BIN Harus Perkuat Kecakapan di Bidang Informasi dan Teknologi

BIN Harus Perkuat Kecakapan di Bidang Informasi dan Teknologi
Komjen Budi Gunawan. ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / CAH Sabtu, 3 September 2016 | 12:16 WIB

Jakarta - Wakil Ketua Komisi I Meutya Hafid mendesak Badan Intelijen Negara (BIN) memperkuat kecakapan institusinya di bidang informasi dan teknologi (IT). Pasalnya, kecakapan di bidang IT sangat dibutuhkan sekarang di mana dunia sudah tergantung pada kekuatan informasi dan teknologi.

"Yang perlu ditingkatkan ke depan adalah BIN tidak hanya orang-orang TNI dan Polri, tetapi juga diperlukan orang-orang yang cakap di bidang IT dalam mengantasipasi tantangan global ke depan," Meutya dalam diskusi bertajuk "Ini Dia Kepala BIN Baru.." di Gado-Gado Bobplo, Jalan Gereja Theresia No. 41, Menteng - Jakarta Pusat, Sabtu (3/9).

Selain Meutya, hadir juga Guru Besar Universitas Pertahanan Salim Said, Pengamat Pertahanan dan Intelijen Connie Rahakundini dan Wartawan Senior Derek Manangka.

Kecakapan di bidang IT, kata dia akan mampu membantu tugas BIN dalam melakukan tugas deteksi dini, mencegah terjadi persoalan. BIN benar-benar menjadi mata dan telinga negara untuk mendapatkan informasi-informasi penting terkait kepentingan bangsa dan negara.

"Karena itu, memang penting Kepala BIN adalah orang terbaik dan dipercaya oleh presiden untuk mendeteksi berbagai informasi sejak dini," tandas politisi Golkar ini.

Terkait pencalonan Komjen Pol Budi Gunawan yang diajukan Presiden Joko Widodo, Meutya menilai itu hak Presiden Jokowi dalam memilih orang-orang terbaik, dapat dipercaya dan bekerja sama dengannya. Menurut Meutya, Budi Gunawan adalah polisi terbaik, lulusan dari akademi terbaik juga dan mempunyai jaringan yang luas.

"Yang terpenting Pak Budi harus cepat belajar dari intelijen polisi menjadi intelijen negara. Dengan jaringannya yang luas, bisa mengordinasikan semua intelijen di berbagai institusi," ungkap dia.

Partai Golkar, lanjut dia akan mengkawal proses fit and proper test Budi Gunawan. Partai Golkar juga, kata dia tidak mau mendikotomikan kepala BIN dari TNI atau polisi serta berpolemik mengapa Budi Gunawan yang dipilih dan Sutiyoso diganti.

"Kita jangan berpolemik lagi, tetapi mendorong kepala BIN yang baru untuk segera bekerja untuk bangsa dan negara," pungkas Meutya.





Sumber: BeritaSatu.com