Kecele, Pemudik Masih Terjebak Macet Belasan Jam

Kecele, Pemudik Masih Terjebak Macet Belasan Jam
Kendaraan pemudik berjalan tersendat saat melintas di jalur Pantura, Tegal, Jawa Tengah, 11 Juli 2016. ( Foto: Antara/Oky Lukmansyah )
Abdul Aziz / AB Selasa, 12 Juli 2016 | 07:01 WIB

Semarang - Ribuan kendaraan tumplak di jalur pantai utara (pantura) Jawa, Senin (11/7) malam hingga Selasa (12/7) dini hari, memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan saat arus balik Lebaran. Para pemudik dari kota-kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah yang hendak kembali ke Jakarta terjebak kemacetan selama berjam-jam di sekitar Solo hingga Batang, Jawa Tengah.

"Dari Ponorogo sampai keluar tol Semarang, saya kena 12 jam, padahal biasanya cuma sekitar empat jam," tutur Abdullah (44), warga Depok yang hendak pulang kembali ke Jakarta setelah berlebaran di Ponorogo.

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com, kemacetan paling parah terjadi sejak pintu gerbang tol Manyaran-Banyumanik, Semarang hingga Batang. Alhasil, di beberapa ruas jalan, petugas memberlakukan sistem buka-tutup dan satu jalur.

Membeludaknya kendaraan pada H+4 dan H+5 Lebaran diperkirakan terjadi karena para pemudik yang akan kembali ke Jakarta memiliki asumsi yang sama bahwa puncak arus balik bakal terjadi Minggu (10/7). Untuk menghindari kemacetan, mereka memilih pulang ke Jakarta pada Senin (11/7), apalagi PNS dan sebagian besar karyawan swasta mulai masuk kerja hari itu.

"Para pemudik kecele. Mereka pikir, puncak arus balik terjadi Minggu kemarin, sehingga mereka memilih pulang ke Jakarta hari ini supaya tidak terjebak macet. Ternyata semua berpikiran sama. Akibatnya, kendaraan dari arah Jawa Timur menuju Jakarta menumpuk di jalur-jalur yang memang rawan macet," papar seorang petugas SPBU di Jalan Walisongo, Semarang.

Parahnya kemacetan memaksa para pengendara mobil beristirahat dan memarkir kendaraannya di SPBU-SPBU dan pinggir jalan. Tak pelak, kemacetan pun kian menjadi-jadi. 

Sumber: Investor Daily