Prestasi Sang Menkes Kontroversial
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Prestasi Sang Menkes Kontroversial

Rabu, 2 Mei 2012 | 14:34 WIB
Oleh : B1

Meski hanya 2,5 tahun menjabat sebagai Menkes dan diawal terpilihnya Endang Rahayu Sedyaningsih sempat menuai kontroversi, ia mampu membuktikan diri dengan torehan prestasi di beberapa kebijakan positifnya.

Meninggalnya Menteri Kesehatan nonaktif, Endang Rahayu Sedyaningsih, hari ini, mengejutkan publik, meski sebelumnya ia memang sering diberitakan tengah menjalani pengobatan penyakit kanker paru stadium 4.

Endang sendiri menyadari kondisi kesehatannya terus menurun dan ingin konsentrasi pada pengobatanya itu.

Karena itulah pada tanggal 26 April 2012, ia mengajukan surat pengunduran diri saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membesuknya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Dan pengunduran dirinya itu pun disetujui oleh SBY. Sejak itulah tugas Menkes untuk sementara dipegang oleh Wamenkes, Ali Ghufron Mukti.

Masa kerjanya memang cukup singkat, hanya 2,5 tahun sejak diangkat menjadi 'pembantu' SBY pada 22 Oktober 2009. Meski demikian ia berhasil menoreh prestasi dengan dikeluarkannya beberapa kebijakan yang cukup monumental.

Beberapa di antaranya adalah mewajibkan pemberian ASI eksklusif yang dikuatkan dalam Peraturan Pemerintah (Permen), melarang iklan dan tenaga medis menyebarkan pemberian susu formula, mewajibkan perkantoran untuk membuat ruang menyusui.

Tak hanya itu, perempuan yang dikenal pekerja keras dan berpembawaan tenang ini berhasil pula menggolkan Jampersal (jaminan persalinan). Dengan dikeluarkannya kebijakan ini, ibu melahirkan yang berasal dari keluarga tak mampu bisa bersalin gratis dengan imbalan mau mengikuti program keluarga berencana (KB).

Istri dari Dr Reanny Mamahit, SpOG, MM ini, juga sangat fokus dengan masalah penyakit flu burung yang sejak awal tahun ini kembali menelan beberapa korban di Indonesia.

Untuk menekan angka korban yang terus meningkat akibat penyakit tersebut, tenaga medis di rumah sakit, bandara maupun pelabuhan pun dilatih agar bisa menangani kasus itu. Bahkan rumah sakit utama di daerah pun kini sudah memiliki ruang isolasi flu burung.

Sekadar kilas balik, sebelum menjabat menjadi Menteri Kesehatan, Endang menjadi bawahan Menkes sebelumnya, Siti Fadilah Supari. Saat itu beliau dipercaya menduduki posisi sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Kesehatan RI.

Namun Endang secara mengejutkan terpilih menjadi Menteri Kesehatan, menyingkirkan kandidat kuat saat itu, Nila Djuwita F Moeloek, yang sudah mengikuti fit and proper test.

Namanya memang muncul di menit-menit terakhir saat Presiden SBY mencari orang yang dinilai layak mengisi jabatan sebagai Menteri Kesehatan. Profil Endang sendiri memang tidak masuk dalam bursa calon menteri lantaran waktu itu SBY sempat akan menunjuk Nila Moeloek sebagai calon Menkes.

Namun di tengah perjalanan terjadi perubahan mendadak saat Presiden SBY mengumumkan di Istana Negara tanggal 21 Oktober 2009, tentang susunan kabinetnya yang di dalamnya tiba-tiba muncul nama Endang Rahayu Sedyaningsih.

Penunjukkannya yang begitu mendadak, memang sempat menuai kontroversi dan memunculkan berbagai dugaan miring. Salah satunya ia pernah disebut sebagai titipan AS, karena pernah bekerja di lembaga penelitian Namru milik AS. Bahkan Siti Fadilah sendiri sempat mempertanyakan atas terpilihnya Endang sebagai Menkes.

Mendapat sorotan tajam tersebut tak membuat Endang gentar. Ia tetap tenang dan tegar menghadapi berbagai respons miring itu, dan berusaha bekerja semaksimal mungkin di jabatan barunya itu.

Toh lambat laun, publik pun bisa menilai dan mengakui bahwa Endang memang pantas dan mampu melakukan tugas dan tanggungjawabnya sebagai Menkes.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Temianus Magayang Bawa Senpi dan Amunisi Saat Ditangkap

Anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) bernama Temianus Magayang membawa senjata api rakitan yang dilengkapi amunisi saat ditangkap Satgas Nemangkawa

NASIONAL | 27 November 2021

KKB Temianus Magayang Terlibat Pembunuhan Staf KPU Yahukimo

Anggota KKB yang juga anggota KNPB Temianus Magayang yang ditangkap Satgas Nemangkawi terlibat kasus pembunuhan staf KPU Yahukimo, Hendrik Jovinski.

NASIONAL | 27 November 2021

Unhan dan PII Bentuk Badan Kejuruan Teknik Militer

Dengan kehadiran Badan Kejuruan Teknik Militer, penguasaan teknologi militer dan industri pertahanan di Indonesia dapat diakselerasi secara signifikan.

NASIONAL | 27 November 2021


Dudukkan Penangkapan Anggota MUI Secara Proporsional

Ridlwan Habib mengatakan, masyarakat hendaknya mendudukkan masalah penangkapan anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) atas dugaan kasus terorisme secara proporsional.

NASIONAL | 27 November 2021

Kabupaten Banggai Raih Piagam Penghargaan Pembangunan Daerah

Kabupaten Banggai menerima piagam penghargaan dalam ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2021 yang digelar Kementerian PPN/ Bappenas.

NASIONAL | 27 November 2021

Sekolah Yayasan Kanaan Siap Hasilkan Lulusan Berkualitas

Berbekal SDM pendidik yang mumpuni serta berbagai fasilitas yang menunjang, sekolah-sekolah di bawah Yayasan Kanaan siap menghasilkan lulusan berkualitas.

NASIONAL | 27 November 2021

Yohanes Lon Jadi Guru Besar Unika Santo Paulus Ruteng

Rektor Universitas Katolik (Unika) Santo Paulus Ruteng, Prof Dr Yohanes Servatius Lon MA dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu religi dan budaya.

NASIONAL | 27 November 2021

Revisi UU Ciptaker, Ini yang Harus Dilakukan Pemerintah-DPR

Terdapat sejumlah hal yang harus dilakukan pemerintah dan DPR dalam memperbaiki UU Cipta Kerja setelah diputus MK inkonstitusional bersyarat.

NASIONAL | 27 November 2021

Milad Ke-64, Uhamka Pertahankan Akreditasi Institusi A

Uhamka berhasil mempertahankan akreditasi institusi A tahun ini

NASIONAL | 27 November 2021


TAG POPULER

# UFO


# Ezra Walian


# Varian Covid-19


# Ralf Rangnick


# Aliran Dana Teroris



TERKINI
Liverpool Bantai Southampton 4-0 di Anfield

Liverpool Bantai Southampton 4-0 di Anfield

BOLA | 4 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings