Rais Syuriah PBNU: Beda Pilihan Politik Jangan Rusak Kebinekaan
Logo BeritaSatu

Rais Syuriah PBNU: Beda Pilihan Politik Jangan Rusak Kebinekaan

Sabtu, 22 Oktober 2016 | 06:50 WIB
Oleh : AO

Jakarta - Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia KH Masdar Farid Mas'udi mengajak semua kalangan untuk menjadikan momentum demokrasi pilkada dalam suasana damai dan penuh dengan keikhlasan.

Jangan sampai hanya karena perbedaan politik dalam memilih pemimpin kemudian merusak kebinekaan. Apalagi, seseorang yang akan menduduki kekuasaan, termasuk dalam hal ini jabatan gubernur, sejatinya merupakan kehendak Allah SWT, di mana seseorang maupun pendukungnya hanya berusaha dan berharap.

Hal itu dikatakan KH Masdar saat memberikan tausiah dalam acara Peringatan Hari Santri dan Deklarasi Pilbup DKI Jakarta Damai oleh Relawan Nusantara (RelaNU) dan Nahdliyin Jakarta di Wisma Antara, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (21/10) malam.

Dalam acara yang juga dihadiri Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Rais Syuriah PBNU KH Ahmad Ishomuddin tersebut, hadir juga ratusan nahdliyin dan kaum muda NU Jakarta.

"Semua akan terjadi kalau dikehendaki Allah. Sesungguhnya, dalam proses perebutan kekuasaan, itu tidak boleh mutlak-mutlakan. Tidak harus yang namanya lawan harus dikalahkan. Karena, ada faktor di mana Allah yang menghendaki. Allah yang memiliki kerajaan kekuasaan. Dan, Allah berkuasa juga mencabut kekuasaan dari siapa pun. Oleh karena itu, ketika ada pilkada, jangan berlebihan, jangan mutlak-mutlakan. Semua boleh berharap jadi, tetapi pada akhirnya akan kembali pada kehendak Allah," kata KH Masdar.

Lebih baik, ujarnya, momentum pemilihan ini dijadikan layaknya pertandingan tennis meja yang bisa menghibur. Oleh sebab itu, tidak boleh habis-habisan dengan emosinya, apalagi sampai menyulut konflik.

"Sangat mahal kalau itu terjadi hanya karena memperebutkan sesuatu yang sebenarnya kekuasaannya bukan di kita. Jangan terlalu tegang. Berusaha boleh, tetapi pasrahkan kepada Allah. Dia yang memberikan kekuasaan kepada siapa pun yang dikehendaki," ujarnya.

Tokoh NU itu melanjutkan, kekuasaan sebagaimana diamanahkan dalam Alquran, adalah amanah. Maka dari itu, yang terpenting jika memegang kekuasaan maka harus bisa menghadirkan keadilan dan tidak boleh diskriminatif.

"Sentimen kelompok keyakinan tidak boleh mencederai komitmen kita untuk bertindak adil. Kalau kalah, jangan mengamuk. Jangan mengingkari takdir Allah," tukasnya.

Dengan sikap yang seperti itu, lanjut dia, maka siapa pun yang menang nanti dan diberikan kekuasaan atas kehendak Allah patut didukung, yang terpenting adalah bagaimana kekuasaan itu menghadirkan keadilan.

"Jangan menghancurkan kebhinekaan kita hanya karena pertarungan kekuasaan. Ikhlaskan yang menjadi takdir Allah, siapa yang menang nanti. Kita dukung agenda yang dipesankan Alquran, yaitu pemenuhan keadilan dan hak-hak masyarakat yang lemah. Itulah yang harus menjadi agenda kekuasaan," tuturnya.







Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pilkada Bengkulu Tengah Diikuti Tiga Pasang Calon

Pilkada Bengkulu Tengah akan diikuti pasangan Medio Yustisio-Abdu Rani dan M Sabri-Naspian dari jalur independen serta Feri Ramly-Perdianto yang diusung parpol.

NASIONAL | 22 Oktober 2016

2 Tahun Jokowi-JK, Ditunggu Kepiawaian Diplomasi Kawasan

Salah satu isu luar negeri yang perlu mendapat perhatian Indonesia adalah sentralitas ASEAN yang semakin pudar dalam menghadapi kepentingan negara besar.

NASIONAL | 21 Oktober 2016

Menteri Agraria JanjikanTak Ada Kendala Pembebasan Lahan

Kita mendukung program jalan tol, pembangkit listrik, pelabuhan yang proyeknya membutuhkan tanah, BPN harus mendukung pembebasan lahannya.

NASIONAL | 21 Oktober 2016

Muhaimin : PKB Konsisten Perjuangkan Pesantren dan Santri

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menegaskan partainya konsisten memperjuangkan pesantren dan kaum santri

NASIONAL | 21 Oktober 2016

Presiden Diharapkan Tuntaskan Kasus Munir

Presiden Joko Widodo (Jokowi) diharapkan dapat menyelesaikan kasus meninggalnya aktivis hak asasi manusia (HAM) Munir.

NASIONAL | 21 Oktober 2016

Kutip Pungli, 3 Oknum Dishub Ditangkap

3 oknum PNS di Dinas Perhubungan ditangkap setelah melakukan pungli terhadap sopir truk di Sibolangit, Sumatera Utara.

NASIONAL | 21 Oktober 2016

Banten Gelar Pameran Investasi dan Pembangunan

Pemerintah Provinsi Banten menggelar pameran investasi dan hasil pembangunan yang dikemas dalam "Banten Expo 2016" dalam rangkaian HUT Banten ke-16

NASIONAL | 21 Oktober 2016

Mensos Ajak Masyarakat Menabung dengan Program e-Warong

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat agar gemar menabung dengan adanya program e-Warong Kube-PKH

NASIONAL | 21 Oktober 2016

Angin Kencang, Penyebrangan Gilimanuk Sempat Ditutup

Sempat terjadi antrean yang memenuhi areal parkir pelabuhan.

NASIONAL | 21 Oktober 2016

RS Bali Mandara Buka Layanan Kanker di 2017

Selama ini, deteksi kanker yang sering terlambat karena penyebabnya tidak jelas.

NASIONAL | 21 Oktober 2016


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS