KPK Dalami Pembagian Jatah Gula Impor di Bulog
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

KPK Dalami Pembagian Jatah Gula Impor di Bulog

Kamis, 22 September 2016 | 21:36 WIB
Oleh : ARS

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami mekanisme distribusi gula impor yang dilakukan oleh Bulog terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi pengurusan kuota gula impor yang diberikan oleh Bulog kepada CV Semesta Berjaya pada tahun ini untuk Provinsi Sumatera Barat.

"Kami sudah mempelajari bagaimana mekanisme di dalamnya. Nanti pada waktunya penyidik-penyidik KPK akan memberikan gelar perkara untuk kita ketahui," kata Wkail Ketua KPK Laode M Syarif di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/9).

Sebelumnya, Komisioner KPK Alexander Marwata mengungkapkan bahwa modus yang diduga dilakukan Irman Gusman adalah menghubungi petinggi Bulog untuk meminta pengalihan kuota gula impor sebesar 3.000 ton dari Jakarta ke Sumatera Barat.

"Sebetulnya, itu bukan kuota, melainkan diambilkan dari kuota untuk Jakarta sebesar 3.000 ton supaya dialihkan ke Sumatera Barat," kata Alexander, Rabu (21/9).

Irman diduga menerima imbalan sejumlah rupiah bila dapat meloloskan jatah ribuan kilogram gula impor untuk didistribusikan oleh CV Semesta Berjaya.

"Makanya, sedang diselidiki KPK, termasuk prosesnya sedang diselidiki KPK, jangan dilihat (suap) Rp 100 jutanya, dilihat gambaran besarnya," tambah Laode.

Pengacara Irman, Razman Arief Nasution, sebelumnya mengakui ada telepon antara kliennya dan Dirut Bulog Djoko Kusumayakti karena Irman mengetahui harga gula yang mahal di Sumatera Barat saat melakukan kunjungan ke daerah pemilihannya itu menjelang Idulfitri 1437 Hijriah.

Irman lalu menelpon Djoko dan menyampaikan kondisi harga gula itu. Saat itu Djarot menyatakan untuk menekan harga gula, Irman harus memiliki mitra yang dapat menyalurkan gula ke Sumbar.

"Karena ini skala kecil, dihubungilah Ibu Memi (istri dari Direktur Utama CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto). Saya kira tidak ada kata menekan," jelas Razman.

Kasus tersebut diawali dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang terjadi pada Sabtu (16/9) dini hari terhadap empat orang, yaitu Direktur Utama CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto, istrinya, Memi, adik Xaveriandy dan Ketua DPD Irman Gusman di rumah Irman di Jakarta.

Kedatangan Xaveriandy dan Memi adalah untuk memberikan Rp100 juta kepada Irman yang diduga sebagai ucapan terima kasih karena Irman memberikan rekomendasi kepada Bulog agar Xaverius dapat mendapatkan jatah untuk impor tersebut.

Irman Gusman disangkakan Pasal 12 Huruf a atau Pasal 12 Huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi mengenai pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1 miliar.

Xaverius dan Memi disangkakan menyuap Irman dan jaksa Farizal yang menangani perkara dugaan impor gula ilegal dan tanpa Standar Nasional Indonesia (SNI) seberat 30 ton dengan terdakwa Xaverius.

Uang suap yang diberikan kepada Farizal adalah sebesar Rp365 juta dalam empat kali penyerahan, sebagai imbalannya, Farizal dalam proses persidangan juga betindak seolah sebagai penasihat hukum Xaverius, seperti membuat eksekpsi dan mengatur saksi saksi yang menguntungkan terdakwa.

KPK sudah menggeledah gudang gula dan rumah Xaverius pada tanggal 18 September di Padang dan membawa dokumen dan alat elektronik. Pada tanggal 19 September, penyidik KPK memeriksa tiga pegawai Xaverius dan seorang swasta di Padang.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Aset Provinsi Sumbar Bertambah Rp 1,8 Triliun

Berdasarkan inventarisasi tim ke kabupaten kota terhadap kondisi neraca per 31 Desember 2014 diperkirakan aset itu sebesar Rp1,8 triliun.

NASIONAL | 22 September 2016

Menkumham : Majelis Kehormatan Harus Dampingi Notaris Nakal

majelis kehormatan notaris yang terbentuk hingga tingkat wilayah itu harus mendampingi notaris bermasalah atau nakal

NASIONAL | 22 September 2016

Gubernur Banten Rotasi 103 Pejabat Banten

Pelantikan tersebut merupakan rotasi dan pengisian pejabat eselon III dan IV di masing-masing-SKPD di Provinsi Banten.

NASIONAL | 22 September 2016

Walikota Makassar Ingatkan Bahaya Smart City

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengingatkan seluruh pemimpin kota di dunia mengenai bahaya Smart City

NASIONAL | 22 September 2016

KRI Bima Suci Jadi Pengganti KRI Dewaruci

KRI Bima Suci tengah dipersiapkan menjadi kapal latih pengganti KRI Dewaruci yang kini sudah berusia 63 tahun

NASIONAL | 22 September 2016

Timika Akan Jadi Salah Satu Titik Tol Laut

Sesuai rekomendasi KNKT, landasan di Bandara Wamena juga perlu diperpanjang.

NASIONAL | 22 September 2016

BNPB Prioritaskan Pembangunan Rumah Korban Banjir Garut

BNPB memberlakukan tanggap darurat penanggulangan bencana banjir bandang selama 14 hari sejak kejadian bencana, Selasa (20/9).

NASIONAL | 22 September 2016

Bea Cukai Amankan 25 Kg Bahan Pembuat Bom Ikan

Menurut pengakuan nakhoda, Udin, KM Alam Indah memuat 1.500 karung, setiap karung isinya 25 kilogram amonium nitrat

NASIONAL | 22 September 2016

KPK Diharapkan Jangan Berhenti di Irman Gusman

KPK diharapkan menjadikan kasus tersebut sebagai pintu masuk membereskan Bulog.

NASIONAL | 22 September 2016

Delapan Sekolah Rusak Akibat Banjir di Garut

Sekolah-sekolah tersebut mengalami kerusakan karena berada di kawasan tidak jauh dari aliran Sungai Cimanuk.

NASIONAL | 22 September 2016


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS