Marah Karena Aktivis HMI Ditangkap, Ini Kata Fadli Zon

Marah Karena Aktivis HMI Ditangkap, Ini Kata Fadli Zon
Ketua FPI, Rizieq Syihab (tengah) bersama Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon (dua kiri) berorasi dalam aksi unjuk rasa bersama anggota Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) melakukan unjuk rasa di Jakarta, 4 November 2016. Dalam aksinya mereka menuntut dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok diusut tuntas. ( Foto: B1/Danung Arifin )
Markus Junianto Sihaloho / FMB Selasa, 8 November 2016 | 19:51 WIB

Jakarta - Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon, menyoroti penangkapan sejumlah kader Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang dilakukan kepolisian. Penangkapan dilakukan terhadap lima pengurus dan kader Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) terkait insiden aksi 4 November malam hari.

Fadli Zon menyatakan bahwa operasi penangkapan di kantor sekretariat HMI itu perlu dipertanyakan dasarnya.

"Apakah penangkapan tersebut dilakukan sesuai protap? Dan juga kenapa pihak Kepolisian tak melakukan pemanggilan terlebih dulu kepada yang bersangkutan?" ujar Fadli, Selasa (7/11).

Fadli Zon mengingatkan bahwa para aktivis HMI bukan pelaku tindak kriminal sebagaimana penjahat terorisme atau narkotika. Baginya, para aktivis itu hanya menggunakan hak konstitusional untuk menyampaikan pendapat, atas lambatnya proses penegakkan hukum di Indonesia terkait kasus penistaan agama oleh Ahok.

Baginya, insiden yang terjadi malam hari 4 Nopember harus diusut lebih dulu. "Siapa memprovokasi siapa? Siapa yang memulai keributan. Juga siapa memerintahkan lontaran gas airmata. Apakah sudah sesuai prosedur penanganan?" imbuhnya.

"Perlakuan pihak kepolisian hendaknya jangan berlebihan. Harus proporsional dan profesional. HMI adalah organisasi mahasiswa yang terpandang dan telah melahirkan banyak pemimpin bangsa."

Menurut Fadli, operasi penangkapan kepolisian terhadap lima kader HMI yang tak proporsional, dikhawatirkan akan semakin memperkeruh suasana. Sebab cara-cara yang dilaksanakan dianggap kurang wajar, dilakukan tengah malam, seperti operasi penangkapan PKI di masa lalu.

"Di sisi lain, hal ini juga akan memperkuat kecurigaan masyarakat, bahwa hukum di Indonesia tajam ke bawah tumpul ke atas. Ini bisa dilihat sebagai upaya mengebiri sikap kritis masyarakat terhadap kasus Ahok," begitu alasan Fadli.

Fadli Zon juga mempertanyakan tindakan kepolisian yang sangat cepat melakukan penangkapan terhadap kader HMI padahal kasusnya baru terjadi beberapa hari. Namun, kepolisian lambat dalam menangkap Ahok meskipun bukti dan saksi ahli sudah lengkap semua. "Malah kini dipertontonkan transparansi kebodohan soal bahasa," imbuhnya.



Sumber: BeritaSatu.com