Ratusan Rumah di Anyer Diterjang Banjir Bandang
Serang - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Serang menyebabkan ratusan rumah di Kecamatan Anyer diterjang banjir bandang, Rabu (5/4). Banjir dengan kedalaman mencapai satu meter ini akibat luapan Sungai Cipaseh yang berada di Gunung Pabeasan dan Sungai Cipaas yang bermuara ke laut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma mengatakan, banjir bandang yang disebabkan cuaca ekstrem hujan lebat ini mulai terjadi Selasa (4/4) pukul 22.00 WIB.
“Hujan deras menyebabkan Sungai Cipaseh yang berada di wilayah Gunung Pabeasan meluap. "Kita sudah tahu banjir ini sudah menjadi rutinitas, kita juga tahu banjir itu diakibatkan karena pendangkalan," kata Nana.
Namun, ia mengaku pada banjir bandang kali ini belum bisa menyatakan siaga darurat, karena masyarakat tidak ada yang jatuh korban. Banjir mengakibatkan limbah berupa kayu menggunung di pemukiman penduduk, sehingga perlu diturunkan alat berat untuk pembersihan.
"Kalau dibilang parah, ini banjir lintasan, tidak seperti tahun lalu. Tapi yang pasti, kami dari BPBD sudah melakukan pembersihan limbah banjir, melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial untuk membangun dapur umum, dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mendata rumah yang rusak dan Dinas Kesehatan untuk penangan medis," tuturnya.
Saat disinggung soal kerugian akibat banjir bandang ini, ia mengaku belum bisa menghitung kerugian. Namun yang jelas ada rumah warga yang rusak berat dan rusak ringan. "Kita belum bisa menghitung kerugian, tapi ini (penghitungan kerugian) sedang dilakukan, dengan hitung cepat," ujarnya.
Sekretaris Kecamatan Anyer Joni Setiabudi menambahkan, banjir bandang ini terjadi akibat luapan sungai Cipaseh dan jebolnya tembok penahan tanah (TPT) Sungai Cipaas yang bermuara ke laut. Selain rumah yang terendam, dalam kejadian ini satu unit motor rusak tertimpa TPT dan dua orang warga mesti dilarikan ke Puskesmas setempat lantaran menderita luka berat.
"Kalau banjir yang merendam Desa Mekar Sari itu akibat TPT Sungai Cipaas yang bermuara ke laut jebol, mungkin karena kuatnya arus. Sedangkan yang di Sindang Mandi dan Sindang Karya itu akibat luapan Sungai Cipaseh. Tapi memang yang terparah itu di Sindang Karya, kayu-kayu dari Gunung Pabeasan terbawa arus masuk ke pemukiman warga," katanya.
Saat disinggung soal adanya pembalakan kayu di wilayah tersebut, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti. Namun yang jelas gunung di wilayah langgan banjir ini sudah gundul. "Saya tidak tahu ada pembalakan liar atau tidak, tapi gunung itu (Pabeasan) gundul akibat banjir tahun kemarin," tuturnya.
Menurut data yang diperoleh dari BPBD Kabupaten Serang dan Tagana Kabupaten Serang, rumah warga yang terendam di wilayah Kecamatan Anyer meliputi Desa Sindang Karya, Kampung Palupuy, Rt 01,02,03,04, Rw 002 sebanyak 334 KK atau 677 jiwa.
Kemudian, di Desa Sindang Mandi, Kampung Garung Sawah, Rt 002/004 sebanyak 60 KK atau 150 jiwa, Kampung Garung Sigarubug, Rt 004/004 sebanyak 55 KK atau 150 jiwa dan Desa Tanjung Manis, Kampung Babakan Rt 001/002 sebanyak 18 KK atau 50 jiwa, Desa Anyer satu perahu dan 107 rumah terendam, Desa Mekarsari sebanyak 80 kk atau180 jiwa. Dalam kejadian ini sedikitnya ada 128 rumah rusak ringan dan tiga rumah rusak berat atas nama Suheri, Birawi dan Mariyam.
Sumber: Suara Pembaruan
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI
Happy Ending, Sa Rang dan Gu Won Resmi Menikah di King the Land Episode Terakhir
Tembus 6,1 Juta Dosis, Capaian Vaksinasi PMK Jatim Tertinggi di Indonesia
PDIP Targetkan Tiga Kursi DPR di Cirebon-Indramayu dan Kemenangan Ganjar Pranowo
B-FILES
Urgensi Mitigasi Risiko Penyelenggara Pemilu 2024
Zaenal Abidin
Identitas Indonesia
Yanto Bashri
Jokowi Apa Kehendakmu?
Guntur Soekarno
Bursa Asia Dibuka Melemah, Investor Tunggu Rilis Data Ekonomi Tiongkok




