Dampak Banjir di Kabupaten Mojokerto Belum Berakhir
Mojokerto - Banjir bandang yang menerjang sembilan desa, di lima kecamatan, meliputi Kecamatan Pungging, Ngoro, Mojosari, Gondang dan Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, akibat hujan deras dan meluapnya beberapa sungai, Minggu (26/3) malam hingga, Rabu (29/3) pagi tadi masih belum berakhir.
Sedikitnya dari 535 jiwa masih mengungsi di kantor pendopo kecamatan dan kantor pendopo desa. Sekitar 145 jiwa di kantor Pendopo Kecamatan Mojoanyar yang menampung pengungsi warga penduduk Dusun Sadartengah, Desa Sadar dan Dusun Rangkah, Desa Sumberjati serta lebih dari 390 jiwa warga Dusun Gembongan, Desa Jotangan dan Dusun Balongcangak, Desa Kedunggempol, Kecamatan Mojosari masih harus mengungsi di Balai Desa Jotangan.
“Ini karena sarana jalan, jembatan dan halaman rumah serta rumah warga masih dipenuhi lumpur, sehingga warga masih harus melakukan kerja bhakti massal dibantu unsur TNI dan Polisi menyingkirkan anaka material yang menutup badan jalan. Untuk pembangunan jembatan yang rusak sedang diupayakan pembangunan jembatan darurat,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, M Zaini, Rabu (29/3) pagi.
Didampingi Wakil Koordinator Tagana, Imam Syaifuddin, lebih lanjut dikemukakan, bahwa hingga pagi ini keberadaan dapur umum di Kantor Kecamatan Mojoanyar yang didirikan sejak Minggu malam, masih beroperasi. Ini karena kapasitas dapur umum yang berkemampuan menyediakan 3.000 nasi bungkus sekali masak itu masih harus memasok sebagian pengungsi dan warga, termasuk BPBD, Tagana, TNI dan Polri, untuk melakukan pembersihan material dan membangun jembatan darurat yang jebol.
Menurut Imam Syaifuddin, hingga saat ini logistik berupa beras, mie, telur, sarden kaleng dan air mineral masih cukup. “Masih cukup karena bantuan sejak Selasa (28/3) kemarin sudah mulai berdatangan. Jika nantinya dapur umum di sini tidak bisa memenuhi target 3.000 nasi bungkus, kita rencanakan membuka satu dapur umum lagi dengan pusat logistik tetap di Kantor Kecamatan Mojoanyar,” ujarnya. Pihaknya tidak bisa memprediksi sampai kapan dapur umum didirikan untuk korban banjir, namun sampai Jumat kedepan dipastikan masih didirikan karena untuk memasok penduduk yang kerja bhakti gotong royong memperbaiki fasilitas umum jembatan dan lainnya.
Sebagaimana dikemukakan Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, M Zaini, akibat luapan Sungai Kali Sadar, air masuk ke jalan Dusun Balongmasin, Desa Pungging Krisik dengan ketinggian air sekitar 50 cm. Banjir akibat luapan air juga terjadi di Desa Kembangringgit, Kecamatan Ngoro, merendam badan jalan setinggi 50 cm. Akibat meluapnya Sungai Kali Lamong juga merendam sebagian wilayah penduduk di Desa Gebangmalang.
Di Dusun Ngembetsari, ada 280 kepala keluarga (KK) yang terendam dengan ketingian air di atas badan jalan sekitar 60 cm dan di dalam rumah sekitar 40 cm. Di Dusun Ploso Gede, Desa Gebangmalang terdapat 50 rumah yang terendam dengan ketinggian air di jalan 65 cm, sedangkan di dalam rumah 30 cm. Sementara di Kecamatan Mojosari, akibat tanggul Sungai Lontar anak Sungai Kalikatir jebol karena tak mampu menahan debit air sungai, air masuk ke rumah warga di Dusun Lontar, Desa Kebon Dalem rata-rata setinggi 50 cm.
Ada 50 rumah dengan 55 KK yang terendam air. Kepala Desa (Kades) Kalikatir, Sumaji (46) mengatakan, kerugian material cukup banyak namun tidak ada korban jiwa. Ada delapan rumah yang ambruk diterjang banjir bandang, namun yang terkena dampak jumlahnya cukup banyak. Yakni material yang dibawa air banjir merupa pasir, lumpur dan kayu masuk ke rumah warga sehingga perabotan rumah tangga tidak bisa dipakai.
Sumber: Suara Pembaruan
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI
Happy Ending, Sa Rang dan Gu Won Resmi Menikah di King the Land Episode Terakhir
Tembus 6,1 Juta Dosis, Capaian Vaksinasi PMK Jatim Tertinggi di Indonesia
PDIP Targetkan Tiga Kursi DPR di Cirebon-Indramayu dan Kemenangan Ganjar Pranowo
B-FILES
Urgensi Mitigasi Risiko Penyelenggara Pemilu 2024
Zaenal Abidin
Identitas Indonesia
Yanto Bashri
Jokowi Apa Kehendakmu?
Guntur Soekarno
Bursa Asia Dibuka Melemah, Investor Tunggu Rilis Data Ekonomi Tiongkok




