KPK Telisik Orang‎ Kuat dalam Impor Gula
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

KPK Telisik Orang‎ Kuat dalam Impor Gula

Jumat, 23 September 2016 | 12:29 WIB
Oleh : Erwin C Sihombing / YUD

Jakarta - Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menyatakan pihaknya masih mendalami keterkaitan pihak lain dari kasus suap gula impor di Bulog yang membelit mantan Ketua DPD Irman Gusman. Terbuka kemungkinan ada pihak lain yang terlibat dan punya pengaruh di balik kebijakan gula impor dari pengembangan kasus Irman.

"Hal itu sedang diteliti dan belum dipaparkan pada pimpinan," kata Syarif, di Jakarta, Jumat (23/9).

Syarif menuturkan, pihaknya akan menelusuri semua informasi yang didapat dalam penyelidikan serta penyidikan yang sedang dilakukan. Sejauh ini, KPK telah mentersangkakan Irman, ‎Dirut CV Semesta Berjaya Xaveriandy Sutanto dan istrinya, Memi. Dalam perkara lain, KPK mentersangkakan Jaksa Farizal.

"Jika ditemui dua alat bukti yang cukup untuk menyeret pihak lain maka KPK tidak akan ragu-ragu untuk mengembangkan kasus ini," ujarnya.

Wakil Ketua KPK lainnya, Saut Situmorang juga mengungkapkan hal yang sama. Selama ada keterkaitan serta bukti yang memadai, KPK tidak hanya berhenti pada pihak-pihak yang terjaring operasi tangkap tangan.

"Dapat dilihat selama ini kalau emang jelas ada peran serta pihak lain maka kami mengembangkannya namun kalau tidak‎ bisa dikembangkan tidak juga mencari-cari," kata Saut.

Pakar hukum Yenti Garnasih mencurigai adanya pihak lain yang terlibat selain pengusaha, penyelenggara negara dan penegak hukum. Dia meminta KPK untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

"Dalam kasus Irman Gusman harus ditelusuri secara tuntas dan menyeluruh. Harus didalami siapa saja yang terlibat. Tidak mungkin hanya pengusaha dan Irman saja, pastinya ada yang akan dilobi Bulog atau orang yang mempunyai kewenangan terjait impor gula," katanya.‎

Menurut Yenti, dalam kasus tersebut, KPK bisa memberikan rekomendasi memperbaiki kebijakan terkait ekspor/impor di Bulog dengan melakukan pengusutan secara menyeluruh. Setidaknya memperlihatkan relasi antara penegak hukum dengan pengusaha berkaitan impor bahan pokok.

"Artinya jangan yang tertangkap saja yang diproses tetapi semua yang dicurigai terlibat atas yang tertangkap," ujarnya.

Dia meyakini permainan kotor berkaitan kebijakan impor bahan pokok telah dirasakan publik sejak lama. Maka KPK diharapkan mampu menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk unjuk gigi.

"Sebetulnya sudah lama dirasakan ada masalah dalam kebijakan dan penentuan importir bahan pokok. Maka penting sekali untuk dibongkar karena jangan-jangan ini sudah lama terjadi.‎ Artinya banyak yang harus dikembangkan oleh KPK," kata Yenti.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dua Wanita Terkait Krishna Murti, Ini Kata Kapolri

Masih kita dalami, kan ada dua orang (wanita) yang diperiksa.

NASIONAL | 23 September 2016

Polda Kalbar Serahkan Anggota DPR Tersangka Korupsi Dana Bansos ke Kejati

"Maka pada hari ini (Kamis, 22/9) penyidikan kasus korupsi dana Bansos Provinsi Kalbar dinyatakan telah tuntas," ungkap Direskrimsus Polda Kalbar Wawan Munawar.

NASIONAL | 23 September 2016

"Raja Jatim" Tak Berkutik Ditangkap Polisi

Dimas Kanjeng ditangkap karena diduga menjadi otak pelaku pembunuhan yang direncanakan atas dua mantan santrinya yang juga korban penipuan penggandaan uang.

NASIONAL | 23 September 2016

KPK Dikabarkan Terbitkan Sprindik Baru Kasus E-KTP

KPK dikabarkan telah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru terkait pengembangan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kartu e-KTP.

NASIONAL | 23 September 2016

Mendagri-Kepala BIN Bahas Pilkada Serentak 2017

Mendagri Tjahjo Kumolo menerima kunjungan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Pol) Budi Gunawan.

NASIONAL | 23 September 2016

Maluku Siap Jadi Kekuatan Maritim Nasional

Maluku akan dikenal dunia dan semakin maju sebagai lumbung ikan nasional. Maluku siap menjadi kekuatan maritim nasional.

NASIONAL | 22 September 2016

Relawan Kempora Bantu Korban Banjir Garut

Donasi berupa uang tunai sebesar Rp 10.983.000 tersebut diserahkan oleh Abdul Rafur.

NASIONAL | 22 September 2016

Sri Mulyani dengan Senang Hati Serahkan Gedung ke KPK

"Gedung ini bersejarah dan memiliki nilai luar biasa dari sejarah Indonesia dalam hal pemberantasan korupsi."

NASIONAL | 22 September 2016

KPK Dalami Pembagian Jatah Gula Impor di Bulog

KPK sudah mempelajari bagaimana mekanisme di dalamnya. Nanti pada waktunya penyidik-penyidik KPK akan melakukan gelar perkara.

NASIONAL | 22 September 2016

Aset Provinsi Sumbar Bertambah Rp 1,8 Triliun

Berdasarkan inventarisasi tim ke kabupaten kota terhadap kondisi neraca per 31 Desember 2014 diperkirakan aset itu sebesar Rp1,8 triliun.

NASIONAL | 22 September 2016


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS