Puan Ingatkan Pentingnya Peran Keluarga dalam Mencegah Radikalisme
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Puan Ingatkan Pentingnya Peran Keluarga dalam Mencegah Radikalisme

Sabtu, 21 Oktober 2017 | 14:59 WIB
Oleh : Asni Ovier / AO

Jakarta - Keluarga menjadi wahana pertama dan utama dalam pembangunan karakter bangsa. Pembentukan perilaku yang berbudi pekerti, memiliki semangat pantang menyerah, dan berjiwa gotong royong, dimulai dari keluarga. Oleh karena itu, peran keluarga sangat penting dalam melawan paham radikalisme.

Demikian dikatakan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani dalam Festival Keluarga Maslahah dan Rakornas Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta, Sabtu (21/10).

Menurut Puan, keluarga harus dapat menjadi tempat yang nyaman bagi seluruh anggotanya untuk saling memberikan kasih sayang, memperhatikan, membina, dan membantu. "Keluarga perlu memiliki landasan yang memadai secara agama, sosial, budaya, dan ekonomi agar dapat optimal menjalankan perannya. Untuk itu, penting membangun keluarga untuk mencegah pemahaman radikal terhadap ajaran agama. Ketahanan keluarga bagaimana pun mampu mengikis radikalisme," kata Puan.

Menko PMK mengimbau kepada setiap orangtua di Indonesia agar mau meluangkan waktu untuk anak mereka. Meluangkan waktu bisa dilakukan dengan bercengkrama di ruang keluarga atau di meja makan sehingga keluarga akan bersifat dinamis. "Termasuk, melakukan bonding atau bersentuhan langsung dengan anak. Dengan begitu akan ada ikatan langsung antara orangtua dan anak,” ujarnya.

Meski begitu, sebutnya, membangun keluarga merupakan tanggung jawab bersama, pemerintah, masyarakat, dan keluarga. Pemerintah misalnya telah menggelontorkan dana desa dan program kesejahteraan lainnya yang secara langsung akan mempengaruhi pembangunan ketahanan keluarga.

“Pemerintah melalui berbagai program perlindungan sosial terus memastikan bahwa keluarga-keluarga yang tidak mampu dapat memiliki kehidupan yang layak dan mendapatkan pelayanan pendidikan (KIP), pelayanan kesehatan (KIS), bantuan pangan (Rastra), pelayanan kesehatan ibu dan anak (PMT) serta pemberdayaan (PKH), agar dapat memiliki landasan yang memadai dalam menjalankan fungsi keluarga,” ujarnya.

Menko PMK mengajak LKK PBNU untuk mengambil peran penting dan gotong royong dalam memperkuat pendidikan karakter berlandaskan Pancasila, baik itu melalui jalur formal (sekolah), non formal (lembaga kursus), maupun informal (pendidikan keluarga, masyarakat, dan sebagainya) di lingkungan NU.

Diakuinya dalam berbagai kesempatan, Presiden kerap memberikan quiz berhadiah sepeda yang pertanyaannya seringkali terkait Pancasila. Hal itu juga sering dilakukan Menko PMK dalam berbagai kesempatan. Dengan begitu dapat diketahui sejauhmana masyarakat mengerti, menghayati dan mengamalkan Pancasila.

Di ajang Festival Keluarga Maslahah dan Rakornas Lembaga Kemashlahatan Keluarga PBNU (LKK PBNU) kali ini pun, Menko PMK sempat mengajak dua peserta LKK PBNU untuk menghafal Pancasila. Kedua peserta yang terpilih yaitu Azhar Dini perwakilan LKK NU Jakarta Selatan dan H. M. Jamiluddin perwakilan LKK NU Kota Mataram, NTB, yang maju dan lancar menyebutkan urutan Pancasila itu pun dihadiahi laptop oleh Menko PMK.

Hadir dalam Festival Keluarga Maslahah dan Rakornas LKK PBNU, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, Sekjen PBNU Helmy Faisal Zaini, dan Ketua LKK PBNU Ida Fauziah.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Nusron Ajak Santri Sebar Islam Rahmatan Lilalamin

Mereka yang bisa mewarnai paham keagamaan di berbagai instansi baik pemerintah maupun swasta sekarang ini bukan dari kalangan NU.

NASIONAL | 21 Oktober 2017

PVMBG: Gunung Agung Gempa 25.000 Kali

PVMBG mencatat total gempa vulkanik Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, sejak level waspada hingga level IV Awas saat ini sudah mencapai 25.000 kali.

NASIONAL | 21 Oktober 2017

Istri Kang Emil Identifikasi Masalah Ibu dan Anak ke Ciamis-Pangandaran

Saya ingin mengetahui langsung bagaimana kehidupan mereka, diantaranya, akses kesehatan, pendidikan, dan akses mereka pada perekonomian yang berbasis keluarga.

NASIONAL | 21 Oktober 2017

PVMBG: Gunung Agung Alami Gempa 25.000 Kali

PVMBG mencatat total gempa vulkanik Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, sejak level waspada hingga level IV Awas saat ini sudah mencapai 25 ribu kali.

NASIONAL | 21 Oktober 2017

Dari Turki, JK Bertolak ke Arab Saudi untuk Umrah

Penerbangan dengan pesawat kepresidenan BBJ 2/A-001 dari Istanbul ke Madinah sekitar empat jam.

NASIONAL | 21 Oktober 2017

Dikbud: Ternate Masih Kekurangan Guru

Dikbud Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) mengakui daerah ini masih mengalami kekurangan guru untuk SD dan SMP sederajat.

NASIONAL | 21 Oktober 2017

RPI: Kesuksesan Besar Jokowi Keluarkan Perppu Ormas

RPI minta Jokowi rombak kabinet.

NASIONAL | 21 Oktober 2017

Operasi Pasar Gas 3 Kg Kota Bengkulu Diserbu Warga

Dalam operasi pasar gas elpiji subsidi 3 kg dijual sesuai HET Rp 15.300 per tabung.

NASIONAL | 21 Oktober 2017

2 Juta Warga Banten Belum Tersentuh BPJS Kesehatan

Hal tersebut diutarakan Direktur Utama RS Budi Asih Serang, dr Asep Hidayah.

NASIONAL | 21 Oktober 2017

PVMBG: Status Gunung Agung Masih Awas

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan bahwa status Gunung Agung di Karangasem, Bali, masih Awas atau level IV.

NASIONAL | 21 Oktober 2017


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS