"Raja Jatim" Tak Berkutik Ditangkap Polisi
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

"Raja Jatim" Tak Berkutik Ditangkap Polisi

Jumat, 23 September 2016 | 07:49 WIB
Oleh : Aries Sudiono / JAS

Probolinggo - Dimas Kanjeng Taat Pribadi (47) yang selama dua tahun terakhir dikenal memiliki ilmu gaib mampu menggandakan uang rupiah pecahan Rp 50.000 dan Rp 100.000 bernilai miliaran rupiah, tak berkutik ketika ditangkap polisi, Kamis (22/9).

Ia ditangkap Ditreskrimum Polda Jatim dan Satreskrim Polres Probolinggo karena diduga sebagai otak pelaku pembunuhan yang direncanakan atas dua mantan santrinya yang juga korban penipuan penggandaan uang secara gaib puluhan miliar rupiah.

Polisi menangkap Dimas di tempat tinggalnya di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di kawasan Dusun Sumber Cengkelek, RT-22/RW-08, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.

"Kami memang mengantisipasinya dengan menerjunkan 1.383 personel gabungan dari Polda Jatim dan Polres Probolinggo,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol R. Prabowo Argo Yuwono, saat mendampingi Waka Polda Jatim Brigjen Pol Gatot Subroto yang memimpin langsung penangkapan, Kamis.

Pada 11 Januari 2016 lalu, tersangka pernah mengundang para Raja Nusantara se-Indonesia pada penobatan (Jumenengan) dirinya sebagai Raja Jatim bergelar Sri Raja Prabu Rajasa Nagara itu.

Saat akan ditangkap dia bersembunyi di kawasan padepokan miliknya yang memiliki banyak rumah dan dipagari banyak pengikutnya di kawasan padepokan yang luasnya dua kali lapangan sepakbola.

“Kami kerahkan sekitar 1.383 personel gabungan (Brimob) Polda Jatim dan (Satreskrim dan Sabhara) Polres Probolinggo dan Polres Pasuruan dan Polres Malang sebagai antisipasi menghadapi para santri setianya yang bisa saja dipakai tersangka sebagai pelindungnya,” tambah Argo Yuwono.

Penangkapan terpaksa dilakukan karena panggilan pertama dan kedua sampai ketiga dari penyidik Ditreskrim Polda Jatim, diabaikan.

Namun sewaktu tersangka ditangkap dalam kondisi mengenakan pakaian warna biru panjang model gamis, tersangka tak melakukan perlawanan. "Padahal sebelumnya disebut-sebut ada ratusan santri setianya yang selama ini bertindak sebagai tameng hidup," tandas Argo Yuwono.

Setelah ditangkap Dimas dimasukkan ke dalam mobil Barrakuda dan dibawa ke Mapolda Jatim di Surabaya guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dimas ditangkap sebagai tersangka pelaku utama penggandaan uang dengan memakai nama Bank Gaib serta kasus pembunuhan dua santrinya. Para santtri itu menagih utang karena uang ratusan juta rupiah yang "dipinjam" Dimas untuk digandakan menjadi triliunan rupiah tak kunjung terealisasi.

Santri bernama Abdul Ghani pedagang emas warga Desa Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, mayatnya ditemukan di dekat jembatan Waduk Gajah Mungkur di wilayah Wonogiri, Jawa Tengah pada 4 April 2016. Sedangkan sebelumnya, korban Ismail, pedagang asal Situbondo, ditemukan tewas di kawasan Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, pada Februari 2015.

Pembunuhan itu sendiri menurut pengakuan 10 orang tersangka yang disebut sebagai "Tim Pelindung Raja" (pengawal) yang diamankan sebelumnya, dilakukan di ruang tertutup yakni tempat praktik gaib Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Tim tersebut sekaligus bertindak sebagai algojo Dimas Kanjeng,

Kedua santri dibunuh saat menagih uangnya dan mengancam akan melaporkan aksi penipuan ini ke Polisi. Dimas Kanjeng lalu memanggil ke ruangannya dan saat berada di dalam, Ismail (dan Abdul Ghani) dikeroyok dan dijerat lehernya oleh 22 orang pengawal Kanjeng Dimas.

“Semuanya sudah ditangkap dan ditahan sejak tiga bulan lalu. Sedangkan Dimas Kanjeng kami tangkap terakhir,” ujar Argo Yuwono.

Kendati diduga sebagai otak pelaku pembunuhan, penyidik masih memberikan kesempatan kepada yang bersangkutan, dengan memberikan surat panggilan secara patut terlebih dahulu sebanyak dua kali. Dalam surat penangkapan yang diterbitkan oleh Polda Jatim, Dimas Kanjeng dijerat Pasal 340 KUHP yo Pasal 55 KUHP sebagai dalang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

KPK Dikabarkan Terbitkan Sprindik Baru Kasus E-KTP

KPK dikabarkan telah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru terkait pengembangan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kartu e-KTP.

NASIONAL | 23 September 2016

Mendagri-Kepala BIN Bahas Pilkada Serentak 2017

Mendagri Tjahjo Kumolo menerima kunjungan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Pol) Budi Gunawan.

NASIONAL | 23 September 2016

Maluku Siap Jadi Kekuatan Maritim Nasional

Maluku akan dikenal dunia dan semakin maju sebagai lumbung ikan nasional. Maluku siap menjadi kekuatan maritim nasional.

NASIONAL | 22 September 2016

Relawan Kempora Bantu Korban Banjir Garut

Donasi berupa uang tunai sebesar Rp 10.983.000 tersebut diserahkan oleh Abdul Rafur.

NASIONAL | 22 September 2016

Sri Mulyani dengan Senang Hati Serahkan Gedung ke KPK

"Gedung ini bersejarah dan memiliki nilai luar biasa dari sejarah Indonesia dalam hal pemberantasan korupsi."

NASIONAL | 22 September 2016

KPK Dalami Pembagian Jatah Gula Impor di Bulog

KPK sudah mempelajari bagaimana mekanisme di dalamnya. Nanti pada waktunya penyidik-penyidik KPK akan melakukan gelar perkara.

NASIONAL | 22 September 2016

Aset Provinsi Sumbar Bertambah Rp 1,8 Triliun

Berdasarkan inventarisasi tim ke kabupaten kota terhadap kondisi neraca per 31 Desember 2014 diperkirakan aset itu sebesar Rp1,8 triliun.

NASIONAL | 22 September 2016

Menkumham : Majelis Kehormatan Harus Dampingi Notaris Nakal

majelis kehormatan notaris yang terbentuk hingga tingkat wilayah itu harus mendampingi notaris bermasalah atau nakal

NASIONAL | 22 September 2016

Gubernur Banten Rotasi 103 Pejabat Banten

Pelantikan tersebut merupakan rotasi dan pengisian pejabat eselon III dan IV di masing-masing-SKPD di Provinsi Banten.

NASIONAL | 22 September 2016

Walikota Makassar Ingatkan Bahaya Smart City

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengingatkan seluruh pemimpin kota di dunia mengenai bahaya Smart City

NASIONAL | 22 September 2016


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS