Usai Diperiksa Kasus Suap, Gubernur Sumbar Hindari Wartawan

Usai Diperiksa Kasus Suap, Gubernur Sumbar Hindari Wartawan
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Irwan Prayitno. ( Foto: Istimewa )
Fana Suparman / FER Jumat, 12 Agustus 2016 | 20:46 WIB

Jakarta - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno berupaya menghindari awak media usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (12/8). Irwan diperiksa penyidik sebagai saksi kasus dugaan suap pemulusan rencana proyek 12 ruas jalan di Sumbar.

Keluar ruang pemeriksaan sekitar pukul 18.20 WIB, Irwan yang mengenakan batik berwarna ungu memilih bungkam saat dikonfirmasi awak media seputar pemeriksaannya kali ini. Alih-alih menjawab pertanyaan awak media, Irwan sibuk mencari mobilnya.

Bahkan, politikus PKS itu berjalan cepat ke arah belakang Gedung KPK. Irwan hanya menjawab singkat sejumlah pertanyaan wartawan. Termasuk mengenai pengusul rencana proyek tersebut.

"Tanya ke pemeriksa ya," katanya singkat.

Irwan tetap tak berkomentar meski telah keluar area Gedung KPK. Irwan bergegas naik mobil Toyota Camry warna hitam berpelat nomor B 1431 RFK yang menjemputnya tanpa menjawab secara substantif pertanyaan awak media.

"Tanya saja pemeriksa. Sorry ya sorry saya sudah sampai (mobil) ya," katanya.

Sebelumnya, pengusaha Yogan Askan yang telah menjadi tersangka kasus ini meyakini Irwan mengetahui rencana proyek yang berujung suap kepada Anggota DPR dari Fraksi Demokrat, I Putu Sudiartana ini.

Yogan yang juga pendiri Partai Demokrat di Sumbar menyatakan, sebagai kepala daerah, Irwan seharusnya mengetahui rencana pengajuan proyek dengan anggaran Rp 300 miliar ini untuk didanai APBN-P 2016. Apalagi, kasus ini juga menjerat anak buah Irwan, yakni Kepala Dinas Prasarana Jalan dan Tata Ruang dan Pemukiman Pemerintah Provinsi Sumbar, Suprapto.

"Sebagai kepala daerah tentunya tahu pengajuan anggaran (proyek itu)," ungkap Yogan.

Sumber: Suara Pembaruan