Tidak di Komisi II, Akom Bantah Terima Dana e-KTP

Tidak di Komisi II, Akom Bantah Terima Dana e-KTP
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Ade Komarudin (tengah) menjawab pertanyaan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 3 Februari 2017. ( Foto: Antara/Reno Esnir )
Markus Junianto Sihaloho / HA Kamis, 9 Maret 2017 | 18:27 WIB

Jakarta - Mantan Ketua DPR Ade Komarudin mengatakan dirinya kaget namanya disebut sebagai salah satu penerima dana korupsi proyek e-KTP. Baginya, hal itu hanyalah klaim Irman sebagai tersangka kasus itu.

Ade, yang menjabat Sekretaris Fraksi Golkar periode 2009-2014, menyatakan dirinya belum bisa memastikan kebenaran pemberitaan menyangkut kasus itu karena belum membaca secara detil dokumen dakwaan.

Namun demikian, berdasarkan pemberitaan, dirinya ingin menjelaskan kepada publik bahwa tidak pernah menerima uang dari Irman.

"Dan saya sudah klarifikasi kepada KPK ketika dimintai keterangan oleh KPK dan tidak ada pertanyaan lebih lanjut menyangkut hal ini pada saat itu. Keterangan tersebut hanya berdasarkan dari keterangan Bapak Irman sepihak," ungkap Akom, sapaan akrabnya, Kamis (9/3).

"Saya tidak menerima uang dari hasil proyek e-KTP, karena sejak awal saya tidak terlibat, baik dalam hal perencanaan sampai dengan penentuan anggaran dan pelaksanaan proyek."

Dia melanjutkan, ketidakterlibatan dirinya itu wajar karena kapasitas dirinya saat itu sebagai Sekretaris Fraksi bukan Ketua Fraksi.

"Dan saya juga bukan juga sebagai pimpinan atau anggota Komisi II," imbuh Ade.

Untuk lebih jelasnya, dia mengajak semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan mengikuti perkembangan persidangan secara seksama.

Dalam dakwaan, Ade disebut menerima aliran dana US$ 100.000 atau sekitar Rp1,3 miliar dengan nilai tukar hari ini.



Sumber: BeritaSatu.com