Seni dan Doa untuk Lawan Angket KPK
Logo BeritaSatu

Seni dan Doa untuk Lawan Angket KPK

Sabtu, 15 Juli 2017 | 09:44 WIB
Oleh : Fana Suparman / AB

Jakarta - "Maling-maling kecil dihakimi, maling-maling besar dilindungi". Sepenggal lirik lagu Hukum Rimba milik grup band punk, Marjinal bergaung di halaman gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (14/7) malam. Ratusan aktivis dan pegiat antikorupsi, seniman, agamawan, mahasiswa, pelajar, dan sejumlah elemen masyarakat lainnya yang hadir turut bernyanyi. Sebagian lainnya mengangguk menyetujui lirik lagu tersebut yang seolah menggambarkan kondisi Indonesia saat ini.

Di tengah upaya menuntaskan kasus-kasus korupsi besar, KPK sedang menghadapi serangan bertubi-tubi yang dilancarkan DPR melalui Pansus Hak Angket. Padahal, sejak awal terbentuk, angket terhadap KPK menghadapi penolakan dari para akademisi, tokoh masyarakat, ormas, LSM, dan pegiat antikorupsi.

Perlawanan tersebut tak hanya dilakukan dengan pernyataan sikap ataupun melalui jalur hukum dengan menggugat keabsahan angket ini ke Mahkamah Konstitusi (MK). Perlawanan ini juga dilakukan melalui aksi simpatik di halaman gedung KPK.

Selain Marjinal yang membawakan tiga buah lagu, aksi simpatik bertajuk "Poetry for Integrity, Jumat Keramat Melawan Angket" ini juga menampilkan pembacaan puisi oleh sejumlah tokoh, seperti sosiolog Imam Prasodjo, mantan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto serta putri Presiden ke-4 RI Abdurrachman Wahid, Yenny Wahid. Puisi-puisi yang dibacakan menggambarkan penolakan terhadap angket yang menghambat pemberantasan korupsi yang masih merajalela di Indonesia.

"Situasi seperti saat ini, di mana kekuatan-kekuatan politik berbalik melemahkan KPK sebenarnya sudah sejak awal diprediksi oleh mereka yang berjuang melawan korupsi. Dan oleh karenanya, saya pikir rakyat yang selama ini merindukan Indonesia yang bebas dari korupsi, pasti akan memberikan reaksi keras terhadap upaya pelemahan KPK," tegas Sekjen Transparency International Indonesia (TII), Dadang Trisasongko.

Tak hanya pembacaan puisi, di halaman gedung KPK juga terdapat galeri kartun dari Persatuan Kartunis Indonesia (Pakarti) dan karya seni mural dari komunitas Youth Rebel yang menyindir pembentukan Pansus Angket KPK.

Di tengah acara, masyarakat sipil dan aktivis dari berbagai lembaga menggelar doa bersama sambil menyalakan lilin. Doa dipimpin secara bergantian oleh tokoh agama Islam, Kristen, Hindu, Buddha, Katolik, dan Konghucu.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang turut mengisi aksi simpatik ini dengan menampilkan keterampilannya memainkan saksofon. Penampilan Saut yang membawakan lagu Reason milik grup band Hoobastank cukup menarik perhatian penonton.

"Di dalam musik itu ada doa. Doa kita bersama adalah Indonesia bersih dari korupsi," ungkap Saut.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Mendikbud Dukung Pembangunan SMK Agro Maritim di Bengkulu

Mendikbud berjanji dalam waktu dekat, akan menurunkan tim ke Bengkulu, guna memastikan rencana pembangunan SMK Agro Maritim tersebut.

NASIONAL | 15 Juli 2017

Romahurmuziy: PPP Dukung Pemerintah Keluarkan Perppu Ormas

Menurut Romahurmuziy alasan PPP mendukung Perppu, karena sebelumnya dinilai ada kesalahan logika ketika pembentukan Undang- Undang (UU) Ormas No 68 tahun 2013.

NASIONAL | 15 Juli 2017

Ombudsman Jateng Temukan Pungli dalam PPDB

Dari 20 aduan yang masuk juga ada 40 persen di antaranya terkait kasus dugaaan pungutan liar (pungli) di sejumlah SMP dan SMA sederajat.

NASIONAL | 15 Juli 2017

PDIP Ingin Musyawarah Bukan Berarti Takut Voting

"Kalau ada yang bilang pemerintah dan pendukungnya takut kalah, yah tak apa lah, silakan saja."

NASIONAL | 15 Juli 2017

Polisi Ungkap Rencana Pengeboman di Bandung

Para tersangka berencana meledakkan bom di rumah makan di Jalan Astana Anyar, sebuah cafe dan gereja.

NASIONAL | 15 Juli 2017

Mantan Teroris Dukung BNPT

Harus dilakukan sosialisasi lebih banyak lagi agar semua bisa memahami maksud dan tujuan program tersebut.

NASIONAL | 15 Juli 2017

PPP Tegaskan Komitmen Dukung Perppu Ormas

Jika dilihat dari perspektif hukum, Perppu dinilai mempunyai kekurangan dan kelebihan tersendiri.

NASIONAL | 14 Juli 2017

Undip Wajibkan Mahasiswa Jadi Peserta JKN-KIS

Setiap mahasiswa Undip wajib memiliki jaminan kesehatan.

NASIONAL | 14 Juli 2017

PPP Minta Koalisi Parpol Pendukung Pemerintah Tegaskan Sikap

PPP konsisten mendukung pemerintah Jokowi-JK dalam setiap kebijakan.

NASIONAL | 14 Juli 2017

Ketua MK Harapkan Peradilan Khusus Pilkada Segera Dibentuk

Sengketa hasil Pilkada dinilai mengganggu kerja MK dalam mengadili perkara pengujian UU.

NASIONAL | 14 Juli 2017


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS