Ketua Komisi III: KPK Perlu Benahi Tata Kelola Barang Sitaan
Logo BeritaSatu

Ketua Komisi III: KPK Perlu Benahi Tata Kelola Barang Sitaan

Minggu, 24 September 2017 | 20:18 WIB
Oleh : Yustinus Paat / YS

Jakarta - Ketua Komis III DPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, langkah KPK melelang mobil sitaan menjadi pembenaran fungsi dan arah kerja Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPR untuk masalah KPK. Pansus Hak Angket, kata Bambang menemukan dan mengungkap kesemrawutan tata kelola barang sitaan oleh KPK.

"Kini, sebagian dari barang sitaan itu sudah diselesaikan melalui mekanisme lelang setelah Pansus Hak Angket mempermasalahkannya. Kalau saja barang sitaan tersebut dilelang seusai keputusan inkrah pengadilan empat tahun lalu, pasti penerimaan negara lebih tinggi dari sekitar Rp 3 miliar yang diterima saat ini, karena kondisi barang sitaan tersebut relatif lebih baik," ujar Bambang di Jakarta, Minggu (24/9).

Bambang berharap KPK sebaiknya mengumumkan semua barang sitaan itu kepada publik, baik berupa sitaan mobil, uang, bangunan dan barang tak bergerak lainnya. Dengan demikian, publik bisa mengetahui total uang sitaan, tempat penyimpanan sitaan dan juga mengetahui apakah uang sitaan itu juga dititipkan di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan).

"Ada kesan bahwa KPK tidak peduli dengan peran dan fungsi Rupbasan. Namun, akibatnya fatal. Pencatatan dan pengelolaan barang sitaan KPK terkesan semrawut. Dari kesemrawutan itu, muncul kecurigaan yang berpotensi merusak citra KPK," tanda dia.

Politisi Golkar ini mencontohkan tentang rumah sitaan milik seorang terpidana kasus korupsi. Rumah itu masih berstatus sita. Tetapi, kata dia, Pansus Hak Angket menerima laporan bahwa rumah dimaksud sudah beralih pemilikan. Cepat atau lambat, cerita seperti ini akan merusak citra KPK.

"Karena itu, KPK harus bersungguh-sungguh dalam mengelola barang sitaan, termasuk uang sitaan. KPK harus transparan. Jangan anggap remeh peran dan fungsi Rupbasan. Terutama karena KPK harus menyita ragam barang bukti untuk menjadi alat bukti. Kecerobohan mengelola barang bukti akan menghancurkan kredibilitas KPK," ungkap dia.

Lebih lanjut, Bambang mengungkapkan sudah banyak cerita miring tentang perilaku negatif oknum penegak hukum dalam memperlakukan barang sitaan atau barang bukti. Contohnya, kata dia, Kejaksaan Agung pernah mempersoalkan perilaku mantan Ketua Satuan Tugas Khusus Penyelesaian Barang Rampasan dan Barang Sita Eksekusi. Yang bersangkutan diduga melanggar prosedur lelang aset.

"Ada juga kasus jaksa senior di Nusa Tenggara Timur yang harus menjalani proses hukum karena menjual barang sitaan. Pimpinan Polri pun menindak seorang perwira pertama di jajaran Polres Pasuruan Kota, Jawa Timur, karena yang bersangkutan menjual belasan unit sepeda motor yang berstatus barang bukti," tutur dia.

KPK, kata dia, hendaknya belajar dari beberapa contoh kasus penyalahgunaan wewenang dalam pencatatan dan pengelolaan barang sitaan atau barang bukti. Menurut dia, penyalahgunaan wewenang seperti itu hendaknya tidak terjadi di KPK.

"Maka, temuan Pansus Hak Angket tentang kecerobohan pencatatan barang sitaan itu hendaknya disikapi dengan sangat serius. Temuan itu hendaknya diterima sebagai masukan untuk perbaikan internal," pungkas dia.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KPAI: Nikah Siri Pintu Masuk Perdagangan Manusia

Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyatakan bahwa nikah siri merupakan pintu masuk perdagangan manusia.

NASIONAL | 24 September 2017

Wiranto: Tidak Ada Pengadaan Senjata‎ Ilegal

Menko Polhukam menegaskan bahwa tidak ada pengadaan senjata secara ilegal.

NASIONAL | 24 September 2017

Pemilik Situs Nikahsirri Ditetapkan Sebagai Tersangka

Aris Wahyudi ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Pornografi, Perlindungan Anak, dan Perdagangan Manusia.

NASIONAL | 24 September 2017

Wiranto: Film G-30-S/PKI Tak Perlu Jadi Perdebatan

Ajakan untuk nonton bareng bagi beberapa institusi merupakan hal yang tidak perlu diperdebatkan.

NASIONAL | 24 September 2017

Pemkab Purbalingga Upayakan Peningkatan Produksi Padi

Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah terus melakukan sejumlah upaya guna meningkatkan jumlah produksi padi di wilayah tersebut.

NASIONAL | 24 September 2017

BMKG: Waspadai Hujan Lebat Laut Buru

BMKG mengimbau para nelayan tradisional untuk mewaspadai hujan lebat disertai petir yang berpotensi melanda perairan Buru hingga laut Seram, Maluku.

NASIONAL | 24 September 2017

Logistik Pengungsi, Pemkab Karangasem Siapkan Beras 50.000 Ton

Kami memiliki stok beras 50.000 ton untuk mengantisipasi apabila terjadi kekurangan beras untuk para pengungsi.

NASIONAL | 24 September 2017

Bupati Klungkung: Pengungsi Gunung Agung 12.292 Jiwa

Jumlah pengungsi Gunung Agung mencapai 12.292 jiwa dari 2.745 kepala keluarga yang kediamannya berada di kawasan rawan bencana.

NASIONAL | 24 September 2017

Pemkab Karangasem Berupaya Beli Ternak Pengungsi

Pemkab Karangasem akan berupaya membeli ribuan ternak hewan milik pengungsi Gunung Agung agar mencegah hewan tersebut tidak dijual dengan harga yang murah.

NASIONAL | 24 September 2017

3 Kendaraan PT Freeport Ditembaki di Mil 61

Aksi yang diduga kuat dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata terjadi pada Minggu (24/9) pukul 09.30 WIT.

NASIONAL | 24 September 2017


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS