Menhan Sayangkan Jika Ada Purnawirawan Terlibat Paham Radikal
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 524.475 (-9.09)   |   COMPOSITE 6109.17 (-135.97)   |   DBX 1194.89 (-13.88)   |   I-GRADE 181.466 (-4.89)   |   IDX30 517.087 (-12.29)   |   IDX80 138.626 (-3.81)   |   IDXBUMN20 407.246 (-18.33)   |   IDXESGL 143.602 (-3.37)   |   IDXG30 142.274 (-3.45)   |   IDXHIDIV20 456.023 (-12.3)   |   IDXQ30 148.355 (-3.63)   |   IDXSMC-COM 276.257 (-7.93)   |   IDXSMC-LIQ 347.018 (-13.99)   |   IDXV30 137.723 (-3.87)   |   INFOBANK15 1047.79 (-16.14)   |   Investor33 444.391 (-8.82)   |   ISSI 179.418 (-4.71)   |   JII 631.935 (-19.26)   |   JII70 220.815 (-6.52)   |   KOMPAS100 1231.17 (-30.15)   |   LQ45 963.139 (-24.05)   |   MBX 1681.26 (-40.24)   |   MNC36 327.223 (-6.77)   |   PEFINDO25 325.051 (-6.81)   |   SMInfra18 313.073 (-11.46)   |   SRI-KEHATI 379.382 (-7.05)   |  

Menhan Sayangkan Jika Ada Purnawirawan Terlibat Paham Radikal

Rabu, 26 Juli 2017 | 19:14 WIB
Oleh : Robertus Wardi / YUD

Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menyayangkan jika ada purnawirawan TNI dan Polri yang terlibat paham radikal. Para purnawirawan tersebut dianggap sudah mengingkari Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.

“Lupa itu dia. Enggak betul dia dengan sumpahnya sendiri," kata Ryamizard usai memberikan pembekalan program bela negara kepada para rektor, ketua, direktur, dan koordinator Kopertis Perguruan Tinggi se- Indonesia. Kegiatan tersebut telah berlangsung sejak Selasa (25/7) dan berakhir Rabu ini.

Kegiatan itu dihadiri 111 peserta yang terdiri dari Koordinator Kopertis Wilayah I-XIV sebanyak 14 orang serta perwakilan rektor, ketua, direktur perguruan tinggi dari seluruh Indonesia sejumlah 97 orang.

Sebelumnya, Ketua Umum Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (PEPABRI) Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar menyebut ada sebagian kecil purnawirawan TNI-Polri yang saat ini sudah terpengaruh dengan paham radikal dan anti-Pancasila. Dia mengajak para purnawirawan tersebut untuk kembali setia pada Saptra Marga, Sumpah Prajurit, dan Tribrata.

"Betul di kalangan purnawirawan ada yang terpengaruh paham radikal. Ada 1-2, 10-20 mungkin," kata Agum di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (25/7).

Ryamizard menjelaskan tugas TNI dan Polri membela ideology negara berlaku hingga mati. haram bagi TNI dan Polri untuk mengikuti paham radikal karena mereka sebagai tulang punggung utama penjaga NKRI ini.

"Tentara itu sampai mati membela Pancasila. Sapta Marga dan Sumpah Prajurit itu tidak pernah dicabut, sampai mati," tegas Ryamizard.




BAGIKAN




BERITA LAINNYA

BMKG: Jakarta, Batam, dan Pontianak Berawan

BMKG memperkirakan cuaca cerah dan berawan akan terjadi di wilayah Jabodetabek.

NASIONAL | 26 Juli 2017

KY Usulkan 33 Hakim Dijatuhi Sanksi

Sanksi yang diberikan berupa sanksi ringan, sedang maupun berat.

NASIONAL | 26 Juli 2017

Pemerintah Minta Freeport Patuhi Komitmennya

Pemerintah akan menjatuhkan sanksi tegas pada PT Freeport Indonesia jika tak memenuhi komitmennya.

NASIONAL | 26 Juli 2017

Tanggapan Laksamana Sukardi Usai Diperiksa KPK Kasus BLBI

Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Laksamana Sukardi diperiksa oleh penyidik KPK

NASIONAL | 26 Juli 2017

PNS Anggota HTI Akan Diverifikasi

Bagi PNS yang melanggar Undang-Undang tentang ASN akan dikenakan sanksi.

NASIONAL | 26 Juli 2017

Polda Belum Lengkapi Petunjuk Berkas Firza Husein

Berkas tersebut dikembalikan dari kejaksaan ke kepolisian sejak awal Juni 2017.

NASIONAL | 26 Juli 2017

Belum Penuhi Panggilan, Telegram Masih Diblokir

Panggilan tersebut dilakukan guna mengetahui komitmen Telegram mengenai konten-konten terkait radikalisme dan terorisme.

NASIONAL | 26 Juli 2017

Wiranto: Pembubaran HTI Sudah Dipikir Matang

HTI dibubarkan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila.

NASIONAL | 26 Juli 2017

Kesbangpol Jateng Data PNS Terlibat HTI

Kesbangpol Jateng membuka informasi seluas-luasnya kepada masyarakat untuk melaporkan terkait PNS yang nyata-nyata menjadi pengurus atau anggota HTI.

NASIONAL | 26 Juli 2017

Jokowi Ingatkan Jangan Ada Mark Up dalam Pengadaan Alutsista

"Saya peringatkan juga bahwa Alutsista ini dibeli dari uang rakyat agar digunakan untuk TNI dalam melindungi rakyat," kata Jokowi

NASIONAL | 26 Juli 2017


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS