Tangkal Radikalisme di Kalangan Akademisi, BNPT Gandeng ICMI
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 478 (-2)   |   COMPOSITE 5970 (-24)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1399 (0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (-1)   |   IDX30 472 (-2)   |   IDX80 128 (-0)   |   IDXBASIC 1238 (-9)   |   IDXBUMN20 362 (-2)   |   IDXCYCLIC 737 (-3)   |   IDXENERGY 740 (3)   |   IDXESGL 129 (-0)   |   IDXFINANCE 1333 (-6)   |   IDXG30 133 (-0)   |   IDXHEALTH 1280 (3)   |   IDXHIDIV20 418 (-2)   |   IDXINDUST 960 (-5)   |   IDXINFRA 873 (-4)   |   IDXMESBUMN 103 (-0)   |   IDXNONCYC 731 (-1)   |   IDXPROPERT 875 (-2)   |   IDXQ30 135 (-0)   |   IDXSMC-COM 281 (-0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (-1)   |   IDXTECHNO 3345 (-54)   |   IDXTRANS 1045 (-3)   |   IDXV30 126 (-0)   |   INFOBANK15 959 (-5)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 407 (-1)   |   ISSI 175 (-0)   |   JII 573 (-2)   |   JII70 204 (-1)   |   KOMPAS100 1132 (-6)   |   LQ45 888 (-4)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1591 (-7)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 302 (-1)   |   PEFINDO25 291 (0)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 341 (-1)   |   TRADE 872 (0)   |  

Tangkal Radikalisme di Kalangan Akademisi, BNPT Gandeng ICMI

Jumat, 2 September 2016 | 22:02 WIB
Oleh : Bernadus Wijayaka / BW

Jakarta-- Bahaya paham radikal terorisme yang terus menyebar di kalangan masyarakat Indonesia menjadi perhatian serius Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Apalagi hampir semua lapisan jenjang pendidikan saat ini sudah terpapar paham radikal terorisme, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga penguruan tinggi.

Dalam upaya mencegah paham radikal terorisme, Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius menemui jajaran Majelis Pengurus Pusat Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang dipimpin ketua umum Jimly Asshiddqi untuk membicarakan fonomena terorisme yang ada di Indonesia, terutama yang saat ini sudah menyebar di kalangan akademisi. Pertemuan tersebut digelar di kantor pusat ICMI, Jl. Proklamasi No.53, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (2/9).

Dalam pertemuan dengan ICMI tersebut Kepala BNPT telah menginformasikan dengan data yang dimiliki bahwa begitu serius masalah radikalisme terorisme di Indonesia ini. Karena sekarang ini dengan teknologi informasi yang begitu tinggi dan perkembangannya yang sangat masif, paham radikal terorisme sudah mulai masuk ke berbagai ruang atau lingkungan keluarga untuk mempengaruhinya.

“Saya sampaikan bahwa hasil penelitian yang dilakukan selama ini bahwa masalah radikal terorisme ini adalah masalah bangsa, apalagi yang namanya globalisasi yang mereduksi nilai-nilai nasionalisme kita. Di tengah jati diri yang diuji, masuklah paham-paham radikal, baik itu di lingkungan pendidikan dan juga keluarga. Ini yang sangat rentan,” ujar Suhardi.

Dikatakan, dari data-data yang dimilikinya siapa pihak-pihak yang mengarah radikal kalau tidak diantisipasi dengan baik sejak saat ini akan bisa terbayang dengan apa yang akan terjadi di negara ini nantinya apalagi dengan kemajemukan yang dimiliki bangsa ini..

“Kita merangkul semua pihak untuk mencari fomula yang pas dalam upaya menanggulangi pihak-pihak yang sudah terpapar dan mencegah untuk pihak-pihak yang belum terpapar paham radikal terorisme. Karena kita tidak bisa bekerja sendirian dalam menghadapi masalah ini,” ujar pria mantan Kabareskrim dan Kapolda Jawa Barat ini.

Menurut pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Divisi Humas Mabes Polri ini, BNPT didirikan untuk mengkoordinasikan tugas pokok dalam upaya penanggulangan terorisme, maka dari itu BNPT pun merangkul semua golongan dalam upaya untuk menanggulangi penyebaran paham radikal terorisme di masyarakat.

“Kita datang ke Majelis Ulama (MUI ), Nahdatul Ulama (NU), Muhamadiyah, ormas besar Islam lainnya, ke tokoh lintas agama dan sebagainya. Semua sudah kita datangi satu persatu untuk mendapatkan masukan-masukan. Karena ini dalam konteks kemajemukan yang kita miliki, nasionalisme. Kita memberikan pencerahan,” ujar alumni Akpol 1985 ini.

Dijelaskan mantan Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Sestama Lemhanas) ini, pihaknya selama ini juga menggunakan metode turun ke lapangan untuk memberikan pencerahan deradikalisasi, tetapi kami tidak sendirian. Pihaknya juga menggunakan para pakar, akademisi, para ulama dan juga para kombatan (mantan teroris) untuk melakukan program deradikalisasi tersebut.

“Kenapa kami juga gunakan mantan kombatan, karena mereka lebih punya pengaruh kalau berbicara langsung dan menjelaskan kepada masyarakat luas. Mereka untuk menetralisir itu semua, dan ini pekerjaaan besar. Dengan hebatnya teknologi informasi sekarang ini, semua akan terpapar disitu,” ujarnya.

Karena menurutnya, sekarang ini bukan hanya di kalangan pendidikan tinggi saja yang terpapar paham tersebut, di jenjang Sekolah Dasar pun juga sudah mulai terpapar paham radikalisme. Bahkan Wapres Jusuf Kalla pun juga mengatakan bahwa kekerasan saat ini sudah dipimpin oleh media sosial.

“Sinyalemen itu betul. Tidak ada lagi ruang atau sekat-sekat yang sekarang bisa menyebar ke anak-cucu kita. Kalau sudah seperti itu mau jadi apa kedepannya nanti. Nah ini kan kepedulian,” ujarnya.

Untuk itu Kepala BNPT mengatakan, kepedulian orangtua, kepedulian guru, kepedulian dosen itu harus ada. “Ketika sudah ada lalu melihat tindak-tanduk yang tidak lazim misalnya anak sudah memisahkan diri, menyendiri, membentuk kelompok ekslusif, tidak tersentuh, itu sudah tanda-tandanya. Segera laporkan kalau menemukan seperti itu,” ujarnya.

Dirinya memberikan contoh seperti kasus yang terjadi di Medan kemarin, dimana sang pelaku sudah menutup diri terhadap lingkungannya. Jadi ada tahapan-tahapan yang kita harus cermat mengamatinya.

“Jangan sampai tidak care terhadap lingkungan kita, baik terhadap orang tua d irumah, guru atau dosen dilingkungan pendidikannya. Seperti pengajian-pengajian di lingkungan perguruan tinggi. Yang masuk dan ikut itu tidak hanya dari dalam lingkungan perguruan tinggi, tetapi banyak juga yang dari luar lingkungan perguruan tinggi juga ikut masuk di lingkungan tersebut. Ini yang namanya infiltrasi,” katanya mengakhiri.

Ketua Umum ICMI, Jimly Asshiddqie mengatakan, ICMI akan membantu BNPT dalam mengatasi radikalisme dan teterorisme yang saat ini sudah mengarah kepada kalangan akademisi.

“Kita membicarakan fonomena yang terjadi di dunia kampus kita. Jadi sekarang ini radikalisme sudah berkembang, bukan hanya di tingkat grassroot saja seperti dikalangan orang miskin, terbelakang dan sebagainya yang selama ini diasumsikan, tetapi sekarang ini sudah melibatkan orang-orang yang berpendidikan tinggi,” ujar Jimly Asshiddqie

Menurut Jimly, sekarang ini sudah banyak orang yang bergelar doktor, profesor sudah terpengaruh paham radikal terorisme. Dirinya mencontohkan seorang dokter yang di Kalimantan beberapa waktu lalu yang diduga bergabung dengan kelompok radikal. “Jadi metode cuci otak yang dilakukan kelompok teroris ini ternyata efektif, dan itu merebak kemana-mana,” ujarnya.

Bahkan di kampus sekarang ini menurutnya sudah mulai kemasukan seperti dengan gerakan dengan mengataskanaman pengajian mahasiswa, pengajian dosen. “Baru sebulan ngaji celananya sudah cingkrang, dalam artian cingkrang yang ektrim bagi mereka sudah terpapar radikalisme, ini yang sangat dikhawatirkan. Jadi inilah yang kita bahas,” ujarnya.

Dikatakannya, pihaknya juga sampai terkaget-kaget dengan data-data yang dibawa Kepala BNPT. Pihaknya selama ini sebenarnya sudah tahu ada gelombang yang harus diatasi di lingkungan perguruan tinggi ternyata ini lebih gawat lagi.

“Bukan hanya di perguruan tinggi, tetapi juga di lingkungan sekolah. Bahkan di anak-anak jenjang Sekolah Dasar pun sudah mulai terpengaruh media sosial ini sudah sangat membahayakan,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi.

Oleh karena itu, ICMI menurutnya, tidak hanya berpikir tentang kelas kaum intelektuail atau para sarjana di kampus, tetapi juga punya program untuk anak SMA. Intinya ICMI bersepakat dengan BNPT untuk melakukan partnership. Dan BNPT sendiri sudah melakukan dengan semua kalangan.






BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Alasan Kenaikan Gaji DPRD Dinilai Tidak Logis

Anggota legislatif selama ini selalu beranggapan bahwa korupsi terjadi karena gaji dan tunjangan mereka kecil.

NASIONAL | 2 September 2016

Demokrat Hormati Keputusan Presiden soal Komjen Budi Gunawan

Penjelasan pemerintah atas pengajuan nama BG pasti diketahui dalam uji kepatutan dan kelayakan.

NASIONAL | 2 September 2016

Gempa 4,0 SR Guncang Maumere

Gempa bumi tersebut terletak pada 8,50 LS dan 121,79 BT, tepatnya di lepas pantai Mausambi pada jarak 48 km arah Baratlaut Maumere dengan kedalaman 10 km

NASIONAL | 2 September 2016

Keluarga Besar Putra-Putri Polri Dukung Komjen BG

Komjen BG memiliki kemampuan dan jam terbang yang cukup banyak di kepolisian. Modal itulah yang diharapkan dapat membantu kerjanya dalam mengelola BIN.

NASIONAL | 2 September 2016

Pengacara Petinggi PT Brantas Minta KPK Jerat Kajati DKI

Hal ini lantaran Majelis Hakim Tipikor Jakarta telah menilai kedua kliennya bersalah melakukan penyuapan.

NASIONAL | 2 September 2016

Formappi: Dana Aspirasi Jadi Lahan Korupsi DPR

Kemauan DPR terhadap dana aspirasi bukan untuk aspirasi rakyat.

NASIONAL | 2 September 2016

Penambahan Kewenangan DPD Dipersulit DPR yang Tak Mau Wibawanya Kalah

Bila memang hendak mempertahankan sikap seperti itu, lebih baik sekalian DPR RI membubarkan saja DPD RI, kata Pakar Hukum Asep Warlan Yusuf.

NASIONAL | 2 September 2016

Banjir Jakarta Akibat Kurangnya Daerah Resapan Air

Ahok berupaya mengembalikan fungsi lahan resapan yang telah disalahgunakan

NASIONAL | 2 September 2016

Waspadai Teror Susulan, Polda Sumut Jaga Ketat Seluruh Gereja

Seluruh intelijen dikerahkan mengawasi setiap rumah ibadah.

NASIONAL | 2 September 2016

Jadi Pintu Masuk Korupsi, Fitra Akan Gugat UU MD3

Dana aspirasi hanya menjadi celah DPR untuk meminta fee dari proyek.

NASIONAL | 2 September 2016


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS