Calo Tenaga Kerja di Purwakarta Jadi Target Tim Saber Pungli

Calo Tenaga Kerja di Purwakarta Jadi Target Tim Saber Pungli
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi ( Foto: Istimewa )
Fana Suparman / CAH Senin, 13 Februari 2017 | 17:43 WIB

Jakarta - Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) menginventarisir sejumlah persoalan pungli terkait mekanisme penerimaan tenaga kerja di Purwakarta. Hal ini lantaran banyaknya laporan masyarakat tentang calo tenaga kerja di Purwakarta, terutama di daerah yang diperuntukan sebagai kawasan industri.

Saat ini, terdapat sekitar 396 perusahaan baik yang bersifat nasional maupun multinasional beroperasi di wilayah Purwakarta. Ratusan perusahaan tersebut memperkerjakan sekitar 30.000 karyawan.

Anggota Tim Saber Pungli Purwakarta Taufik Rahman menyebut pihaknya sudah memeriksa lembaga yang digunakan oleh calo tenaga kerja. Dari pemeriksaan ini, Taufik yang juga Inspektur Bidang Pencegahan pada Inspektorat Daerah Purwakarta, menyebut besaran uang pungli yang dipungut dari para calon tenaga kerja, bervariasi mulai dari Rp 2 Juta hingga Rp 8 Juta, bahkan sampai Rp 10 Juta.

Besaran pungutan ini tergantung dari jenis perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja baru.

"Jumlahnya berbeda tergantung dari jenis perusahaan. Kami mengetahui perbedaan itu dari bukti kuitansi yang berhasil kami kumpulkan, kasus ini terus kami dalami, termasuk beberapa kasus pemalsuan KTP," kata Taufik dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (13/2).

Taufik menegaskan, pihaknya telah menyusun berkas pemeriksaan ini. Selanjutnya, berkas tersebut akan diserahkan kepada kepolisian dan kejaksaan untuk ditindaklanjuti.

"Berkasnya sudah siap. Kami akan menyerahkannya kepada pihak kepolisian dan kejaksaan," katanya.

Langkah Tim Saber Pungli ini didukung Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Menurut Kang Dedi, sapaan Dedi Mulyadi, tindakan yang dilakukan Tim Saber ini merupakan upaya untuk memutus mata rantai pungli di wilayah Purwakarta.

"Perusahaan juga tidak boleh bermain dengan oknum masyarakat yang sering melakukan tindakan pungli. Ini mata rantainya harus segera diputus," tegasnya.

Selain melalui Tim Saber Pungli, Dedi menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk memutus mata rantai pungli tersebut. Seluruh perusahaan di Purwakarta yang tengah membuka lowongan bagi calon tenaga kerja harus melalui situs yang dimiliki Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Purwakarta untuk dipublikasikan melalui akun ofisial milik Pemerintah Kabupaten Purwakarta.

"Jadi calon tenaga kerja itu, melamar pekerjaan melalui website dan langsung dites oleh HRD perusahaan yang ia tuju, kalau diterima, maka persyaratan administratif yang lain bisa menyusul," jelasnya.



Sumber: Suara Pembaruan