Poltracking: Usung Agus Yudhoyono Berisiko
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Poltracking: Usung Agus Yudhoyono Berisiko

Jumat, 23 September 2016 | 12:46 WIB
Oleh : Robertus Wardi / WM

Jakarta - Pengamat politik dari lembaga survei Poltracking Indonesia, Agung Baskoro mengemukakan yang menarik dari Pilgub DKI Jakarta adalah munculnya nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang belum pernah sekalipun masuk radar survei. Pilihan koalisi empat parpol, yakni Demokrat, PPP, PKB, dan PAN, dinilai berisiko.

"Pilgub DKI Jakarta menjadi ujian pertama AHY terjun ke pentas politik. Apalagi yang langsung dihadapi adalah petahana," kata Agung di Jakarta, Jumat (23/9).

Menurutnya, publik saat-saat sekarang ini masih menanti poros ketiga (Gerindra-PKS). Poros ini besar kemungkinan memunculkan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Poros ketiga ini yang akan menjadi lawan berat petahana.

"Anies dan Sandi dinilai punya kapasitas dan diterima masyarakat Jakarta. Mereka patut diperhitungkan," tuturnya.





Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KPK Telisik Orang‎ Kuat dalam Impor Gula

Terbuka kemungkinan ada pihak lain yang terlibat dan punya pengaruh di balik kebijakan gula impor dari pengembangan kasus Irman Gusman.

NASIONAL | 23 September 2016

Dua Wanita Terkait Krishna Murti, Ini Kata Kapolri

Masih kita dalami, kan ada dua orang (wanita) yang diperiksa.

NASIONAL | 23 September 2016

Polda Kalbar Serahkan Anggota DPR Tersangka Korupsi Dana Bansos ke Kejati

"Maka pada hari ini (Kamis, 22/9) penyidikan kasus korupsi dana Bansos Provinsi Kalbar dinyatakan telah tuntas," ungkap Direskrimsus Polda Kalbar Wawan Munawar.

NASIONAL | 23 September 2016

"Raja Jatim" Tak Berkutik Ditangkap Polisi

Dimas Kanjeng ditangkap karena diduga menjadi otak pelaku pembunuhan yang direncanakan atas dua mantan santrinya yang juga korban penipuan penggandaan uang.

NASIONAL | 23 September 2016

KPK Dikabarkan Terbitkan Sprindik Baru Kasus E-KTP

KPK dikabarkan telah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru terkait pengembangan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kartu e-KTP.

NASIONAL | 23 September 2016

Mendagri-Kepala BIN Bahas Pilkada Serentak 2017

Mendagri Tjahjo Kumolo menerima kunjungan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Pol) Budi Gunawan.

NASIONAL | 23 September 2016

Maluku Siap Jadi Kekuatan Maritim Nasional

Maluku akan dikenal dunia dan semakin maju sebagai lumbung ikan nasional. Maluku siap menjadi kekuatan maritim nasional.

NASIONAL | 22 September 2016

Relawan Kempora Bantu Korban Banjir Garut

Donasi berupa uang tunai sebesar Rp 10.983.000 tersebut diserahkan oleh Abdul Rafur.

NASIONAL | 22 September 2016

Sri Mulyani dengan Senang Hati Serahkan Gedung ke KPK

"Gedung ini bersejarah dan memiliki nilai luar biasa dari sejarah Indonesia dalam hal pemberantasan korupsi."

NASIONAL | 22 September 2016

KPK Dalami Pembagian Jatah Gula Impor di Bulog

KPK sudah mempelajari bagaimana mekanisme di dalamnya. Nanti pada waktunya penyidik-penyidik KPK akan melakukan gelar perkara.

NASIONAL | 22 September 2016


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS