Perkembangan Kasus Vaksin Palsu Dipertanyakan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Perkembangan Kasus Vaksin Palsu Dipertanyakan

Kamis, 22 September 2016 | 20:05 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta - Penanganan kasus vaksin palsu yang terkesan lambat membuat masyarakat khususnya keluarga korban bertanya-tanya. Sebab, hingga kini masih belum jelas hukuman bagi terhadap para terduga dan pihak yang terkait.

“Keluarga korban dan masyarakat pasti menunggu sudah dimana kelanjutan penanganan dari kasus vaksin palsu tersebut,” ujar pengamat kesehatan, Marius Widjajarta di Jakarta, Kamis (22/9).

Tentu saja, kata Marius, semua pihak berhak tahu baik yang terdampak langsung dari keluarga korban vaksin maupun masyarakat umum. Undang-Undang (UU) perlindungan konsumen telah mengatur dengan jelas akan hak-haknya.

“Semua pihak harus menghormati UU perlindungan konsumen, termasuk pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan sebagi pelaksana amanah konstitusi seharusnya menginformasikan kepada masyarkat sudah sejah mana perkembangannya,” ucapnya.

Selain dianggap lamban dalam penanganan kasus, ada yang patut disayangkan dari sikap Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang terkesan memberikan pembelaan terhadap "oknum" dokter yang diduga terlibat.

“Sebagai institusi IDI sebaiknya bersikap bijaksana terkait kasus vaksin palsu yang diduga melibatkan oknum dokter di dalamnya, dan bukan sebaliknya kontraproduktif, ” tandasnya.

Terlebih ada kesan "membela" sambung Marius, sebab pengadilan yang bisa memutuskan status seseorang bersalah atau tidak, termasuk oknum dokter dalam kasus vaksin palsu tersebut.

“Saya kira setiap profesi itu ada yang hitam dan putih, biasa itu. Namun, yang tidak boleh mendahului sebelum ada keputusan seolah-olah menyatakan tidak bersalah. Jelas tidak fair itu, tunggu pengadilan lah, ” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi IX DPR Dede Yusuf meminta agar pihak kejaksaan agung (Kejagung) segera menuntut para tersangka vaksin palsu, baik produsen, pengguna, dokter, maupun bidan yang terlibat harus dihukum seberat-beratnya.

"Mereka yangn terlibat dalam kasus vaksin palsu harus dituntut seberat-beratnya. Kami dengar pihak Bareskrim baru memasukan nama-nama mereka ke Kejagung," ujar Dede Yusuf di Gedung Parlemen Senayan, kemarin.

Baca: DPR Minta Jaringan Vaksin Palsu Dituntut Berat

Pada kasus vaksin palsu, telah ditetapkan 25 orang sebagai tersangka sejak Juli 2016. Mereka merupakan produsen, distributor, pengepul botol vaksin bekas, pencetak label vaksin palsu, serta dokter dan bidan.

Pada awalnya, kasus terbagi empat berkas tapi dalam perkembangan selanjutnya menjadi 25 berkas terhadap pera terduga tersebut. Ke-25 berkas yang terduga, yaitu Irnawati, Rita Agustina, Hidayat Taufiqurrahman, Sutarman, Mirza, Suparji, Nilna, Syafrizal, Iin, dan Seno.

Juga, M Farid, Juanda, dokter Ade, Agus, Thamrin, Sutanto, dan dokter HUD, Nuraini, Sugiarti, Manogu, Ryan, Syahrul, dokter Indra, dokter Dita, serta dokter Harmon.

Pertama kali berkas diserahkan Bareskrim ke Kejaksaan Agung pada 26 Juli 2016. Berkas kasus tersebut masih bolak-balik dikarenakan masih saja ada berkas belum lengkap. Terbaru, berkas dikembalikan dari Kejagung ke Bareskrim Senin (19/9/2016) dan pihak Bareskrim mengirimkan lagi ke Kejagung Kamis (22/9).



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BUMN Buka Posko Tanggap Bancana untuk Korban Banjir dan Tanah Longsor Jawa Barat

Dalam rangka optimalisasi pemberian bantuan terhadap korban bencana tersebut, BUMN berkoordinasi dengan BNPB dan BPBD setempat.

NASIONAL | 22 September 2016

Nasdem Dorong Lahirnya Kebijakan Pro Petani

Saat ini, menurut Surya, petani sangat membutuhkan kebijakan yang mampu mengangkat dan meningkatkan kesejahteraan petani.

NASIONAL | 22 September 2016

Tingkatkan Potensi Maluku, Buka Jalur Transportasi

"Buka penerbangan langsung (ke Maluku) maka investasi akan masuk," kata Susi.

NASIONAL | 22 September 2016

1.504 Hektare Padi di Langkat Terendam Banjir

Selain tanaman padi yang terendam banjir ada juga tanaman jagung di kecamatan Padang Tualang seluas 13 hectare.

NASIONAL | 22 September 2016

KPK-Kemenkeu Sepakat Kawal Pelaksanaan Amnesti Pajak

Pemerintah menargetkan tambahan penerimaan negara dari tebusan amnesti pajak sebesar Rp 165 triliun.

NASIONAL | 22 September 2016

Sri Mulyani Serahkan LHKPN ke KPK, Berapa Hartanya?

Sri Mulyani enggan mengungkap total harta yang dimilikinya saat ini.

NASIONAL | 22 September 2016

Presiden Berikan Bantuan Senilai Rp 1,3 Miliar untuk Korban Banjir Garut

Bantuan dari Presiden itu diserahkan langsung kepada Pemerintah Kabupaten Garut untuk selanjutnya dikelola dan dibagikan kepada para korban banjir.

NASIONAL | 22 September 2016

Menhub: Boeing Akan Mendarat di Yahukimo

Runway bandara akan diperpanjang dari 1.950 meter menjadi 2.500 meter, sehingga bisa didarati Boeing.

NASIONAL | 22 September 2016

Mensos Khofifah Pastikan Logistik Korban Banjir Garut Terpenuhi

Mensos bergabung dengan para relawan Taruna Siaga Bencana dan membantu membungkus nasi beserta lauknya.

NASIONAL | 22 September 2016

Nama Paslon dari 4 Parpol Dikomunikasikan ke Gerindra dan PKS

Empat partai sepakat satu calon. Kita masih buka komunikasi dengan Gerindra dan PKS, kita berikan hal ini. Insya Allah besok sudah daftar.

NASIONAL | 22 September 2016


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS