Dijagokan Jadi Gubernur Papua, Paulus Waterpauw: Itu Bukan Rencana Saya

Dijagokan Jadi Gubernur Papua, Paulus Waterpauw: Itu Bukan Rencana Saya
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw ( Foto: BeritaSatu Photo/Robert Isidorus Vanwi )
Farouk Arnaz / CAH Sabtu, 29 April 2017 | 06:48 WIB

Jakarta - Mantan Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw telah resmi menjabat Wakabaintelkam Polri. Lulusan Akpol 87 ini menyerahterimakan jabatannya ke Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri Jumat (28/4).

Paulus diganti sesaat setelah namanya muncul di bursa calon Gubernur Papua. Dia telah dicalonkan oleh Partai Golkar Papua untuk menjadi orang nomor satu di sana pada Pilgub Papua 2018.

Pergantian Paulus juga dilakukan setelah hubungannya dengan Gubernur Papua Lukas Enembe tak mulus belakangan ini. Itu setelah Paulus dituding Lukas tidak netral dalam pelaksanaan pilkada di sejumlah daerah di Papua sejak Maret lalu.

Lukas bahkan dengan tegas meminta kepada Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengganti Paulus dengan pejabat baru.

Namun spekulasi berkembang jika tudingan ini bisa jadi karena Paulus kelak adalah saingan berat Lukas pada Pilkada mendatang jika dia benar maju.

Jadi apa Paulus pasti maju dan mundur dari Polri?

"(Wacana saya diajukan) itu bukan rencana saya ya," kata Paulus di Mabes Polri.

Meski begitu dia mengakui adanya harapan dari sejumlah partai politik dan warga Papua terhadap dirinya untuk menjadi gubernur memang banyak. "Harapan sudah banyak," sambungnya.

Jenderal bintang dua kelahiran Fakfak, Papua Barat ini juga memberikan pesan kepada Boy yang baru menjabat Kapolda Papua.

"Saya pikir beliau sudah punya pengalaman di sana. Nanti akan melanjutkan apa yang sudah kita rancang, laksanakan," imbuhnya.

Memang ada sejumlah keterbatasan di Bumi Cendrawasih itu. Akan tetapi dia yakin Boy mampu mengemban tugas dengan baik.

Terpenting Boy wajib membangun dan mempertahankan sinergitas antara Polri-TNI.

"Karena Pangdam (Cendrwasih) kan juga ganti, saya pikir Pangdam yang baru siap membangun sinergitas," tutupnya.



Sumber: BeritaSatu.com