Ini Pesan Jokowi kepada Kapolda dan Kajati Se-Indonesia

Ini Pesan Jokowi kepada Kapolda dan Kajati Se-Indonesia
Presiden Joko Widodo ( Foto: AFP Photo/Feng Li )
Carlos KY Paath / JAS Selasa, 19 Juli 2016 | 10:34 WIB

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pengarahan kepada Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) dan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) seluruh Indonesia. Pengarahan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Selasa (19/7).

Mengawali sambutannya, Presiden menjelaskan bahwa pertemuan ini dalam rangka mengevaluasi lima kebijakan yang disampaikan pada 2015 di Istana Bogor, Jawa Barat. Presiden mengungkap kembali lima hal tersebut.

Pertama, kebijakan atau diskresi tidak bisa dipidanakan. Jangan dipidanakan. Kedua, tindakan administrasi pemerintahan juga demikian.

"Tolong dibedakan mana yang niat nyuri, nyolong, mana yang tindakan administrasi. Saya kira aturan di BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) jelas, mana pengembalian, mana yang tidak," kata Presiden.

Ketiga, kerugian yang dinyatakan BPK, masih diberi ruang 60 hari. Keempat, kerugian negara itu harus konkret, tidak mengada-ada. "Kelima, tidak diekspos ke media secara berlebihan, sebelum kita melakukan penuntutan," tegas Presiden.

Dari hasil evaluasi, menurut Presiden, lima hal tersebut belum dijalankan maksimal oleh aparat penegak hukum. "Saya kira lima hal ini sudah saya sampaikan setahun lalu. Evaluasi perjalanan setahun ini, saya masih banyak sekali mendengar yang tidak sesuai yang saya sampaikan," katanya.

Presiden mengingatkan bahwa seluruh pihak harus mengawal pembangunan di kabupaten, kota dan provinsi termasuk pusat secara efektif. Karena itu, Presiden berharap agar lima hal yang disampaikannya benar-benar diperhatikan. "Saya masih banyak keluhan, dari bupati, wali kota, gubernur. Nanti saya akan blak-blakan kalau sudah tidak ada media," ucapnya.

Pengantar Presiden digelar terbuka untuk awak media. Setelah itu, rapat berlangsung tertutup.

Selain dihadiri Kapolda dan Kajati seluruh Indonesia, hadir juga dalam pertemuan, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut B Panjaitan, Menko Kemaritiman Rizal Ramli, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Selain itu, tampak juga Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Jaksa Agung Prasetyo, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso.

Sumber: Suara Pembaruan