Logo BeritaSatu

Sejarah Pertama di Pilgub Banten, Partai Golkar dan PDIP Akan Berhadap-hadapan

Sabtu, 6 Agustus 2016 | 10:16 WIB
Oleh : Laurens Dami / FMB

Serang - Dalam perjalanan sejarah suksesi kepemimpinan di Provinsi Banten, khususnya sejak mulainya sistem demokrasi langsung, Partai Golkar selalu bersama dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengusung pasangan calon untuk maju dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur (Pilgub).

Pada Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2006 lalu, Partai Golkar bersama PDIP dan sejumlah partai lainnya mengusung pasangan calon Ratu Atut Chosiyah dan HM Masduki. Hasilnya, pasangan yang diusung Partai Golkar dan PDIP ini menang, mengalahkan tiga pasangan calon lainnya.

Hal yang sama juga terjadi pada Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2011 lalu, Partai Golkar bersama PDIP mengusung pasangan Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno. Hasilnya pun, pasangan Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno menang, mengalahkan dua pasangan calon lainnya dalam Pilkada tersebut.

Kepastian berpisahnya Partai Golkar dengan PDIP dalam Pilgub Banten 2017, bisa dilihat dari munculnya surat penetapan pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

Melalui surat dengan Nomor: B-486/Golkar/VIII/2016, Klasifikasi: Konfidensial, Perihal: Penetapan Pasangan Calon Kepala Daerah Provinsi Banten tertanggal 4 Agustus 2016, yang ditandatangani Ketua Harian DPP Golkar Nurdin Halid dan Sekretaris Jenderal Idrus Marham, DPP Partai Golkar menetapkan Wahidin Halim sebagai calon kepala daerah berpasangan dengan Andika Hazrumy sebagai calon wakil kepala daerah Provinsi Banten dalam Pilkada serentak tahap kedua tahun 2017.

Dalam surat itu juga, DPP Partai Golkar menginstruksikan kepada Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Banten untuk melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pasangan calon kepala daerah Provinsi Banten, yang ditetapkan Partai Golkar dalam rangka membangun koalisi dengan partai politik lain, baik dalam hal pemenuhan persyaratan pencalonan kepala daerah sesuai ketentuan undang-undang maupun dalam rangka pemenangan pasangan calon yang ditetapkan Partai Golkar.

Pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy selain mendapat dukungan dari Partai Golkar dan Partai Demokrat, juga mendapat dukungan dari Partai Hanura, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Sementara itu, Partai Demokrat juga sudah merestui Wahidin Halim untuk dipasangkan dengan Andika melalui rapat Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat, Kamis (4/8) lalu.

Plt Ketua DPD Partai Demokrat Banten Aeng Haerudin membenarkan rapat Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat tersebut.
Rapat dihadiri dan dipimpin oleh Ketua Majelis Tinggi yang juga ex officio Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhono (SBY) didampingi Sekretaris Majelis Tinggi Amir Syamsudin. Kemudian anggota Majelis Tinggi Syarief Hasan, Jhoni Alen, Sekretaris Jenderal DPP Demokrat Hinca Pandjaitan, Ketua Komite Pemenangan Pemilu (KPP) DPP Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono, dan Ketua Badan Pembinaan Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi (BPOKK) Pramono Edhie Wibowo.

Menurut Aeng, Majelis Tinggi Demokrat juga memanggil Wahidin Halim yang kini menjabat Ketua DPP Partai Demokrat. Pada rapat tersebut, Wahidin Halim menyampaikan keinginan untuk dipasangkan dengan Andika pada Pilgub Banten.

Menurut informasi, keinginan tersebut direstui langsung oleh SBY. Bahkan, SBY meminta Wahidin Halim untuk membawa Andika menghadap dirinya, hari ini (Jumat 5/8). Aeng membenarkan hal itu.

“Ya, Pak Wahidin diminta membawa Andika untuk bersilaturahmi dengan Majelis Tinggi Partai Demokrat,” ujar Aeng, Jumat (5/8).

Sementara untuk PDIP sendiri sudah dipastikan mengusung incumbent Gubernur Banten Rano Karno untuk maju dalam Pilgub Banten 2017 mendatang. Terkait calon wakil gubernur yang akan mendampingi Rano Karno, DPP PDIP hingga saat ini belum menetapkannya.

Rano Karno dalam berbagai kesempatan mengatakan, pihaknya hanya sebagai petugas partai, tunduk pada kebijakan partai. “Untuk menentukan calon wakil gubernur itu kewenangan DPP PDIP. Saya hanya disuruh untuk mengusulkan sejumlah nama. Yang memutuskan DPP PDIP,” ujarnya.

Menurut informasi yang beredar, pengumuman penetapan calon wakil gubernur mendampingi Rano Karno akan dilakukan oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri sendiri. Namun, kapan hal itu dilakukan, belum ditentukan jadwalnya secara pasti.

Untuk maju di Pilgub Banten 2017 mendatang, PDIP kemungkinan akan berkoalisi dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN) dan kemungkinan Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Keputusan resmi terkait koalisi ini belum ditetapkan, namun PPP dan PAN sudah merapat ke PDIP melalui Rano Karno sendiri.

Secara terpisah, Ketua DPD PDIP Banten M Sukira mengaku tidak kendati Partai Golkar sudah menetapkan pasangan calon yang diusung yakni Wahidin Halim-Andika Hazrumy.

Menurut Sukira, semua partai politik pasti memiliki target untuk menang dalam setiap perhelatan politik.

“Kami tidak gentar menghadapi pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy. Yang namanya partai politik itu sudah punya target, yakni menang. Kalau gentar jangan jadi pengurus partai,” tegasnya.

Disinggung soal tidak berkoalisinya Partai Golkar dan PDIP seperti pada Pilgub Banten 2006 dan 2011 lalu, Sukira menilai itu hal yang wajar.

“Itu kan namanya partai politik. Politik itu, sekarang berkoalisi besok enggak berkoalisi wajar, namanya juga semua punya kepentingan. Sudah enggak aneh. Yang jelas PDIP dengan mengusung Rano Karno punya target menang. Kita akan deklarasi sekitar tanggal 15 Agustus 2016 ke atas. Insya Allah, Bu Megawati hadir sekalian halal bihalal,” ujarnya.

Jika pasangan calon independen tidak lolos verifikasi untuk maju dalam Pilgub Banten, maka pasangan calon yang diusung Partai Golkar akan head to head atau berhadap-hadapan dengan pasangan calon yang diusung PDIP.

Di tempat yang berbeda, salah satu kader Partai Golkar Banten yakni Wakil Ketua DPD II Golkar Cilegon Tubagus Iman Ariyadi yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Cilegon menyayangkan kebijakan DPP Partai Golkar yang menetapkan kadernya hanya sebagai calon wakil gubernur.

Menurut Iman, sejarah pertama di Pilgub Banten, kader Partai Golkar hanya diusulkan dan ditetapkan sebagai calon wakil gubernur. Padahal, Provinsi Banten merupakan basis Partai Golkar. Partai politik (Parpol) pemenang pemilu di Provinsi Banten adalah Partai Golkar.

“Jumlah kursi Partai Golkar di parlemen DPRD Banten paling banyak daripada partai lainnya. Seharusnya kader Partai Golkar Andika Hazrumy ditetapkan sebagai calon gubernur bukan calon wakil gubernur. Partai Golkar Cilegon mengusulkan Andika Hazrumy sebagai calon gubernur. Pertimbangannya jelas, Partai Golkar merupakan pemenang pemilu di Banten,” ujar Iman, Jumat (5/8) siang.

Sebagai kader partai di daerah, Iman menyatakan, Golkar Cilegon hanya menyampaikan aspirasi tanpa mampu mengintervensi keputusan DPP dan DPD I Partai Golkar untuk membahasnya.

“Kita kan hanya menyampaikan aspirasi kalau Golkar itu punya posisi untuk menjadi kepala daerah. Yang direkomendasi (Golkar) Cilegon Andika dan Haerul Jaman itu sebagai gubernur, bukan wakil gubernur,” ujarnya.

Kendati demikian, Iman menilai Partai Golkar masih memiliki peluang dan kesempatan untuk mengkaji putusan tersebut.
“Saya tidak mengatakan evaluasi, karena itu hak DPP. Cuma menanggapi persoalan pencalonan itu, sayang saja dengan komposisi kursi yang strategis, sama dengan PDIP. Banyak hal yang menunjang kemenangan calon dari Golkar, apalagi masyarakat juga masih percaya dengan Golkar. Ya dulu kan gubernur, bu Atut. Yah sekarang harusnya gubernur lagi,” tegasnya.

Sekadar untuk diketahui, Wahidin Halim merupakan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat. Ia pernah menjabat sebagai wali kota Tangerang. Wahidin juga pernah mencalonkan diri sebagai calon gubernur Banten berpasangan Irna Narulita pada Pilgub Banten 2011 lalu. Namun, pasangan Wahidin-Irna dikalahkan oleh pasangan calon Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno yang diusung oleh 11 partai politik pada saat itu.

Sementara Andika Hazrumy sendiri juga merupakan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar. Andika merupakan putra sulung mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. Pada periode 2009-2014 Andika terpilih sebagai anggota DPD RI. Pada periode 2014-2019 Andika terpilih sebagai anggota DPR RI.

Sedangkan Rano Karno sendiri pernah menjabat sebagai wakil bupati Tangerang. Kemudian pada tahun 2011 mengundurkan diri karena maju di Pilgub Banten sebagai wakil gubernur mendampingi Ratu Atut Chosiyah.

Pada tanggal 20 Desember 2013 lalu, Ratu Atut Chosiyah ditahan oleh KPK karena tersangkut kasus suap sengketa Pilkada Lebak. Pascaditahannya Atut, Rano Karno diangkat menjadi Plt Gubernur Banten. Selanjutnya Rano Karno diangkat menjadi Gubernur Banten hingga masa jabatannya berakhir pada tanggal 11 Januari 2017 mendatang.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Wartawan Terima Upeti dari Tambang Emas, Ini Kata Ketua PWI Papua Barat

PWI Papua Barat akan mengambil sikap tegas bahkan akan mencabut keanggotaan wartawan yang menerima upeti dari tambang emas ilegal.

NEWS | 28 September 2022

4 Tahun Terakhir, Dinas Pertamanan DKI Bangun 100 Taman

Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta menyebutkan selama empat tahun terakhir telah membangun sebanyak 100 taman.

NEWS | 28 September 2022

Pelaku Pungli terhadap Soleh Solihun Sudah Dipecat

Samsat Jakarta Selatan menghentikan pelaku pungli yang dialami oleh komika Soleh Solihun saat melakukan cek fisik kendaraan.

NEWS | 28 September 2022

Komedian Soleh Solihun Ungkap Ada Pungli di Samsat Jaksel

Komedian Soleh Solihun mengungkap pungli (pungutan liar) di Samsat Polres Metro Jakarta Selatan ketika sedang mengurus perpanjangan STNK.

NEWS | 28 September 2022

Presiden Jokowi Serahkan Bansos di Kantor Pos Jailolo

Saat mengunjungi Kantor Pos Jailolo, Presiden Jokowi menyerahkan sejumlah bantuan sosial bagi para penerima manfaat.

NEWS | 28 September 2022

TECH Dukung Menteri Nadiem Wujudkan Digitalisasi Pendidikan

IndoSterling Technomedia (TECH) melalui aplikasi Edufecta siap mendukung Menteri Nadiem mewujudkan digitalisasi pendidikan tingkat dasar dan menengah.

NEWS | 28 September 2022

Tiba di Halmahera Barat, Jokowi Sapa Warga

Dari Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, Rabu (28/9/2022), Presiden Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Halmahera Barat.

NEWS | 28 September 2022

Krisis Energi, Jerman Batal Tutup Pembangkit Listrik Nuklir

Krisis energi akan memaksa Jerman untuk membatalkan rencana penutupan pembangkit listrik nuklir.

NEWS | 28 September 2022

Bareskrim Usut Dugaan Penipuan Mark AI, Kerugian Rp 25 Miliar.

Bareskrim mengusut kasus dugaan penipuan, penggelapan, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) robot trading Mark AI

NEWS | 28 September 2022

Bela Putri Candrawathi, Febri Diansyah Tegaskan Objektif

Eks Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah bakal bersikap objektif dalam menjalankan tugas sebagai kuasa hukum Putri.

NEWS | 28 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Mitsubishi Sematkan Penyempurnaan di New Xpander Cross

Mitsubishi Sematkan Penyempurnaan di New Xpander Cross

EKONOMI | 11 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings