Pungli Akademi Kepolisian Berkisar dari Ratusan Juta sampai Miliaran

Pungli Akademi Kepolisian Berkisar dari Ratusan Juta sampai Miliaran
Aksi Drum Corps Cendrawasih Akademi Kepolisian Angkatan 47 Detasemen Satrio Pambudi Luhur, dibawah asuhan Gubernur Akademi Kepolisian Irjen Pol Pudji Hartanto tampil atraktif dan menghibur penonton menjelang upacara penurunan bendera merah putih memperingati HUT RI yang ke -70 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8). ( Foto: Suara Pembaruan / SP/Joanito De Saojoao )
Adi Marsiela / FMB Senin, 3 Juli 2017 | 17:07 WIB

Bandung - Anggota tim Sapu Bersih Pungutan Liar dari Kepolisian Daerah Jawa Barat, Ajun Komisaris Besar M. Hidayat mengatakan, pihaknya sudah menangkap tiga orang terkait pungutan dalam perekrutan calon bintara dan tamtama. Masing-masing berinisial Ajun Inspektur Satu EK, pegawai negeri sipil berinisial N, serta seorang berinisial Y yang diduga menjadi calo.

“Total barang bukti (uang) senilai Rp3,8 miliar. Kita sedang telusuri mengalir ke mana saja,” kata Hidayat di Bandung, Senin (3/7).

Berdasarkan pemeriksaan sementara, para tersangka itu juga mengurusi masalah mutasi dua orang anggota kepolisian, mengurusi pendaftaran dua orang calon siswa sekolah staf dan pimpinan Polri, enam orang bintara, serta enam orang calon siswa sekolah inspektur polisi.

Hidayat mengatakan pendaftaran untuk menjadi anggota kepolisian di berbagai tingkatan sama sekali tidak dipungut bayaran. “Saya tidak bayar bisa lolos jadi polisi, sudah berpindah-pindah tugas juga,” tutur Hidayat.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan, pemeriksaan lebih lanjut dilakukan untuk memastikan seluruh proses penyaringan calon anggota Kepolisian Republik Indonesia berlangsung transparan dan akuntabel. Makanya seluruh tim panitia rekrutmen awal juga sudah dimutasi dan digantikan tim baru. “Penyuap juga bakal terkena (kasus korupsi),” ungkap Yusri.



Sumber: Suara Pembaruan