Masyarakat Sambut Gembira Selesainya Jalan Trans Papua

Masyarakat Sambut Gembira Selesainya Jalan Trans Papua
Presiden Joko Widodo menyusuri jalan Trans Papua yang baru dibangun dengan sepeda motor off-road bersama jajarannya di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, 10 Mei 2017. ( Foto: Sekretariat Negara )
/ PCN Minggu, 21 Mei 2017 | 14:08 WIB

Wamena- Masyarakat Kabupaten Nduga, Provinsi Papua menyatakan gembira dan berterima kasih kepada Pemerintah Pusat atas rampungnya jalan trans-Papua yang menghubungkan kabupaten di wilayah pegunungan Papua.

"Masyarakat Nduga semua menerima itu. Tidak ada satu pun masyarakat yang tidak menerima jalan ini. Kalau ada yang mengatakan bahwa masyarakat tidak menerima berarti itu kelompok tertentu saja," kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Nduga Andi Ashari di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Minggu.

Menurut dia, jalan trans-Papua telah menghubungkan Distrik Mumugu di Kabupaten Asmat lanjut hingga Batas Batu yang merupakan perbatasan Kabupaten Nduga dan Kabupaten Asmat, dilanjutlan lagi sampai Nduga - Kabupaten Jayawijaya.

"Masyarakat sangat senang, sebab dahulu dari Distrik Mbua (Nduga) itu mau ke Wamena (Jayawijaya) butuh perjalanan satu hari, tetapi sekarang dapat dijangkau dengan strada, bahkan hanya butuh empat jam sudah sampai," katanya.

Masyarakat juga mengharapkan, lanjut dia, setelah tahun 2019 jalan trans-Papua yang kini dikerjakan oleh Kementerian PU bekerja sama dengan TNI itu sudah diaspal.

Sebelumnya, dalam kunjungan kerja ke Jayawijaya untuk melihat pembangunan jalan trans-Papua, Presiden Joko Widodo meminta TNI dan Kementerian Pekerjaan Umum terus mempertahankan kerja sama membuka daerah terisolasi di Papua melalui pembuatan jalan trans-Papua.

"Saya kira kalau duet seperti ini dilakukan terus, ini akan mempercepat pembangunan jalan trans-Papua. Semua jalan trans-Papua akan dikerjakan seperti itu sehingga ada percepatan pembangunan jalan trans," kata Jokowi.

Jokowi mengakui medannya sangat berat untuk dikerjakan sendiri oleh Kementerian PU.

"Kalau kita lihat medan yang berada di ketinggian tiga ribu dua ratusan seperti ini, sangat sulit sekali, sehingga yang bisa masuk awal-awal memang TNI, nanti Kementerian PU menyusul untuk aspal," katanya.

 

 



Sumber: ANTARA