI didirikan, dengan tujuan memulihkan kepercayaan publik kepada partai politik.

"Saya dan kawan-kawan pendiri PSI lainnya optimistis, ingin memulihkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap politik dan parpol dengan mendirikan partai yang beda dengan yang sudah ada," ujar Grace.

Menurut dia, PSI memang berbeda. Alasan pertama, PSI tidak didirikan untuk seorang tokoh atau sebuah keluarga. Capres PSI nantinya akan ditentukan bersama oleh masyarakat melalui survei nasional oleh lembaga yang kredibel

"Tak perlu uang dan darah biru politik untuk berkiprah di PSI. Buat kami, yang terpenting, kita berbagi visi yang sama. Pengurus kami saat ini adalah orang-orang biasa. Bahkan ada yang kami kenal melalui media sosial. Ketua provinsi Bali salah satunya," kata Grace.

Kedua, PSI juga menerapkan syarat yang ketat dalam perekrutan pengurus yakni maksimal berumur 45 tahun saat bergabung dan tidak pernah jadi pengurus harian di partai mana pun.

"Ini kami terapkan untuk menjamin regenerasi dan bebas kontaminasi praktik-praktik politik yang tak sehat," imbuhnya.

Ketiga, PSI percaya praktik politik yang sehat itu harus partisipatif. Maka kantor-kantor PSI di tingkat kecamatan adalah partisipasi dan atau kontribusi para pengurus.

"Kami di Pusat tak bayar sama sekali‎. Silakan dicek ke kantor-kantor kami di kecamatan. Ternyata ketika kami berkomitmen mendirikan dan menjalankan partai yang sistemnya lebih baik, masih ada kok orang yang percaya pada partai, bahkan mau berpartisipasi," ulas Grace.

Pada akhirnya, Grace mengatakan pihaknya percaya benar bahwa jika parpol dijalankan secara konsisten, lambat laun publik juga bisa percaya bahwa politik itu tidak buruk. Semua tergantung dari siapa penggunanya.

"Kalau selama ini kita kecewa dengan politik, ya itu karena orang-orang yang menduduki jabatan politik malah menyalahgunakannya untuk kepentingan sendiri. Sementara orang-orang yang baik, yang punya kompetensi dan visi melayani masyarakat malah menjauh dari politik," bebernya.

Sumber: BeritaSatu.com